
Namjoon hanya melihat tapi lanjut pergi lagi dan sampai di gerbang, Namjoon melihat ada mobil berhenti tak jauh dari mobilnya dan dua pria mendekati arah nya dan Namjoon tau itu siapa
mereka yang datang adalah Hajun dan Munha
"kamu?" sapa Hajun
"emm iya paman, selamat siang" sapa Namjoon
"ini yang dekat dengan Yuhan kan ya?" tanya Munha
"iya, saya Namjoon"
"ahh iya, Namjoon Namjoon itu" jawab Munha
"salam kenal" ucap Hajun
Hajun memperkenalkan diri nya sendiri lebih dulu, lalu mengenalkan Munha
"salam kenal juga paman" sapa Namjoon dengan ramah
"saya ayah nya Yuhan, dan ini ibunya, kandung" kata Hajun
"iya paman, saya sudah tau"
"ahh tau? jauh berarti ya hubungan mu dengan Yuhan" kata Hajun
"yaa lumayan sih paman"
"kamu sudah berapa lama berpacarannya?" tanya Munha
"sudah setahun lebih, hampir setahun setengah sih"
"ahh, sudah cukup lama ya, buat kenal jauh itu juga cukup sih" jawab Munha
"hehe iya"
"apa yang kamu tau dari Yuhan? banyak?" tanya Hajun
"cukup banyak, hampir semuanya tau"
"soal orang tua angkatnya?" tanya Hajun
"paman Juan dan bibi Yangsi? tau!"
"soal kami?" tanya Hajun lagi
"tau juga"
"ahh.. cukup jauh sih memang"
Namjoon harus mengatakan tentang status hubungan ya dengan Yuhan bukan lagi pacaran tapi tunangan, sayangnya tidak ada keluarga Yuhan yang tau memang
"emm, saya bisa bicara penting sedikit saja kasih waktu?" tanya Namjoon
"oh bisa"
Namjoon mulai menjelaskan soal pertunangannya, jadi Yuhan dan Namjoon resmi adalah tunangan tapi hanya dihadapan orang tua Namjoon
"oh ya?" tanya Hajun kaget
"maafkan saya paman, saya tidak memaksa Yuhan atau siapapun agar Yuhan mau menerima lamaran pertunangan dariku" kata Namjoon
"iya saya percaya sama kamu, saya rasa kamu baik anaknya cuma kami kaget karna sejauh ini ternyata, pantas saja kalau kamu tau segalanya tentang Yuhan" kata Munha
"tapi apa Juan dan Yangsi tau soal ini?" tanya Hajun
"saya rasa sih belum juga" jawab Namjoon
mereka setelah membahas semua disana, Munha dan Hajun meminta bantuan kepada Namjoon agar membantu mereka bicarakan baik baik dengan Yuhan agar menerima mereka lagi
"soal itu saya kurang paham paman, bibi, mau bantu yang bagaimana" kata Namjoon
"dengan apapun deh caramu, bantu kami jelaskan, baik baik saja jelaskannya" kata Munha
"emm saya.. tapi saya tidak berjanji ya kalau Yuhan mau"
"apapun deh usaha mu kami terimakasih" kata Munha
"iya bibi, makasih sudah mempercayakanku"
"kami berharap kamu bisa batu kami" kata Munha
"nanti kuusahakan ya paman.. bibi.."
kebetulan ada orang tua Yuhan, Namjoon tanya saja kenapa rumahnya sepi
"oh iya, tapi ini saya lihat rumahnya kok sepi?" tanya Namjoon
"pindah?"
"iya, masak kamu belum tau?"
"emm, saya baru pulang dari luar kota bibi, saya belum kontakkan sama Yuhan memang"
"iya, mereka pindah tanpa berpamitan pada kami" kata Munha
"biar nanti saya bantu cari deh bi, ehmm tapi itu peliharaan nya kok masih ada?"
"itu milik kami"
"ahh, yaudah bi, nanti saya carikan Yuhan ya"
"boleh minta nomor kamu?" tanya Hajun
"boleh, ini paman"
Namjoon memberikan saja nomor hapenya karna bagaimana juga mereka kan orang tua kandung dari tunangannya
setelah mengobrol, taksi jemputan Namjoon datang, Namjoon berpamitan tapi saat Namjoon akan membuka pintu taksi tapi Hajun memanggil Namjoon lagi
"aku berharap kamu bisa jadi pria terbaik buat Yuhan dan bantu aku jaga dia ya" kata Hajun
"pasti paman" jawab Namjoon
"meskipun Yuhan nanti tidak mau menerima saya, tidak apa apa yang penting kamu bisa membantu saya menjaga nya dengan sangat baik" kata Hajun
"pasti" kata Namjoon
Namjoon pun naik taksinya dan pergi...
sementara Hajun dan Munha meletakkan besar berharapannya kepada Namjoon untuk membantunya bicarakan kepada Yuhan agar bisa menerima mereka
ia mengingat kemana lagi Yuhan pergi jika tidak ada dirumah itu?
kepikiran Namjoon pergi kerumah lama Yuhan, rumah waktu Namjoon pertama kali datang dan awal kenal
setelah sampai disana, Namjoon meminta taksi itu menunggu nya saja
tapi rumah itu tidak ditempati, tidak ada orang, masih ada tulisan dijual tapi belum ada yang membelinya karna masih kosong terlihat dari luar
"kemana anak ini" gerutu Namjoon
Namjoon masuk lagi ke taksi dan meminta mya antarkan ke apartemennya saja
sepanjang perjalanan, Namjoon bingung antara mau pulang ke apartemen atau lanjut mencari Yuhan, kalau mencari ya kerumah Hongjuan dan Yangsi atau kerumah adiknya yaitu Boseo
tapi Namjoon tidak mau memperkeruh keadaan, ketika mereka tau malah jadi kuatir tapi jika tidak datang memastikan malah Namjoon yang kuatir
tapi karna taksi terus berjalan hingga sampai lah diapartemen, jadi Namjoon memutuskan pulang saja
sesampainya di kamarnya, ia tidur lagi karna capek habis banyak kerjaan ke luar luar kota malah tidak mendapatkan Yuhan
tapi Namjoon masih tidak mau menelfon Yuhan, ia ingin tau mau sampai kapan Yuhan menghilang tidak ada kabar begitu
disinilah dimana hari ke dua setelah Namjoon balik ke apartemen, Yuhan balik
saat Yuhan sampai, ia bertemu lagi sebenarnya dengan Moonjang tapi sebatas saling menyapa saja
Moonjang tidak mengatakan jika Namjoon mencari Yuhan karna pikirnya Yuhan kan sudah kembali ke apartemen dan pikirnya juga Yuhan sudah tau Namjoon datang
setelah masuk inilah Namjoon mendengar ada suara pintu terbuka, ia kaget tadinya pikir staff apartemen, tapi ia berpikir ada urusan apa mereka datang tapi langsung membuka pintu saja tanpa mengetuk
jadilah Namjoon turun dari ranjang dan melihat keluar kamar itu Yuhan, ia langsung mengomel
Yuhan menjelaskan panjang lebar tapi Namjoon tidak percaya
"beneran, aku serius ini, kujelaskan" kata Yuhan
"gak ada, aku belum percaya sama kamu"
"Nam, apa lagi belum percaya loh?"
"karna aku masih curiga kamu soal apartemen yang waktu itu kita bahas" kata Namjoon
Namjoon curiga nya Yuhan balik ke apartemen yang pernah ia datangi bersama Hyunsoon tapi penjagaannya terlalu ketat itu
Namjoon curiga di apartemen itu banyak rahasia Yuhan yang ditutupi dari Namjoon, hanya di tempat itu juga Namjoon yang belum tau sama sekali dalamnya sementara rumah Yuhan baik rumah lama yang pertama kali beli, hingga pindah rumah ke rumah yang kemarin memang ditinggal oleh Yuhan, Namjoon semua tau
"kenapa diam?" tanya Namjoon
"ya apa yang di curigai situ?"
"selama kita bersama, kamu ajak aku kesana sini, rumah lama, rumah baru, pindahan juga aku tau"