You Should Be Me

You Should Be Me
37



tapi dari sebuah ucapan "oh dia" itu memiliki arti banyak yang beberapa nya dalam otak Hyohoon adalah..


-oh bener memang tipe ideal Yuhan cukup tua dan berusia jauh darinya!


-oh selera nya cukup tinggi


-oh meskipun berusia, terlihat sekali kalau berduit!


dan banyak lainnya dalam pikiran Hyohoon yang jauh dari ekspetasi bahwa pacar Yuhan tua berarti jelek dan keriput tapi yang ia tau, Baori cukup gagah dan tampan karna berduit memang


Yuhan disana berpamitan pada Hyohoon dan pergi dari sana bersama Baori, tapi Baori berbeda dari mantan pacar Yuhan sebelumnya (Changsuk) yang cemburuan, Baori terkesan tidak mempermasalahkan, toh Yuhan juga mengenalkan Baori pada pria itu


tapi baru sampai mobil, Yuhan melihat pesan masuk dari Hyohoon dengan isi


"aku masih tetap akan menawarkan diriku menjadi yang kedua, aku masih ingin denganmu Yuhan, aku akan buktikan aku lebih dari pria baru saja"


Yuhan mulai melupakan segala hal dari kejadian itu, dan kembali kekesibukannya lagi


tapi setiap Yuhan pulang dari luar rumah entah untuk pekerjaan di perusahaannya atau dari kantor kerja nya di agenci berita milik Baori


selalu dirumah Yuhan sudah ada Misilia yang bermain dengan beberapa hewan Yuhan terutama Wren, serigala milik Yuhan


"Mi.. kamu sering kesini" sapa Yuhan


"iya kan sudah bilang, aku mengisi waktu disini saja, kan aku menganggur Yuhan, gak apa kan ya?"


"iya dong, eh kamu udah bisa sama Wren?"


"bisa Yuhan, dia sudah aku transfer pawang serigala" jawab Nania


"iya, asik ternyata ya" kata Misilia


"jadi bisa juga lah bantu aku disini, aku bisa fokus sama Woly" jawab Nania


"iya, aku dengar kata Jazlyn dan Nania, mereka tinggal disini juga mengurus mereka kamu bayar ya?" tanya Misilia


"gak di gaji loh, tapi aku memberi mereka uang juga beberapa" jelas Yuhan


"iya aku mau dong, jadikan aku sama ma Jaz dan Na"


"serius mau?"


"mau banget, mau lah"


"ya sudah lah gakpapa, enak kalau ada kamu bisa bantuin Nania"


"iyaa jadi mulai besok deh aku pindahannya"


"siap, yaudah aku masuk ya, hari ini sangat melelahkan banget" kata Yuhan


"okeh" jawab Misilia


"ehh iya, Na, Jaz, Mi, nanti ada yang cari, siapapun, bilang aku dirumah mam dan pap, aku mau tidur nyenyak malam ini"


"siap" jawab ketiganya


Yuhan baru pulang kerja pun capek, ia pergi mandi dan beristirahat


Yuhan malah jadi kepikiran soal Namjoon, kemana dia tanpa kabar selama ini, Yuhan malah kepikiran


tapi ia tak mau memperpanjang pikirannya hanya karna orang asing, apalagi mengingat tidak ada kedekatan khusus antara dia dengan Namjoon, ia memutuskan tidur saja


"eh, aku pamit deh, udah malam, ini appa telfon" kata Misilia


"ya Mi, hati hati ya Mi" sapa Jazlyn


"siap, bye Jaz, bye Na"


"Yuhan apa tidur? kayaknya capek sih, biarin deh pulang saja, nanti biar kusampaikan" kata Jazlyn


"iya Jaz, tau aku, bye"


"byebye Mi" sapa Nania dengan melambaikan tangan Woly


tapi satu jam Yuhan tidur, saat Misilia baru pamitan pulang, dan Jazlyn menutup pagar rumah Yuhan karna akan pergi tidur juga


"Jaz, tutupin pagar, aku masukin Woly" kata Nania


"yaa, langsung tidur ya, jan main lagi" kata Jazlyn


"yaa"


tapi baru akan berbalik badan, seseorang memanggilnya


"permisi" sapa seorang pria itu


"Yuhan ada?"


"ahh Yuhan dirumah amma dan appa nya" kata Jazlyn


"oh, kapan datang?"


"tidak tau ya"


"okeh, terimakasih"


"iyaa"


Jazlyn masuk lagi dan Nania menanyakan nya, Jazlyn menjelaskannya saja


lalu siapa pria itu?


dia adalah Namjoon..


apa kabar Namjoon? kenapa bisa tiba tiba datang?


jadi beberapa hari belakangan memang ia begitu sibuk, banyak target harus ia gapai bersama dengan grup nya bahkan untuk bertemu keluarga saja tidak sempat apalagi sekedar mengabari Yuhan


ia kepikiran dan akhirnya memutuskan langsung datang saja


"tidak ada ya?" tanya Hyunsoon


"iya, sibuk mungkin ya?"


"iyaa kali, ini kan malam juga, pastinya tidur lah"


"gak, kata orang disana itu temannya itu, bilang dirumah ayah ibunya"


"oh ya kali, tapi jam segini ya tidur, gak kamu telfon hyung?"


"gak, aku kepikiran ya langsung kesini"


"ahh, kabari lah dulu"


"iya, ini akan ku kirimi pesan"


Namjoon mengirimi pesan kepada Yuhan dan tapi tidak juga dibaca, baru paginya Yuhan baca


"Namjoon?" ucap Yuhan kaget


Yuhan bak mimpi, baru semalam ia teringat Namjoon tapi sekarang sudah ada chat masuk sejak semalam


dan isi pesannya..


"aku baru saja dari rumah mu, kamu tidak ada, kata seseorang disana, kamu sedang dirumah ayah ibumu, tapi aku tidak enak tanya alamat ayah ibu kamu, jadi aku mau ucapin selamat tidur, dan maaf ya aku baru kabari, jadwal bangtan begitu padat"


entah apa yang terjadi, melihat itu Yuhan sedikit lega, padahal ya tidak ada urusan apa pun dengan kabar maupun tidak berkabar juga terserah Namjoon


Yuhan pun pergi ke toilet untuk membersihkan wajahnya dan pergi membuat salad buah


btw. Yuhan adalah vegetarian ya guys


jadi Yuhan ini pemakan sayuran dan buah buahan, paling suka lagi kalau sayuran dibikin salad


Yuhan bukan pemakan daging, bahkan sejak kecil, ia tidak pernah tau rasa daging dagingan


bukan tanpa alasan, Yuhan adalah pecinta berat hewan, sementara daging makanan pasti ya dari membunuh hewan dong, itu lah alasan Yuhan tidak mau makan daging dan tidak bisa lihat orang makan daging juga karna tidak tega


tapi jika bosan dengan makanan buah atau sayur, ia akan membuat makanan sendiri yaitu ramen, mie dingin, mie cup, atau mie kemasan instan


tapi jika terlalu banyak makan mie juga akan bosan da pasti balik lagi ke buah dan sayur, begitu seterusnya makanan yang Yuhan makan selama hidupnya


pagi itu Yuhan membuat salad sayur dan juga memakannya, ia mendapat pesan masuk dari Hyohoon tapi tidak ia jawab dan tidak dihiraukannya


tapi saat Hyohoon memotret sedang berada tepat dirumah Yuhan, Yuhan tidak masalah kalau didepan gerbang, masalahnya Hyohoon sudah didepan pintu utama


"siapa yang membukakannya pintu" gerutu Yuhan sambil berjalan kearah pintunya


Yuhan membuka dan benar sudah ada Hyohoon


"kenapa disini, kamu siapa bukakan?" tanya Yuhan


"sepertinya semalaman kamu lupa mengunci pintu gerbangnya" kata Hyohoon


jadilah Yuhan mengobrol disana dengan penuh paksaan, ia sedikit tidak nyaman, tapi karna memang ada Jazlyn dan Nania, ia lebih aman lah karna tidak sendirian banget


Yuhan sekali lagi mengingatkan untuk Hyohoon tidak mengganggunya