You Should Be Me

You Should Be Me
263



"bibi dengar ya, aku sudah mencintai Yuhan, aku cinta dan serius sama dia, orangtua ku, kakak ku, semua sudah merestuiku, kami akan menikah, ini bukan hubungan mainan, pernikahan bukan hubungan yang mainan" jawab Heechul


"coba dengarkan aku juga, kamu memilih gadis itu dibandingkan kami? kamu tau kan bagaimana PACARMU itu menghancurkan kehidupan kami (Shinje dan Deshin) dengan ayah kami?" tanya Deshin


"bahkan kita ditinggalkan oleh ayah kami, ditelantarkan ayah kami, karna PACARMU itu, tidak mikir bagaimana aku disini menderitanya atas semua ini?" tanya Shinje


"bukankah kalian sudah mandiri? sudah dewasa, sukses, memiliki kehidupan lebih baik?" tanya Heechul


"tidak usah memikirkan mereka (Deshin dan Shinje), baiklah, lalu kamu tidak memikirkan saya? saya yang keluarga kandungmu Heechul, saya yang disakiti, saya yang ditinggalkan, semua hal kehidupan ku dengan Hajun kamu tau bagaimana hancurnya kan? sekarang kamu tau siapa penyebab utamanya kan?" kata Sungwan


seketika Heechul terdiam...


ia memang tau bagaimana cerita ketika Hajun meninggalkan Sungwan begitu saja, tanpa memikirkan perasaan kedua anak mereka yang jadi korban


meninggalkan keluarga demi selingkuhan dan memilih bahagia diluar tanpa peduli bagaimana kehidupan anak dan istri


semuanya Heechul tau cerita itu, Heechul saksi terberat dimana tau bahwa yang salah bukanlah Sungwan


ditambah Sungwan lah yang saudara (bibi) kandungnya bukan Hajun, tapi bagaimana nasib hubungannya dengan Yuhan?


sekarang terserah kamu saja, mau bagaimana, pilih dia, PACAR kamu itu, atau bibi, yang berjuang banyak hal untuk kamu selama kamu hidup dan bahkan sampai kamu sukses" kata Sungwan


Sungwan pun berdiri, mengambil tasnya, dan berpamitan pergi, diikuti oleh kedua anaknya juga pamit dan pergi


Heechul benar benar bingung, bagaimana tidak, karna dirinya yang sekarang banyak atas turun tangan bibinya itu


Sungwan sangat banyak jasa nya membantu kehidupan Heechul, diakui memang Heechul hampir 75persen nya banyak dibantu Sungwan termasuk kesuksesannya sebagai idol terkenal dan member paling laris dari member super junior lainnya


bahkan mungkin dikatakan tidak akan ada Heechul di industri hiburan tanpa atas bantuan dari nama Sungwan


tapi bagaimana Yuhan?


tidak mungkin ia melepaskan Yuhan begitu saja mengingat bagaimana dulu ia mengejar Yuhan sampai mendapatkannya dan mempertahankan hingga sekarang, bukanlah proses yang mudah dan cepat


melihat anaknya diam disana terpaku, kedua orangtua Heechul bingung mau bagaimana membantu anaknya dalam masalah ini


keduanya bingung juga apa keputusan bantuan yang bisa mereka berikan, mereka tau anaknya ada pada pilihan sulit tapi tidak tau bantu bagaimana


tidak mau banyak pikiran, Heechul tetap mengambang ada tengah tengah diantara dua pilihan antara Yuhan atau Sungwan yang mana ia korbankan dan pertahankan


jadilah Heechul mengalihkan semua ke kesibukannya sekalian menunggu waktu tentang jawaban mana yang harus ia pertahankan dan ditinggalkan


"kamu terlalu banyak mengambil pekerjaan" kata ibu Heechul


"tidak kok ma, ini memang pekerjaan biasanya"


"tidak! bohong kamu pasti, amma selalu memerhatikan kesibukan kamu perjam nya, dan selalu ada pekerjaan pekerjaan di jam jam baru" jawab ibunya


"jangan terlalu memforsirkan dirimu kepada banyak pekerjaan, ingat kesehatan juga" kata ayah nya


"iya, kami tau kok apa yang kamu rasakan saat ini" kata ibu nya lagi


tapi Heechul tanpa menjawab apapun langsung pergi dan meninggalkan rumah untuk kembali ke pekerjaannya


ia memang langsung mengambil banyak sekali job, memforsirkan semua waktu nya pada kesibukan kesibukannya


ia menganggap seolah semua masih sama seperti yang dulu, ia tidak tau masalah Yuhan dan Sungwan, tapi hubungannya dengan keduanya masih sama sama baik


meninggalkan kesibukan Heechul, Yuhan juga ditengah kesibukannya, ia mengerjakan segala urusan kerjaan dikantornya yang jadi bagian dari tugasnya


sampai lain hari ketika Yuhan lembur untuk mengerjakan tugasnya ia tidak sadar kantor sudah sepi, sedangkan Hyohoon ternyata juga tengah lembur pekerjaannya tapi Hyohoon lebih cepat selesai dibandingkan Yuhan


jadi ketika Hyohoon melewati ruang kerja staff, ia melihat ada beberapa staff lembur, tapi bukan pada meja kerja lain ia melirik selain kepada meja kerja Yuhan


melihat disana keberadaan Yuhan, Hyohoon pun mendekati arah meja kerja Yuhan, lalu menarik kursi dari meja kerja samping Yuhan dan duduk tepat disamping Yuhan


seketika itu Yuhan langsung berdiri dan menghindar


"kamu, ngapain disini kamu?"


"Yuhan, duduklah, bicarakan baik baik"


"tidak ada, kamu seperti seorang hantu di kehidupanku, aku hancur berkali kali karna kamu, sekarang kamu datang dan aku tau niatmu"


"niat apa sih? aku gak sejahat yang kamu kira"


"tidak sejahat yang kukira? bulshit! buktinya kau selalu menghancurkan kebahagiaanku" kata Yuhan


"aku tidak menghancurkan kamu"


"tapi kamu menghancurkan kehidupanku"


"tidak"


"lalu kenapa kamu membuatku berkali kali jatuh, dan kejadian kemarin sampai membuatku kehilangan Namjoon, semua itu ulahmu, jangan lupakan itu!"


"aku hanya ingin kamu bahagia denganku, bukan dengan orang lain"


"lepaskan aku, lupakan segalanya karna aku tidak pernah mencintaimu, pernah kan ucapan ini kukatakan, kamu punya telinga kan mendengarkannya?"


"telinga punya lah"


"telinga punya tapi otak tidak, otak dan hati mu busuk"


"kau yang membusukkan nya" jawab Hyohoon dengan tajam


"aku? aku korbannya aku pula kau salah kan?" tanya Yuhan kesal


"iya lah, kamu bilang otak dan hati ku busuk? sementara otak dan hati ku hanya terpikirkan semua hal tentang kamu"


"gila"


"kau yang gila"


"terserah!"


Yuhan akan pergi tapi Hyohoon menahan lengan Yuhan dengan meremasnya sangat keras


"Hyo, sakit" ucap Yuhan


"aku pastikan tidak akan ada yang bisa membuatmu bahagia selain bersamaku" kata Hyohoon menatap tajam Yuhan


Hyohoon melepaskan lengan Yuhan yang ia cengkram itu dan pergi dari sana


Yuhan pun hanya duduk lemas dan terdiam didepan layar komputernya


"tidak, tidak bisa aku bertahan disini, aku tidak bisa melanjutkan pekerjaan ini" kata Yuhan pelan


Yuhan membereskan semua kerjaannya malam itu, lalu bersiap siap pulang dan sampai dirumahnya, ia hanya diam disana


diwaktu yang sama tempat berbeda, Yuhan dan Heechul sama sama terdiam menatap keatas langit yang sama, dipandangan mata mereka terdapat sebuah bulan ditemani satu bintang saja


keduanya berada di situasi rumit tapi beda masalah, dipikirkan diotak mereka semalam itu


akhirnya Yuhan selintas kepikiran soal bagaimana kalau ia memutuskan berhenti saja dari kantor itu, jelas tanpa pamit sebelumnya tanpa spoiler apa pun sebelumnya agar menjebak Hyohoon untuk tidak lagi mengejarnya


yap, pikiran itu sangat tajam dan sangat dipikirkan betul betul oleh Yuhan, ia merasa begitu yakin pada perencanaan itu


esoknya..


kembali ke kantor dan mengerjakan pekerjaan nya yang begitu banyak