You Should Be Me

You Should Be Me
307



Yuhan akhirnya memutuskan kerumah Munha Hajun setelah dari pagi hingga siang dirumah Yangsi Hongjuan


sesampainya disana..


Yuhan menjelaskan lagi terkait Taemin kepada mereka, Yuhan juga menjelaskan tentang tadi menurut Yangsi dan Hongjuan


mereka cukup kaget karna mereka baru mendengar penjelasan Yuhan sekarang


"oh, itu namanya baby blues" kata Munha


"apa itu?" tanya Yuhan


"iya sindrom, bener kata mam Yangsi juga kok, sesaat itu, nanti berakhir kelamaan" jelas Munha


"ahh karna sekarang kan baru anak pertama bagi Taemin, jadi masih suka suka nya gitu mungkin" kata Hajun


"tapi bukannya karna cintanya berkurang atau udah gak ada ya?"


"ya gak ada hubungannya gitu, tapi coba deh sabar saja, nanti berakhir"


Munha dan Hajun memberikan masukkan kepada anak mereka jika semua itu dibatas wajar kok masih, tidak perlu dikuatirkan lebih jauh lagi


tidak dapat jalan keluar apapun, malamnya Yuhan menemui Boseo Naryu


"nuna? sama siapa?" sapa Boseo


"sendirian, kalian hanya berdua?Ryung kemana?"


"Ryung ada pekerjaan dikampus barunya lah eoni" ucap Naryu


"kampus baru?"


"Ryung dapat pertukaran pelajar ke itali, jadi sekalian tinggal disana" jelas Naryu


"wah dapat pertukaran pelajar ke itali?"


malam itu juga baru saja selesai makan malam berdua, Boseo dan Naryu bebas berduaan beberapa hari kedepan karna anak mereka yaitu Ryungbo sibuk perkuliahannya karna masa pertukaran pelajar dari sekolahnya


"iyaa nuna, pertukaran pelajar" jawab Boseo


"waah berprestasi sekali dia, gak seperti aku"


"ah eoni apa sih" jawab Naryu


"nuna ngapain kok malam malam, sendirian, kesini?"


Yuhan menjelaskan semuanya rencana dari Boseo Naryu gagal, karma Taemin tanpa Yuhan juga mampu asalkan tidak bisa tanpa Taeyin


mereka berdua bingung kalau itu gagal lalu cara apa dan bagaimana lagi?


"aku tanya pada mam pap dan amma appa, semua tidak tau jalan keluarnya" kata Yuhan


"masak?" tanya Boseo


"iya, hanya bilang bersabar saja"


"kalau masalah ini bukan nya harusnya lari ke keluarga nya Taemin saja ya? bukan kekeluarga kita" ucap Boseo


"ya nanti mereka gak percaya aku, mendukung Taemin, gimana?"


"justru pada mereka memang nuna kalau mau bahas Taemin, mereka pasti tau bagaimana Taemin dan apa celah yang tepat kan?"


akhirnya masukan itu dari Boseo dicoba juga oleh Yuhan


"diantar itu, eoni pulang ini malam" kata Naryu pada Boseo


"yaudah, aku antar balik yaa nuna" kata Boseo


"percuma, Taemin tidak akan mencariku kok"


"ya jangan gitu juga, ayo aku antar"


Boseo mengantarkan Yuhan, setelah sampai, benar saja, Taemin tidak menyambut Yuhan, ia biasa saja bahkan melihat Yuhan baru pulang, hanya menyapa biasa


"pig? eh sama Bo?" sapa Taemin begitu saja


Yuhan menoleh kearah Boseo, Boseo menepuk lengan Yuhan agar lebih bersabar


Yuhan balik kerumahnya, tidur, sampai paginya..


ini jalan satu satunya Yuhan meminta bantuan sebelum Yuhan akhirnya menyerah juga atas pernikahannya dan memilih pisah


sesampainya..


ia disambut baik keluarga Taemin, berbasa basi sedikit barulah Yuhan meminta mengobrol bertiga saja dengan kedua orangtua Taemin


Yuhan pun membahas terkait sikap Taemin akhir akhir ini kepadanya


mendengar itu, kedua orangtua Taemin tidak kaget, menurut mereka, Taemin hanya tengah merasakan kebahagiaan menjadi ayah baru


"gini Yuhan, kalau soal sikapnya selalu mementingkan anaknya, Taemin sama kok sama appa nya" kata ibu Taemin


"ahh sama?"


"iyaa, dulu saya pertama hamil juga suami saya begitu, anak nomor satu, mau gimana istrinya gak peduli" jelas ibu nya


"tapi sampai benar benar semua masalah anak yang dia utamakan ma"


"iyaa, itu Taemin mendingan dibandingkan suami amma dulu"


ibu Taemin menjelaskan jika dulu ayah Taemin lebih parah, Taemin masih perhatian tapi ayah Taemin tidak sama sekali


"soal Taemin begitu, appa pikir kalian kan sudah menikah yaa? harusnya bisa mengerti sifat drastis dari sebelum dan sesudah menikahnya" jawab ayah Taemin


"iya pa, tapi Taemin sebelumnya gak begitu kok"


"ya dulu sebelum amma hamil, appa juga gak gitu" jawab ibunya


"tapi lain itu memang sifat Taemin begitu"


ayah Taemin juga menjelaskan bahwa itu memang sifat asli dari Taemin


awal kenal, pendekatan, berpacaran sampai menikah, Taemin adalah pria yang akan berbeda beda sikap ketika menjajaki hubungan baru termasuk tentang menikah


makanya Taemin lebih cuek ketika setelah menikah karna Taemin memiliki pikiran dimana sudah menikah ya harusnya bisa menerima segala resiko dalam pernikahan termasuk tentang kekurangan sifat Taemin


mendengar semua penjelasan terkait Taemin, Yuhan merasa semakin yakin, untuk berpisah, karna ia tidak bisa hidup dengan pria yang tidak mengutamakannya


Yuhan adalah tipe gadis yang mau dijadikan prioritas utama, soal jadi prioritas utama sebenarnya semua manusia didunia apalagi seorang perempuan sebenarnya hakikatnya sama, sama sama ingin di prioritaskan


hanya mengembalikan pada diri manusia masing masing tersebut bagaimana cara meluapkannya


tapi apa harus berakhir dan gagal juga dalam hubungan pernikahan? ya kali, pacaran gagal, berteman gagal, bertunangan gagal, sampai menikah apa harus gagal juga?


beberapa hari kemudian..


datang kepernikahan Jazlyn dan Leeteuk


Yuhan pikir Taemin tidak akan ikut lagi, tapi ternyata kali ini ia ikut, Yuhan senang bukan main tau Taemin ikut menemaninya datang ke pernikahan temannya kuga akhirnya, karna biasanya Yuhan sendirian datang entah teman Yuhan atau bahkan teman Taemin yang menikah pun, Yuhan datang tanpa Taemin


tapi tetap Taemin ikut membawa Taeyin, Yuhan tidak masalah lah yang penting Taemin pada akhirnya ikut dengannya


setelah sampai..


Yuhan memberikan selamat kepada Jazlyn Leeteuk


"selamat yaa Jaz, sudah menikah akhirnya" ucap Yuhan


"iya Yuhan, aku kan ingin menikah seperti mu, ahh baby Yin?" sapa Jazlyn


"hai bibi, selamat" ucap Taemin mengajari anaknya


mereka menikmati semua makanan, super junior datang, menyapa Yuhan bahkan Heechul menyapa juga Taeyin, tapi sayangnya Taemin tidak sama sekali memberikan anaknya digendong orang lain


sentuh boleh, pegang boleh, tapi untuk menggendong jangan harap karna Taemin hanya mau Taeyin di tangannya, ditangan Yuhan saja tidak diberikan oleh Taemin meskipun Taemin sibuk menikmati acara juga


Yuhan pergi pergi sendiri mencari makanan, hingga di satu tempat ada kesempatan pertemuan kembali Yuhan dan Yesung setelah bertahun tahun tidak ada kesempatan itu


Yesung mendekati Yuhan perlahan dan membisikkan sesuatu di telinga Yuhan dari belakang


"aku kecolongan tentang hubungan, pernikahan bahkan sampai kelahiran anak kamu" kata bisik Yesung


mendengar itu, Yuhan langsung menoleh dan mencoba melarikan diri tapi Yesung sudah menahan baju Yuhan


"jangan dipaksa, bisa robek" ucap Yesung


"lepas!" ucap Yuhan dengan tegas