You Should Be Me

You Should Be Me
10



"kalian balik ke apartemen tidak menunggu ku? aku malam nanti datang sudah kalau sekarang aku tidak bisa antar kalian" kata Hongjuan


"ahh tidak usah, kalau kau sibuk kerjaan tidak masalah, lanjutkan" kata Munha


"iya, ada aku kok" jawab Hajun


"baiklah, alu tinggal ya, bye sayang aku pergi" kata Hongjuan mencium kening Yangsi


tinggallah Yangsi dengan Hajun dan Munha yang akan bersiap pergi ke apartemen


"eh, ngapain mengeluarkan Bowni dan Beckly?" tanya Yangsi


"aku bawa ke apartemen juga lah, masak tinggal disini" jawab Hajun


"biarkan disini, aku mengurusnya"


"tapi mendingan kita bawa, aku tidak bisa tidak bersama Bowni, apalagi aku sudah sayang juga sama Beckly" jawab Munha


"iya, kami tidak mau banyak jadinya merepotkanmu lebih jauh" jawab Hajun


Bowni Beckly akhirnya ikut kembali keapartemen


beberapa hari berikutnya, Munha baru juga bangun dari tempat tidurnya dan menuju ketoilet, ia melihat Beckly tidur di sofa dalam kamar tidur apartemen


tapi ketika Munha masuk toilet, Beckly terbangun dan berlari kearah Bowni tapi Beckly malah balik kekamar dan membuat gaduh kepada Hajun yang masih tidur, Hajun jadi terbangun dan Beckly langsung mengajak agar Hajun mengikutinya


Hajun mengikutinya dan sampai pada kamar satunya, ia begitu kaget karna melihat Bowni berlumuran darah


"Bowni?" ucap Hajun langsung membuka matanya


sementara Yangsi langsung keluar dari toilet melihat tidak ada siapapun, ia berpikir kegaduhan Beckly tadi hanya membangunkan Hajun mengajak bermain pagi


tapi Hajun malah berlari kepada Yangsi dengan ngos ngosan dan menjelaskan keadaan Bowni.


Munha berjalan kekamar Bowni jadi kaget juga, langsung ia menelfon Yangsi.


Yangsi mendengar kabar itu seketika meninggalkan segala pekerjaannya dirumah, ia tanpa beres beres tanpa ganti baju dan membawa tas, ia membawa alat medisnya saja


sesampainya di apartemen..


Hajun membukakan, Yangsi berlari dan memeriksa Bowni


Yangsi membersihkan perut Bowni yang memang keguguran, lalu membawa ke dokter lain untuk memeriksa lebih jelas dan detailnya diikuti juga oleh Hajun dan Munha


setelah semuanya beres, dokter hewan juga memeriksa dengan baik dan memberikan arahan, baru Bowni boleh pulang


disini lah dimana ketakutan Hajun dan Munha terjadi, dimana keduanya tau Yangsi akan begitu marah besar kepada mereka


tapi Yangsi masih menjaga diri karna tau disana adalah tempat umum, banyak hewan lain tengah sakit dan berobat jadi ia harus jaga sikap


"pulang kerumah ku saja" kata Yangsi


"iya, emm kami?" tanya Hajun


"terserah" jawab Yangsi singkat


Hajun Munha sebenarnya tidak ikut tidak masalah tapi ia tidak mungkin angkat tangan soal Bowni, bagaimana pun keduanya harus ikut dan membantu Yangsi mengurus soal Bowni


sesampainya dirumah Yangsi..


setelah menidurkan Bowni dan keluar dari sangkar


"kan sudah kubilang apa juga" ucap Yangsi dengan nada keras


keduanya diam karna tau mereka salah..


"Munha itu lagi hamil, mau memerhatikan Bowni gimana dirinya saja butuh perhatian" kata Yangsi


masih keduanya diam tanpa menjawab apapun


mengingat baik Hajun atau Munha adalah tipe yang akan selalu menjawab apa saja untuk pembenaran diri tapi kali ini mereka mengakui kesalahan dengan diam mendengar banyak kemarahan ucapan Yangsi karna mereka benar benar merasa bersalah atas kejadian ini juga


"baiklah, sekarang biarkan dia tidur dan beristirahat disini bahkan tinggal disini selama kehamilan Munha" kata Yangsi


"tapi kami hanya takut merepotkanmu" jawab Munha


"tidak lah, kalau begini bukan merepotkan tapi menyakitkan bagiku"


"yaa, kami lain kali akan lebih berhati hati" jawab Hajun


"bisaa, itu bagus, dan memang harus dilakukan, oh sama satu lagi, Hajun antarkan Munha balik ke apartemen biar bisa istirahat lalu kamu bawakan Beckly kemari lagi"


"Beckly?" tanya Hajun


"iyaa, aku gak mau Bowni merasa sendirian, bawakan dia, kalau tidak mau aku yang datang"


Hajun menurutinya saja, ia membawa Munha keluar dan balik ke apartemen mereka, lalu membawa Beckly kerumah Yangsi


"sudah lah, urusan mereka berdua jangan kuatir, aku akan mengurusnya" kata Yangsi


"maafkan aku Yangsi, banyak sekali merepotkanmu" kata Hajun


"yaa, kamu baru sadar itu? jadi turuti saja aku" kata Yangsi


Hajun pergi sementara Yangsi bertugas mengurus dua peliharaan temannya itu bak anaknya sendiri ia merawat Bowni dan Beckly


waktu berganti hingga melewati banyak hari, kandungan Munha sudah masuk bulan kelima yang artinya sudah semakin terlihat besar perutnya ia kandung


diam diapartemen tanpa kerjaan Munha bosan tapi hanya itu ia bisa lakukan, ia mengerjakan pekerjaan kantornya juga melalui telfon yang ia serahkan pada sekertaris pribadinya


sementara Hajun sedikit lebih bebas dari Munha karna masih bisa keluar apartemen walaupun untuk membeli makan untuknya atau untuk Munha atau sekedar berbelanja kebutuhan dapur di market


seiring berjalannya waktu, ketika Munha dan Hajun tidak ada kerjaan, baru lepas nonton drama, disini keduanya sama sama merasakan bahwa sudah tidak ada lagi cinta seperti sebelumnya


mereka bertahan untuk permintaan Yangsi saja karna sebetulnya perasaan keduanya sudah sama sama hilang rasa


ketika sama sama diam didepan televisi, lalu melihat kearah luar jendela samping pintu balkon yang ada dikamar itu


mereka melihat ke arah jauh memikirkan sedang apa anak anak, sedang apa suami dan istri mereka sekarang, apakah memikirkan keadaan mereka disini


"kita berada pada situasi salah dan sulit seperti ini karna kelakuan kita juga" kata Munha


"hemm, kau benar, aku sedang ada pada masalah besar saat ini"


hanya karna merindukan keluarga masing masing, tapi tak lama Sangja menelfon Munha, Munha mengangkatnya dan pergi kekamar nya untuk mengobrol


hanya mengobrol via telfon kan tidak akan membuat Sangja dan anak anaknya tau soal kehamilannya karna hanya mendengar suara tanpa melihat keadaannya


melihat Munha ditelfon suaminya, Hajun berpikir ia akan menelfon Sungwan, beberapa kali tapi tidak diangkat


tapi kesekian kalinya akhirnya diangkat juga dan mereka juga mulai mengobrol


karna hanya dengan ini sekarang untuk mereka bisa melepaskan rindu mereka


malam hari nya..


ketika tidur, Munha tidak tidur, ia hanya berbaring tapi membelakangi Hajun


Hajun sendiri yang baru masuk kamar dan duduk dikasur samping Munha duduk lalu terdiam, Munha menoleh kearah Hajun


"tidur lah, ini sudah larut malam, apa kau belum mengantuk?" tanya Munha


"kau kenapa belum tidur? ini susah larut, tidurlah, jaga kesehatanmu" ucap Hajun


"aku rasa banyak hal mengganjal, aku belum begitu bisa tidur memakirkannya" jawab Munha bangun lalu duduk dan membelakangi Hajun