You Should Be Me

You Should Be Me
112



"emm, iya gak masalah kan?"


"iya sih, mau dilarang idolnya, lah ceo nya saja berpacaran kan?"


"hemm iya itu"


"dulu waktu sama pak Chun itu dikenalin sama banyak idol?"


"gak banyak sih, beberapa"


"masih ingat siapa saja?"


"lupa lah, beberapa sih, gak begitu ku ingat"


"tapi dia mengenalkanmu sebagai pacar?"


"iya"


tapi malah jadi bahas dating sang ceo itu dengan Yuhan


ya Yuhan menjelaskan semuanya selama bersama ceo itu memangnya dikenalkan ke beberapa idol pada saat itu, juga bahkan dikenalkan beberapa ceo lainnya


itu alasan kenapa Yuhan cukup banyak kenalan orang yang bukan main main


Yuhan tidak marah, ia tau pertanyaan semua dari Namjoon sangat mengusik ke-damai-an hubungannya tapi Yuhan tidak masalahkan itu, ia menjelaskan dengan se-ada ada-nya bagaimana menjalani hubungannya


karna rasa percaya Namjoon inilah, Namjoon merangkul Yuhan dan melanjutkan menonton televisi tapi belum berarti pembahasan berhenti disana ya..


karna Namjoon masih membahas seputar idol kpop dan sasaeng


"eh tapi sayang, aku heran deh sama sasaeng, sasaeng itu sebenarnya apa sih, fans atau hatter?" tanya Namjoon


"ada yang hatter ya ada yang fans sih"


"gimana itu perbedaannya"


"kalau yang hatter sasaeng itu, biasa nya ya menyebarkan berita yang buruk"


"bukannya malah berita yang gak valid?"


"ya kalau sasaeng kebanyakan valid, kecuali hatter nya malah loh ya"


"ahh, kalau fans sasaeng?"


"fans sasaeng sama sih, menyebarkan berita tapi yang baik baik saja dari idol, kekurangan atau apapun lainnya malah tidak akan diumbar"


"oh, kamu dulu apa?"


"sasaeng"


"sasaeng apa?"


"biasa lah"


"sasaeng fans atau sasaeng hatter?"


"netral"


"ahh ada lagi?"


"hemm"


Yuhan membahas dirinya sasaeng netral, jadi bukan hatter atau fans disini ya, karna dulu apa yang Yuhan dapat baik atau buruk pasti akan terjual


"ohh gitu?"


"emmz" jawab Yuhan berharap berakhir pembahasan tapi tidak malah lanjut bahas


"eh tapi siapa ya kira kira penyebar idol idol itu dating, kasus ini itu, dan beberapa hal lainnya?" ucap Namjoon heran


Yuhan hanya diam, tidak mau jawab apa


"tapi yaa.. masih ada loh yang akurat beritain tentang bangtan, akurat banget sasaeng tuh buat beritain" kata Namjoon


Yuhan masih diam, tentu tidak mau jawab apa apa karna takut ia malah salah ngomong


"Han, kenapa diam ih, aku bicara ini sama kamu" kata Namjoon


"emm, ya aku dengar kok"


"apa loh?"


"ya itu, masih ada aja kan berita diluar tentang kalian?"


"iya itu, siapa dah yang masih jadi sasaeng, padahal kan kamu sudah disini bersama bangtan, tidak mungkin melakukannya kan?"


"oh ya jelas tidak lah, kan diluar sana banyak juga fans sasaeng Nam, bukan hanya aku saja, kenapa selalu mengaitkan kepadaku?"


"ya hanya mengaitkan tapi bukan menuduh kok"


"hemm iya sih"


"heran aku berarti masih ada kantor berita itu, padahal dulu kan sudah di sita oleh kepolisian untuk kantor berita Baori"


"iya"


"oh ya? kapan kok alu gak tau kalian yang membahas nya?"


"udah lama sih, ya sebelum kita ke jepang kemarin dan sebelum kita pacaran malah"


"ohhh, bahasan apa saja?"


Namjoon menjelaskan pembahasan waktu itu, untuk mencari lagi siapa siapa sasaeng fans dan penyebarnya


Yuhan hanya diam, karna ia tau apa jawaban dari pertanyaan Namjoon


yap, berita penyebaran bangtan ketujuh member bahkan ada pengamat untuk staff mereka sudah ada yang mengatur lain dari bawah tangan Baori tapi dari tangan Yuhan


masih ingat kan kalian, tentang Yuhan membuat kantor di apartemen privat mewah miliknya?


disitulah Yuhan membuat kantor secret / kantor rahasia sebagai profesi sasaeng yang masih melekat pada diri Yuhan


hanya bedanya, Yuhan tidak turun tangan, ia hanya memberikan beberapa sumber yang mungkin sensitif yang ia ketahui dan ia berikan kepada staff secretnya itu tapi mereka semua juga masing masing sibuk mencari beberapa berita secara mandiri


lalu apa kabar pekerjaan secret Yuhan tersebut?


lancar, sangat lancar, bahkan Yuhan jarang dan terbilan tidak pernah lagi kesana tapi kerjasama temannya disana sangat bagus


Namjoon yang menonton ditemani Yuhan, tiba tiba teringat membelikan cincin untuk Yuhan


"lah, Han, aku lupa belikan cincin, ayo kita pergi cari" kata Namjoon


"cincin?"


"iya, buat pertunangan kita"


"oh, ya gakpapa"


"sekarang yuk, soalnya takut nya aku balek lagi kesibukan, lupa lagi, makin lama lagi"


"ya gakpapa kan nanti nanti saja"


"gak ada, aku mau sekarang, kamu harus makai cincin agar tau milikku"


"heemm, kapan mau pergi?"


"sekarang sayang"


"siang ini?"


"iya, siang saja, sore nanti Hyun kesini soalnya"


"loh, katanya malam mau pergi dorm"


"iya sorenya udah disini Hyun"


"oh yaudah, tar ya aku ganti baju"


"hemm"


Yuhan masuk kamar lalu mencari pakaian untuk ia pakai dan mendapatkan baju pas, rok mini levis dengan hem cewek tanpa lengan, Yuhan juga menebalkan make up nya dan siap pergi


"ayo" kata Yuhan


Namjoon melirik arah Yuhan jadi kaget karna pakaian yang sangat seksi itu


"ayo, kok diam ih" kata Yuhan


"kamu apa apaan pakai baju ini?"


"iya bagus kan, aku biasa nya kalau pergi pakai baju gini gini sayang"


"gak ada lah, mulai sekarang dilarang, apa kamu pakai baju se-seksi ini? bahaya lah, ganti sayang"


"ganti apa loh?"


"ganti, ayo ganti lainnya"


Namjoon menarik Yuhan masuk kamar agar ganti baju yang lainnya tapi semua baju semua seksi, tidak ada yang tertutup dan Namjoon bingung mau pilih mana dipakai Yuhan


"Nam.. kan aku memang pakai baju begini" kata Yuhan


"iya kalau sekarang, karna kita jalan, gak boleh, apalagi sama aku"


"biasa nya gakpapa kok"


"biasanya kan di mobil, ke rumah teman kamu juga banyaknya di mobil, jadi tertutup, ini sekarang kita bakalan ke mall dan jalan bukan naik mobil" gerutu Namjoon


"ini loh, lumayan kok tertutup"


"gak ada, masih terbuka, ahh dilemari ku ada bentar Han, kuambilkan"


karna tidak tau memakai baju apa, akhirnya Namjoon ingat ia ada baju yang sudah lama, baju nya masih bagus hanya saja lama tidak dipakai karna kekecilan di badan Namjoon


Namjoon balik dengan membawakan pakaian untuk Yuhan celana kain panjang dan kaos oblong polosan


"ini Nam? aku pakai ini?" tanya Yuhan


"ini bajuku, kekecilan di pakai aku jadi lama gak kupakai, bagus dipakai kamu"