
diceritakanlah oleh ceo dan beberapa lainnya disana terkait masalah mereka alami, pihak polisi tidak bisa langsung menangkap karna belum terdapat bukti satupun
"kami membantu tapi berikan waktu untuk investigasi"
"baik pak, saya tunggu konfirmasi nya kembali" kata ceo
"sekalian pak, sama cek semua staff di agenci, mana tau ada sisa sisa mata mata staff lama kami yang pernah kami laporkan itu" kata Yoongi dengan yakin
"baik pak, nanti saya investigasi berikan setidaknya tiga hari"
bangtan dan lainnya pun pergi, kepolisian mulai menyelidiki kasus masalah bangtan ini
mata mata disebar disekeliling rumah Yuhan bahkan ada sampai yang mengikuti kegiatan Yuhan dari malam hingga ketemu malam lagi, intinya 24jam full time pengawasan Yuhan
tapi memang tidak mendapatkan bukti apa apa, sampai akhirnya komandan memutuskan memeriksa kedalam rumah Yuhan
"selamat siang" sapa polisi
"pak polisi? kenapa lagi?" tanya Yuhan
"bisa kami menggeledah?"
"atas perintah apa ya?"
"terkait laporan kembali dari pihak bangtan kasus pembocoran scedule"
"apa apaan, saya tidak tau apa apa pak"
"iya, tapi tetap bisa kami berikan waktu untuk memeriksa?"
"buktikan jika memang bukan anda dengan membiarkan kami menggeledah, karna jika tidak maka semakin kami curiga kepada anda"
"oh ya sudah silahkan, saya tidak melarang, saya kan hanya tanya atas pemeriksaan apa, silahkan saja lanjutkan pemeriksaan" jawab Yuhan dengan yakin
sekitar lima polisi menggeledah semua rumah Yuhan dan tidak mendapatkan bukti apapun, secuil apapun tidak terbukti Yuhan pelakunya
"bagaimana? apa sudah banyak kalian mendapatkan yang kalian mau? seberapa banyak?" tanya Yuhan
"bisa kami meminta untuk menggeledah seluruh isi hape?"
"silahkan"
Yuhan memberikan seluruh barangnya, mulai dari tiga hape dan satu laptop tapi masih tidak ada yang dicari dan didapatkan untuk membuktikan Yuhan yang bersalah
"dapat berapa bukti? seratus?" tanya Yuhan
"maafkan kami nuna" kata komandan polisi mengembalikan barang barang Yuhan
"loh kenapa? saya tanya belum dijawab pak, berapa banyak bukti didapat setelah menggeledah semuanya?" tanya Yuhan
empat polisi biasa dengan satu orang komandan disana hanya diam karna merasa bersalah telah menuduh
"saya tuntut balik mereka" kata Yuhan menatap tajam kepada komandan kepolisian
"bisa dikatakan baik baik kok nuna"
"apa waktu mereka melapor kepada kalian, kalian mencegah dan meminta agar bicara baik baik? kalau iya, tidak mungkin anda sampai disini dan menggeledahku"
"iya, kami mengakui kesalahan nuna"
"kalian tidak salah, saya paham ini satu dari kesibukan"
"lalu apa kamu masih menuntut?"
"masih, saya akan memproses, jika kalian tidak bisa, saya akan membayar pengacara ATAS PENCEMARAN NAMA BAIK" kata Yuhan
"nuna, bisa kami pertemukan kembali dengan agenci bangtan dan bangtan kok untuk mediasi"
"tidak! dirumah saya sudah ada cctv dan ada semua saksi mata dirumah saya, saya minta maaf juga kepada kalian, saya tetap angkat masalah ini dengan tuduhan dan pencemaran nama baik" kata Yuhan
Yuhan pun masuk kerumahnya dan menemui Unji yang baru saja dari membantu staff secret work dalam pekerjaan nya
"Unji, bisa kah kami mencarikan saya untuk pengacara?" tanya Yuhan
"pengacara? kasus tadi apa mau diperpanjang?"
"tidak, semua tidak terbukti kan, bukan diantara kami kan yang menjadi dalang sasaeng penyebaran itu? saya menuntut balik" kata Yuhan
tengah ribut, Boseo datang kerumah Yuhan sendirian
"ada apa lagi nuna?" tanya Boseo
"Bo.. kapan kamu datang?"
"ini, tadi sih, ada apa kok ribut mau cari pengacara?"
Boseo ternyata memiliki kenalan pengacara
"oh kalau begitu, saya tau siapa yang bisa membantu mu" kata Boseo
"oh ya? siapa?"
"pak Woohe" kata Boseo
"Woohe? siapa itu?"
"loh kamu lupa? dia satpam utama loh dulu di kantor kita kan"
"ahh, aku tau dia Woohe tapi hubungannya sama dia apa? bukannya dia mantan satpam biasa? ya kepala satpam sih"
Woo Hae atau biasa dipanggil Woohe adalah mantan kepala satpam kantor Yuhan
Boseo menjelaskan Woohae memiliki sertifikat resmi tentang dirinya sebenarnya adalah pengacara handal
tapi ia membanting setir bekerja sebagai satpam biasa sampai akhirnya diangkat sebagai satpam utama dan sempat juga menjadi staff dibalik menja kerja sesaat sebelum perusahaan diganti rumah makan oleh Boseo dan Naryu
"lah, kamu lupa ya? kalau pak Woohe itu sebenarnya pengacara?"
"tidak, sungguh, aku baru tau"
"padahal ketika melamar juga, aku sudah melihat jam terbang dan pengalaman pak Woohe ini, dan memang terbilang dia pengacara"
"apa kamu ada kontaknya?"
"masih"
Boseo membantu Yuhan untuk bertemu dengan Woohae dan besoknya lah mereka bertemu
"nona? apa kabar?" sapa Woohae
"baik pak, waah lama sekali tidak bertemu"
"ehh kenapa kamu memanggilku pak?"
"aku sudah dengar soal kamu, aku lupa sungguh tentang dulu kamu adalah pengacara"
"ahh tidak masalah, coba ceritakan apa masalahmu yang bisa ku bantu?"
saat bertemu, Yuhan menjelaskan semuanya untuk tuntutan pencemaran nama baik dan tuduhan kepada Yuhan
"okeh serahkan semuanya" kata Woohae
"kamu serius? waah terimakasih ya"
"yaa nona, aku akan berjuang untuk membela mu hidup dan mati, karna kamu mantan bos paling baik sepanjang masa"
"ahh bisa saja kamu ini"
mereka mulai intens lagi berhubungan, dan tiba kepada saat pemanggilan untuk pertemuan pembahasan masalah ini, bangtan tidak bisa datang, hanya ceo dan beberapa staff utama agenci
"silahkan duduk" kata Woohae
"maaf, saya tidak mau melanjutkan"
yang datang hanya Kwan, Tanwoo, Jijun, manager Sejin dan ceo pastinya
Yuhan tiba tiba menolak melanjutkan dan meminta sampai lengkap semua yang datang
"kami sudah lengkap, siapa yang kamu tunggu?" tanya ceo
"bangtan, aku tau mereka termasuk dalam sini, jangan menutupi mereka dari ke-murka-an saya"
"tolong jangan bawa mereka Yuhan, mereka tidak bersalah" kata Kwan
"mereka tidak termasuk dalam masalah ini Yuhan, biar kami" kata ceo
"saya tidak peduli, saya yakin mereka masuk dalam tuduhan kepada saya"
"apa kamu tega nanti nama bangtan buruk?" tanya Tanwoo
"apa kamu juga lebih tega bagaimana mereka dan kalian menuduhku padahal bukan aku yang melakukannya"
"kami tau, bisa kok bicarakan sulu baik baik disini Yuhan, kami akan mengakui kesalahan menuduh ini" kata Sejin
"sekali dan terakhir saya katakan, maaf" kata Yuhan
"aku percaya kamu masih memiliki hati dan perasaan untuk peduli kepada bangtan dan kami" kata Kwan
"anda salah, itu saya yang dulu, lihatlah saya yang sekarang, saua berbeda sudah, tolong ya jangan mengalihkan pembahasan tentang pencemaran nama baik yang kalian lakukan kepada saya" kata Yuhan