
"oh iya sih, masuk kemarin, tapi belum ku buka, pikirku kubuka nanti kalau dah mau pergi kan, gampang deh kalau gitu, bareng aja gimana?" tanya Haejin
"mau sih, tapi aku pagi sekali, aku kan bantuin persiapannya disana juga"
"oh ya juga, aku nya gak bisa kalau pagi sekali"
"makanya"
pertama kalinya Yuhan diam di laundry itu beberapa lama dan pertama kali juga Yuhan mengobrol dengan Haejin lebih lama
Yuhan merasa tidak enak kelamaan disana, itu kan tempat pekerjaan bukannya tempat mengobrol, apalagi Haejin pasti banyak pekerjaan harus digarapnya
sudah cukup lama Yuhan disana, ia teringat Boseo, ia baru ingat Boseo janji kerumah hari ini, ia menelfon Naryu dan Boseo jadi menitipkan anak mereka lagi pada Yuhan
ditelfon tidak diangkat, Naryu mengirim pesan jika masih dijalan akan kerumah Yuhan, Yuhan pun memutuskan untuk pamitan juga pada Haejin
"kemana? kok keburu?" tanya Haejin
"iya ini adikku mau kerumah hari ini, lupa aku, sudah di perjalanan"
"ahh, yaudah makasih ya sudah mau main Yuhan"
"aku yang makasih, sudah mau kerepotan karna aku"
"gakpapa lah, santai aku, kapan kapan main kali kesini lagi, gakpapa kok"
"siap, makasih ya, bye"
Yuhan pun balik kerumahnya dan menunggu di depan teras rumahnya, tak lama benar saja mobil Boseo dan Naryu datang, mereka pun masuk..
"nuna.." sapa Boseo
"hai baby" sapa Yuhan manarik Ryungbo dari Naryu
"jangan baby ah dipanggil, macam harimau mu saja anakku" jawab Boseo
"haha iya ya, yaudah lah kupanggil dia namanya saja ya baby kan bagiku peliharaan" jawab Yuhan
"eoni bisa saja, eh pada kemana? kok sepi?"
"pada pergi, makanya aku gak betah sendiri dirumah, baru aku dari tempat laundry langgananku"
"oh tempatnya Hejin nuna ya?" tanya Boseo
"iyaa kesana"
mereka mengobrol disana dan Yuhan baru membahas tumbenan kenapa Boseo dan Naryu tidak pernah lagi menitipkan Ryungbo
"kami bisa mengatasinya nuna, makanya gak perlu titip" kata Boseo
"iya, apalagi dia kan udah gak bayi lagi, jadi bawaan bekal kemana mana sedikit, bisa makan normal seperti aku dan appanya" kata Naryu
"iya ya, ahh kalian tidak membawa menitipkan kepadaku cukup lama berarti"
"kok gitu? kenapa memang?" tanya Boseo
"lihatlah, bayi ini, dari ia belum bisa semua"
Yuhan mengeluh karna terakhir Ryungbo dititipkan saja waktu itu Ryungbo belum bisa makan, belum bisa duduk, belum bisa berjalan, bahkan belum bisa bicara
"iya juga ya, haha pertumbuhan bayi memang cepat eoni, jaman sekarang" kata Naryu
"lah itu, udah bisa semuanya aja dia"
"palingan keluar gini dibawain ya susu sama termos air panas, udah, sisanya gak ada, bisa dia makan apa saja" jelas Naryu
"lah makanya, enak kalau segini di ajak jalan jalan"
"iya tapi sudah pilih pilih jajan jajanan, sama saja lah banyak habis"
"dia umur berapa sih?" tanya Yuhan
"mau dua tahun loh eoni, masak lupa?"
"ahh serius? dua tahun pas?"
"setahun delapan bulan"
"oh iya kah? waaah pantas saja, arrrh kamu kenapa cepat gede, bibi kan pengen kamu masih bayi" kata Yuhan
"ya kali kali eoni, yang bener aja, bayi terus repot kita" kata Naryu
seketika itu Naryu tersedak ketika baru akan meminum minumannya
"lah, ngapain kamu?" tanya Boseo
"kenapa Naryu?" tanya Yuhan
"aku bilang pada Yuhan nuna, bukan pada mu" kata Boseo
"oh gakpapa, iya kupikir kepadaku" kata Naryu batuk batuk
"oh biasanya kode begitu itu" kata Yuhan
"kode apaan?" tanya Boseo
"gak Yuhan eoni, gak ada kode, malah ini yang ada kaget karna belum siap" sambar Naryu
"loh kode adiknya Ryungbo? ya ayok kapan?" tanya Boseo menggodai Naryu
"eoni kan, gak ada ih, belum siap, dia (Ryungbo) saja masih kecil gitu"
Naryu sebenarnya tersedak bukan karna kode seperti dikatakan Yuhan atau kaget seperti alasannya dia kepada Boseo tadi
tapi lebih tepatnya karna kaget Boseo menyuruh Yuhan membuat bayi dengan Heechul padahal Naryu tau jika hubungan Heechul dan Yuhan sudah masuk kategori terlarang bagi Sungwan, bibi Naryu dan juga bibi Heechul sendiri
dan itu belum dibahas oleh Naryu kepada Boseo karna ia belum begitu siap
"oh iya, kalian kesini cuman mau nitipkan Ryung apa mau main saja bawa Ryung?" tanya Yuhan
"nah itu, gegara nanya nanya sih nuna, udah enak enak gak nitipin ke nuna gak ngerepotin, jadi nitipin kan" kata Boseo
"lah kenapa aku?"
"ya dia rewel sekali dirumah, aku sering bawa dia ke rumah mam dan pap, tenang udah, pengen nya di luar gitu" kata Boseo
"oh ya biasa itu, palingan nanti enak sendiri, kan anak kecil gini, gak kalian ajak jalan jalan ya?"
"iya kan kami sibuk nuna, kerjaan banyak, paling ya kami ajak kerja, kalau gak dititip ke mam dan pap, atau ke amma appa nya Naryu" jelas Boseo
"ya bosen lah, anak kecil kok kamu ajak kerja, bukan waktunya itu"
"iya tapi sepertinya si Ryung lagi kangen sama bibinya deh, itu lihat, anteng banget dia disini, di pegang bibinya" kata Naryu
"aku maksudnya?" tanya Yuhan
"iya lah, dia kangen kali itu rewelnya, karna kan kebiasaan dititipkan jadi tidak ya rewel" jelas Naryu
"oh ya bener, pas deh, aku titip disini dulu aja" kata Boseo
"yaudah gakpapa"
"tapi dua hari ya" ucap Boseo
"dua hari? gak masalah lah"
setelah mengobrol lebih banyak hingga sore, sore nya baru Naryu dan Boseo pamitan, meninggalkan Ryungbo pada Yuhan
Ryungbo mandi bersama Yuhan, dan sudah bersih, rapi, Yuhan mengenalkan beberapa hewan peliharaannya pada Ryungbo sebelum malam, karna waktu malam peliharaannya semua sudah pada tidur
"bibi Yu, ini semua hewan nya siapa?" tanya Ryungbo
"peliharaan bibi, milik bibi Yu lah"
Yuhan menjelaskan satu persatu nama peliharaannya dan jenis hewannya, Ryungbo eksited melihat semua peliharaan Yuhan yang banyak sekali pilihannya
Yuhan menaruh dulu Ryungbo di stroller nya karna memberikan makan pada hewan hewan itu, sembari menjelaskan pada Ryungbo apa saja yang dilakukan Yuhan mulai dari memasak daging, memberikan makan, dan menidurkan satu persatu hewan peliharaannya itu
"nah sudah semua ini" kata Yuhan
"sudah bi?" tanya Ryungbo
"iya, ayo masuk, sebelum malam"
"kenapa kalau malam?"
"peliharaannya bibi semua nya tidur"
"oh, bisa tidur?"
"semua pasti butuh tidur lah sayang, manusia seperti kita dan hewan seperti mereka semua pasti butuh tidur"