
"kita beberapa hari kesini, tidak ada apa apa, mungkin bukan ini rumah Yuhan" kata Hajun
"aku yakin ini rumahnya kok"
"kalau yakin, coba turun saja, aku tidak yakin soalnya, berapa hari loh kita kesini"
"tunggu saja"
mereka selalu menunggu dua jam perharinya hingga tak lama sebuah mobil juga masuk ke rumah itu karna gerbang terbuka
itu adalah Yuhan, mereka melihat jelas jika itu Yuhan, Yuhan saat itu memang baru dari kirim baju kotor ke laundry seperti biasanya ia juga balik kerumahnya sebentar
mereka berdua jadi yakin itu adalah rumah Yuhan
"aku bilang apa kan, benar kataku ya" kata Munha
"ayo turun" kata Hajun
"jangan lah dulu, dia akan menolak kita mentah mentah kalau terburu"
"ya kita gak terburu juga dia tetap akan menolak kita kan"
"iyaa tapi tunggu"
saat Yuhan keluar lagi
mereka malah jadi bagi tugas
"gimana kita bagi tugas? kamu pergi ikuti Yuhan kemana saja, aku disini menanyakan pada orang dirumah itu" kats Munha
"lalu kamu bagaimana kalau aku tinggal ikuti Yuhan?"
"nanti kalau sudah dapat kemana pergi Yuhan, kamu kesini lahi jemput aku"
"baiklah"
Munha turun dan menyapa ketiga teman Yuhan dirumah itu
"selamat siang" sapa Munha
"sii.. siang?" sapa Jazlyn kaget
"siang, cari siapa ya?" tanya Misilia
"ini bener ya rumah Yuhan?"
Misilia dan Jalzyn saling melirik, ia bingung mau jawab apa, karna mereka merasa asing dengan perempuan didepannya
"saya Munha" kata Munha
"aah, salam kenal bibi, saya Misilia, tapi saya rasa bibi salah alamat, ini rumah saya" ucap Misilia
"bukan rumah Yuhan? saya pernah melihat Boseo kemari dan juga tadi Yuhan baru dari sini, katanya Yuhan tinggal disini"
"emm, memangnya kalau boleh tau bibi siapa?" tanya Nania
"saya ibu kandungnya Yuhan" kata Munha
seketika itu mereka bertiga saling tatap satu sama lain dan kaget
disini mereka belum tau siapa Munha, hanya tau cerita tentang Yuhan bukan anak dari Yangsi dan Hongjuan
melihat sekilas ketiga nya merasa yakin itu ibu Yuhan karna memang mirip dengan Yuhan
sementara Munha mengenalkan dirinya, menceritakan pengalaman versinya selama ini meninggalkan Yuhan sampai datang kembali hadir dikehidupan Yuhan
sementara itu pula Hajun mengikuti Yuhan
sampailah Yuhan di apartemen miliknya, bukan apartemen Namjoon ya, tapi apartemen Yuhan karna disana sangat ketat, jadi tidak akan ada yang bisa masuk ataupun sekedar tanya siapa saja pemilik unit di gedung apartemen itu
"pak, permisi, saya mau tanya soal gadis baru saja masuk? dikamar berapa pak?" tanya Hajun
"maaf pak, saya tidak bisa memberitahu karna anda tidak bisa masuk" kata satpam jaga
"loh kenapa ya pak, saya kan ada perlu didalam, baru saja gadis masuk itu anak saya"
"iya itu tugas saya, apartemen ini memang memberlakukan ketat sekali"
"yasudah kalau boleh tau, apa ada gadis tinggal disini bernama Yuhan dan tinggal dengan siapa saja gadis bernama Yuhan itu disini?"
"iya pak, maaf pak, pihak kami tidak memberikan informasi kepada siapapun tentang siapa siapa saja yang memiliki unit di apartemen ini" kata satpam
terus melakukan negosiasi agar satpam memberitahu tapi memang itulah aturan yang harus ditegakkan
ya Hajun akhirnya pulang saja takutnya Munha menunggu, yang penting ia tau dimana apartemen yang Yuhan sering datangi
sejak itulah Hajun Munha sering datang kerumah Yuhan membantu tiga teman anaknya untuk mengurus semua hewan peliharaan disana
saat datang setelah seminggu kemudian nya
"ini semua peliharaan Yuhan ya?" tanya Hajun
"iya paman, semuanya, cuma kami yang mengurus karna Yuhan kan sibuk"
Hajun Munha membahas semuanya disana tentang hewan peliharaan Yuhan, tentang makanan nya, tentang posisi mereka dirumah Yuhan juga
Hajun dan Munha sebenarnya orang yang baik, mereka cukup ramah dan bicara dengan asik dengan banyak orang asing
hingga suatu hari dimana Munha dan Hajun sepakat membawa Bowni dan Beckly kerumah Yuhan dan menitipkannya disana
"ini peliharaan bibi sama paman ya?" tanya Nania
"iya, ini Bowni, ini Beckly, dia bahkan lebih tua usianya di atas Yuhan" kata Munha
"waah sangat tua sekali dong, saya pikir hanya Bobe dan Nickly tertua disini"
"loh jadi Bobe dan Nickly disini?" tanya Hajun
"iya lah paman, ini sangkar Bobe dan Nickly, katanya mereka itu lahir ketika Yuhan lahir"
mereka jadi membasa Nickly, Bobe, Bowni dan Beckly
Munha menjelaskan Bowni peliharaannya yang menikah dengan peliharaan Hajun yaitu Beckly lalue lahirkan Bobe dan Nickly
Hajun menceritakan dulu memang sempat memberikan Bobe dan Nickly kepada Yangsi untuk diurus ternyata diurus Yuhan
Misilia, Jazlyn dan Nania berganti menjelaskan tentang Bobe dan Nickly yang mereka ketahui, bahkan tentang Bobe dan Nickly yang menua bersama tapi tidak juga dapatkan bayi dikehidupan mereka
"waah terharu jadi bisa bertemu mereka" kata Munha
"iya, aku pikir tidak bisa lagi bertemu dengan Nickly dan Bobe lagi" kata Hajun
"kalian juga tau sejarah nya mereka ya bi" kata Nania
"ya lah nak, kami paling tau malah bahkan lebih tau dari Yuhan" jawab Munha
Munha dan Hajun terharu ternyata Bobe dan Nickly diurus oleh Yuhan dengan baik, bahkan sampai tua
ketika suatu hari dimana rutinitas Munha dan Hajun sempatkan ke Yuhan
ternyata Boseo sudah datang lebih awal
sama dengan Yuhan, Boseo menyadari kandang paling belakang ada penghuni nya
"nuna, sejak kapan ada harimau ini?" tanya Boseo pada Jazlyn
"itu.." ucap Jazlyn terputus
karna kedatangan dari Munha dan Hajun
"itu milik kami nak" kata Munha
"ohh, emm" ucap Boseo melirik arah Jazlyn
"kamu Boseo?" tanya Hajun
"iya.. saya Boseo"
"saya Hajun, kenalkan, saya ayah kandung Yuhan, dan ini ibu kandungnya"
"wooh?" ucap Boseo kaget
Boseo juga baru bertemu dengan orang tua Yuhan hari itu
sama dengan Jazlyn, Nania dan Misilia, Boseo juga langsung percaya mereka mengakui Yuhan anak mereka, karna mereka sama dengan Yuhan
Yuhan memang perpaduan antara Hajun dan Munha, jadi ketika melihat Hajun dan Munha benar benar akan melihat satu orang manusia yaitu Yuhan
disinilah Boseo berkenalan dengan Hajun dan Munha pertama kalinya
setelah berkenalan lama, Munha Hajun pamitan balik, Boseo masih dirumah Yuhan itu
"Bo.. gimana ini, mereka sering datang kesini loh, bahkan menitipkan hewan peliharaannya" kata Jazlyn
"iya kah? apa nuna sudah tau soal ini?"
"ini masalahnya, Yuhan tidak tau, kami bingung mau menceritakannya bagaimana" kata Jazlyn
"jadi nuna belum tau?"