
"jelas akan memilih bibi nya lah dia, biar appa kasih tau, Sungwan adalah orang yang berpengaruh di karier Heechul dan kakak perempuannya, itu utama, Sungwan juga berpengaruh dalam membantu Naryu kok, dia banyak membantu orang"
"ya aku tidak peduli bagaimana dia pa, kupikir melihat bagaimana sikap Heechul selama bersama ku akan membuat dia memilih aku mau bagaimana badai menerpa kita"
"maafkan appa ya nak" kata Hajun
"tapi lihatlah kenapa imbasnya kepadak? itu kan urusan appa dengan dia?" tanya Yuhan
"ya karna Sungwan pasti sudah tau soal kamu anak aku dan Sungwan tidak akan melepaskan keponakannya dengan kamu lah, apalagi tau kamu anak appa"
"terus kenapa appa pendam semuanya sampai terlambat begini hubungan ku dengan Heechul sudah cukup jauh?"
"appa sempat bicarakan ini dengan amma, bahkan appa bahas sama Yangsi mam dan Juan pap" jawab Hajun
"kenapa semua ini sejauh ini sampai seperti ini? aku gak ngerti sama masalah kalian dulu dimasa lalu, tapi kenapa sekarang hubunganku kena imbasnya juga" ucap Yuhan kesal
"maafkan kami nak, kami juga tidak mau sebenarnya" jawab Munha
"lalu keluarga amma? jelaskan juga semuanya ma disini, biar tuntas semuanya sekalian" jawab Yuhan
Munha melirik arah Hajun, Hajun mengganggukkan kepalanya dan barulah Munha menjelaskan semuanya
Munha mulai lah menjelaskan terkait keluarganya bersama Sangja kepada Yuhan semuanya ia buka tanpa ada ditutupi lagi agar Yuhan kedepannya juga tau bagaimana keluarga Munha dan tidak lagi salah seperti hubungannya dengan Heechul sekarang
"jadi anak amma juga dua dan semua laki? seperti appa dong?" tanya Yuhan
"iya, kedua duanya anak laki laki, ini alasan Hajun appa, dan amma juga berat kepada kamu"
"aku?"
"ya karna amma tau kamu anak kami perempuan satu satunya, dan anak perempuan itu pasti akan menjaga dan menemani orangtuanya dibandingkan dengan anak laki laki, dimana mereka akan menikah dan meninggalkan kita" jelas Munha
"tapi biar kamu tidak salah paham saja, kami juga memilih meninggalkan pasangan dan anak karna kami disituasi kesulitan ditengah mereka" jelas Hajun
"kesulitan yang bagaimana?"
"hubungan dengan anak renggang karna anak anak kan semua pria, sibuk pekerjaan dan dunianya, sementara hubungan dengan pasangan juga tidak lagi baik baik saja" jelas Munha
"jadi hanya aku anak perempuan kalian? dan kalian memilih tinggal bersamaku dibandingkan mereka?" tanya Yuhan
"iya jelas itu, kamu anak perempuan yang akan bisa kami jadikan pegangan" kata Hajun
"soal itu akan Yuhan bahas belakang pa, tapi sekarang Yuhan ingin membahas soal anak laki laki amma? se-usia kah dengan anak anak Hajun appa?" tanya Yuhan
"anak amma juga laki laki dan usianya hampir sama dengan anak Hajun appa, tapi anak anak amma masih dibawah usia anak anak appa setahun dua tahunan" jelas Munha
"oh ya? berarti masih diatasku ya? karna Shinje dan Deshin diatasku, karna mereka se-usia dengan Heechul" jelas Yuhan
"iya, dibawahnya"
"kok perasaanku masih mengganjal soal anak amma? coba sebutkan siapa nama mereka anak anak amma itu?"
"Jungji dan Yungju"
"wooh serius amma?" tanya Yuhan kaget bukan main
"itu anak kandung amma dengan suami amma yaitu Sangja" jelas Munha
"maa.. biar aku jelasin"
"kenapa? kamu kenal sama mereka berdua? gak kan? gak mungkin" kata Munha
"Yuhan kenal mereka ma, Yuhan tau siapa mereka, Jungji dan Yungju adalah sepupu dari sahabat aku di kantor lama aku dulu"
"wooh kamu serius? terus terus?"
"ya aku sama mereka berdua sempat berkenalan ma bahkan dekat"
"bagaimana awalnya?"
Yuhan mulai menjelaskan bagaimana dari awal ia kenal dengan Jijun sampai akhirnya jadi kenal dengan Yungju dan Jungji
"ahhh Jijun, iya aku tau dia, kenal banget" kata Munha
"dia keponakan amma?"
"kemungkinan sama dengan Deshin dan Shinje itu, mereka disitu tidak kenal siapa Yuhan sebenarnya" sambar Hajun
"ih mungkin, tapi mereka tau tidak kamu anak siapa?" tanya Munha pada Yuhan
"ya tau, Jijun tau, sahabat aku itu, dia taunya aku anak dari Yangsi mam dan Juan pap" jawab Yuhan
"ahh iya bener, mereka tidak tau kamu berarti" jawab Munha
"sampai sekarang apa mereka belum tau?" tanya Hajun
"ya tergantung, memangnya kamu sama mereka atau sama Jijun itu dekat banget sampai sekarang?" tanya Munha pada Yuhan
"tidak, sudah lama, terakhir aku berhenti dari pekerjaanku dari agenci lama kantorku, yaa berakhir nya aku sama Namjoon"
"oh, ya lama, sejak itu sampai sekarang gak ada kontak?" tanya Munha
"sudah tidak ma"
"kenapa?"
"ya karna masalah aku dengan Namjoon, berakhir hubungan kita, buat apa juga dilanjutkan masih dekat sedangkan Jijun kan bagian orang dekat Namjoon"
"oh iya sih"
semua pembahasan berakhir dimana Yuhan akan memperjuangkan Hajun dan Munha untuk menjadi orangtua kandung nya dengan utuh
"jadi sekarang Yuhan mau tanya soal keluarga kalian masing masing, kalian memilihku dibandingkan anak anak kalian itu?" tanya Yuhan
"iya, kenapa memangnya Yuhan?" tanya Munha
"aku akan menerima kalian kalau kalian benar benar menyelesaikan semua hubungan kalian dengan suami dan istri kalian"
"iya, kami sudah mempersiapkan itu kok" jawab Munha
"iya bener, kami menunggu panggilan sidangnya saja" jawab Hajun
"kirim ulang berkas itu lagi ke pengadilan"
"oh gitu? yasudah kami akan buatkan" jawab Hajun
"Yuhan akan datang dipersidangan perceraian kalian berdua"
"wooh, serius kamu nak?" tanya Munha
"iya serius, sekalian sudah semua tau kebenaran siapa saya adalah anak kalian, jangan bilang kalian keberatan mengakuiku?"
"sama sekali tidak ada kami keberatan, sama sekali, kalau itu mau kamu, kami turuti kok, memang niat kami ingin tinggal bersama anak perempuan kok" jawab Hajun
"setelah selesai perceraian kalian masing masing, lakukan pernikahan"
"wooh, kamu ini bicara serius tidak?" tanya Munha
"serius ma, aku bayar semua tagihan pernikahan kalian"
"bukan soal itu, tapi kenapa tiba tiba excited begitu?" tanya Munha
"aku hanya ingin keluarga utuh, sekalian menghancurkan orang orang yang berusaha menghancurkan hubunganku sehingga pernikahanku berakhir" jawab Yuhan
seketika itu mereka berdua paham apa dan siapa dimaksud oleh Yuhan yaitu Sungwan
"nah sekarang terus bagaimana hubungan kamu dengan Heechul?" tanya Hajun
"ya selesai pa" jawab Yuhan
"berarti kamu sudah merelakannya atau belum?"
"atau kamu masih marah kepada kami?" tanya Munha
"yaa merelakannya lah, lihatlah semua sudah berakhir, dan mau apa lagi kan?"
akhirnya Yuhan memilih merelakannya saja, merelakan berakhirnya hubungannya dengan Heechul, bagaimana lagi? mau dipertahankan juga sebuah ketidak mungkinan