You Should Be Me

You Should Be Me
206



"apanya kasihan? kasian pada siapa kau?" tanya Tanwoo


"ya Hyun, kamu tidak tau apa bagaimana pandangan staff lain kepada Hyun? dia dapat imbasnya masalah Hyo" jawab Aekyo


"emang beneran ya?"


"iya lah, kamu terlalu sibuk"


"ya kali, harusnya Hyun sepertiku lah, aku gini, mana peduli mau staff lain gimana kepadaku, aku kan tau sendiri, orangnya keras, pengatur banget"


"iya kan kamu beda bukan dia, dia juga bukan kamu"


"oh iya sih"


"beneran aku merasa semua masalah jadi karna ku sih ini"


"hei, jangan bicara begitu lah"


"lah iya, aku merasa begitu"


"jangan sudah, semua takdir sudah lah, kamu ini nanti kaya Hyun pula, merasa bersalah malah pergi"


"ya gak lah, cuma aku merasa aku yang salah juga, kan semua juga atas campur tanganku"


"iya, tapi sudah terjadi kan, mau mengulangnya bagaimana?"


"iya juga"


"tapi kamu tenang saja sih, pembuat masalah nya juga sudah berhenti" jelas Tanwoo


"ahh, bagaimana?"


Tanwoo juga menjelaskan dimana sehari setelah lepasnya Hyunsoon dari kantor, Hyohoon juga memutuskan untuk berhenti


"ahh jadi berhenti? bagus lah, kenapa gak dari awal" kata Aekyo


"ya kalau dari awal kan kita gak tau siapa Yuhan, karna dia kuga kan membuat kita tau bagaimana Yuhan?" jawab Tanwoo


"iya bukan gitu, maksudnya awal Yuhan berhenti gitu, sekalian dia pula berhenti gitu"


"iya sih"


"gila dunia kalau cuma masalah cinta" gerutu Aekyo


Tanwoo mendengar itu langsung menoleh kearah Aekyo dan menatapnya


"kenapa?" tanya Aekyo


"kamu kenapa bilang tadi?"


"bilang apa? gila dunia kalau cuma masalah cinta, itu?"


"iya, kan memang sejak dulu, dunia jadi gila hanya karna cinta"


"siyeeh pengalaman sekali kau rupanya"


Y20*


"memangnya kamu tidak?" tanya Tanwoo


"tidak, aku pacaran saja tidak pernah, bagaimana mau merasakannya?"


"tapi pernah suka kan pada pria?"


"iya lah, aku normal lah"


"iya bukan masalah normal, aku tau soal itu, tapi apa kamu tidak pernah gitu menyukai melebihi sahabat atau teman biasa pada pria lain?"


"siapa? gak ada"


"memangnya padaku seperti apa perasaanmu?" tanya Tanwoo


"biasa lah"


"oh biasa ya?"


"dih kenapa tanya gitu tiba tiba, kita bahas berhenti pekerjaan nya Hyun dan Hyo kenapa pergi bahas aku?"


"aku suka sama kamu, tapi kamu mengatakan gitu, kurasa percuma kan kalau aku perjelas"


Aekyo seketika terdiam, ia kaget ucapan Tanwoo seperti sangat terdengar di telinganya, Aekyo tau bagaimana Tanwoo tidak akan pernah prank, bercanda, menggodai nya saja, Tanwoo adalah tipe pria yang jika mengatakan A ya ia memang A, tidak akan ia mengatakan B atau C, paham kan?


"kenapa diam? kurasa benar kan kataku?" tanya Tanwoo melirik Aekyo


"benar, tapi kurasa kamu kurang tepat mengatakannya padaku, aku biasa saja berarti aku sangat nyaman dan no think to lose"


seketika itu Tanwoo menoleh karah Aekyo dan menyentuh kedua pipi Aekyo


"buktinya aku bisa membuka diri kepadamu padahal pada yang lain aku menutup diri, kamu tau bagaimana introverd akan diam dan susah terbuka tapi padamu?"


"jadi gimana? mau gimana kelanjutannya?" tanya Tanwoo


"lah tanya aku? kenapa tanya aku, semua kan keputusan di kamu, aku mah iya iya saja"


"ya sekarang aku tanya, mau tidak kamu jadi pacarku?" tanya Tanwoo


"ya mau" kata Aekyo


"beneran?"


"masih tanya"


"ya beneran gak?"


"beneraaaan, memangnya kamu lihat aku se-bercanda itu?"


Aekyo dan Tanwoo resmi berpacaran saat itu, mereka akhirnya ada pada titik paling akhir dimana perjalanan cinta mereka berlabuh


yaa.. banyak waktu dan kisah mereka jalani bersama untuk menjalin kedekatan


mulai dari awal kenal,


lalu Tanwoo mencoba pendekatan,


tapi Aekyo masih tertutup padanya,


sampai akhirnya terbuka juga,


Aekyo pun mulai merasa nyaman,


dan saling sharing pengalaman dalam kehidupan,


hingga akhirnya takdir menyatukan mereka.


mungkin dihari kebahagiaan Tanwoo dan Aekyo karna menjadi pasangan baru, tapi disisi lain ada Namjoon tengah merasakan bagaimana kehancuran itu masih terasa


bagaimana dahsyat nya rasa sakit kehilangan padahal hati masih sangat mencintainya


habis sudah masalah yang berkaitan dengan Hyunsoon dan Hyohoon di kantor agenci


masalah baru datang dimana media pemberitaan semakin banyak membahas tentang bangtan dan membocorkan banyak skandal yang harusnya tidak di publikasikan


mulai dari rumor kencan empat bangtan yaitu Jimin, Taehyung, Seokjin dan Hoseok


lalu berita mengenai bocornya beberapa jadwal kegiatan bangtan kedepannya membuat tempat yang akan dipakai malah menjadi rusuh karna terlalu banyak yang membuat masalah disana, juga terlalu banyak yang datang hanya untuk merusuh


juga ada berita tentang bocornya bangtan yang akan menjadi brand ambasador makanan Junkfood membuat pesanan membludak dan setiap hari kehabisan stok, lalu bagaimana mau di promosikan untuk di iklan kan oleh bangtan kalau sudah habis terjual


dan masalah terakhir ini juga mengalami hal yang sama di acara bangtan yang akan meng-iklan kan merk baju dan tas ternama dan juga sepatu dan tas sport juga


"ini kerjaan sasaeng lagi sih" kata Seokjin


"apa iya ini kelakuan Yuhan lagi?" tanya Hoseok


"ahh mungkin, itu pasti dia, dia kan sudah lama bebas dan kurasa ini pembalasan dendamnya" jawab Yoongi


"ah masak iya? apa dia tidan jerah kemarin kita tuntut?" tanya Jungkook


"harusnya dia tidak berani lagi melakukan ini" kata Jimin


"tapi kemungkinan ini kelakuannya" kata Taehyung


"kenapa kamu bilang gitu?" tanya Seokjin


"ya bisa saja kan dia memang mau membalaskan dendam, secara dia adalah sasaeng paling licik selama aku berkarier di dunia ini" kata Taehyung


"aku pikir itu juga kan tadi" jawab Yoongi


jadi tiga member (Hoseok, Yoongi, Taehyung) berpikir itu adalah ulah Yuhan tapi tiga sisanya (Seokjin, Jimin, Jungkook) belum yakin karna tidak akan mungkin Yuhan seberani itu bagaimana juga Yuhan bertindak


tapi ditengah tengah kedua pihak yang antara percaya atau tidak itu perbuatan Yuhan, ada Namjoon yang tidak tau ia mengarah kemana tentang masalah ini


sama sekali ia tidak bisa mengatakan pendapatnya disana terkait masalah penyebaran jadwal iklan itu sampai mem-bludak gila gilaan


akhirnya pihak agenci pun mendapatkan berita itu langsung mencari tau siapa saja dalang yang terkait pemberitaan ini


yang mereka ambil langkah pertama adalah pergi mengkonfirmasi dulu pada kepolisian untuk pengaduan terkait masalah itu


bangtan full member dan lima staff bangtan yaitu Tanwoo, Kwan, manager Sejin, Jijun dan terutama ceo pastinya, datang ke kantor kepolisian


"silahkan pak, ada yang bisa saya bantu atau yang mau dibahas?" tanya komandan kepolisian langsung