
Jazlyn dan Nania kekeh melarang untuk Hyohoon masuk tapi Hyohoon menelfon Yuhan dan tidak diangkat, beberapa kali memang, Yuhan juga sengaja tidak angkat, ia benar benar tidak mau bertemu Hyohoon
hingga akhirnya Unji datang..
Jazlyn, Nania dan Misilia membukakan pintu pagar untuk Unji lalu Misilia menjelaskan pada Unji itu adalah pria yang mengganggu Yuhan, disini Unji baru tau pada Hyohoon
cukup tampan dan terlihat sepertinya bukan orang biasa saja sih
tapi Hyohoon memutuskan pergi setelah Unji yang meminta, Unji mengatakan pada Hyohoon sebelum Unji berubah pikiran dan marah kepada Hyohoon karna perlakuan Hyohoon, jadi meminta Hyohoon pergi dengan baik baik saja
"silahkan pulang sebelum saya berubah pikiran dan marah" kata Unji
"berikan saya waktu, saya akan menelfon Yuhan sekali lagi, tidak bisa, saya pulang"
Hyohoon menelfon Yuhan lagi, Yuhan kesal, suara telfon berkali kali membuat bising, ia langsung mengangkatnya
"kenapa?" tanya Yuhan
"aku didepan rumahmu, baca pesanku" kata Hyohoon
"kan aku bilang, aku akan menemui mu, bukan sekarang, aku capek"
"okeh, kapan?"
"nanti kukabari lagi"
"okeh"
Hyohoon baru pergi, Yuhan aman, ada Unji bersama nya dan Yuhan kembali kekesibukannya
"siapa dia telfon?" tanya Nania
"apa dia menelfon Yuhan, Unji?" tanya Jazlyn pada Unji
"entahlaj" jawab Unji
hingga suatu hari..
dimana saat Yuhan mengurus pekerjaannya sebagai sasaeng bangtan, jadi ia tidak masalah Unji hari itu tidak masuk kerja sebagai aspri nya, Yuhan pergi sendirian karna penampilan Yuhan ketika jadi sasaeng akan tidak ada yang mengenali yaa kecuali Misilia, Jazlyn dan Nania
itupun Jazlyn Nania hanya tau beda saja Yuhan memakai baju itu tanpa tau apa dilakukan Yuhan tapi Misilia tau semua
"Yuhan, kamu pergi tanpa Unji?" tanya Jazlyn
"iya nanti kalau Hyo melihatmu bagaimana?" tanya Nania
"aman, aku begini tidak ada yang mengenaliku" kata Yuhan
"kamu yakin?" tanya Misilia
"yaa, kalian tenang saja kok, aku ada urusan penting lainnya sih"
"berhati hatilah Yuhan" kata Misilia
"yaa, bye, jangan lupa, bilang aku kerumah mam dan pap, kalau ada yang tanya"
"iyaa"
Yuhan pergi..
"memang apasih yang dikerjakan Yuhan ya?" tanya Nania
"iya ya, aku sering dia memakai baju serba tertutup bahkan dengan topi dan kacamata terkadang masker penutup wajah" jawab Jazlyn
Misilia hanya diam, ia tau apa dikerjakan Yuhan sekarang, bahkan yang Misilia tau, tidak akan ada yang tau siapapun itu termasuk Hyohoon
karna Hyohoon taunya Yuhan hanya menjual, tanpa tau bahkan Yuhan mencari informasi dengan turun sendiri
setelah Yuhan sampai, disalah satu tempat bangtan akan ada acara, tapi malah ketahuan oleh salah satu staff bangtan ketika sedang meliput mereka diam diam
bermula ketika bangtan mengisi acara disalah satu tempat yang tak jauh masih dari gedung agensinya
staff bernama Tan Woo itu cepat cepat memberitahu manager Sejin tapi karna tidak menemukannya karna takut kehilangan jejak jadilah Tanwoo mencari siapapun yang bisa ia lapori dan hanya terdapat bangtan
"bangtan" sapa Tanwoo
"Tanwoo, ada apa kamu terengah engah?" tanya Namjoon
"aku merasa ada yang mengintai kalian, kurasa dia paparazi yang sering membuat berita selalu heboh tentang kalian"
"serius? dimana?" tanya Seokjin
"disana, ayo"
mereka penasaran jadi ikut dengan Tanwoo, Tanwoo memberitahunya
tepat ketika Yuhan akan pergi, Seokjin meneriakinya dan Yuhan menoleh, ia kaget yang memanggilnya adalah bangtan
mereka mengejar tapi kelolosan, tapi sejak tadi Namjoon malah bengong dan kepikiran tentang gadis si paparazi itu, ia merasa seperti tidak asing dengan wangi dipakai oleh gadis itu
"Namjoon" teriak Yoongi
"yaa"
"malah kau diam, mikir apa?" tanya Seokjin
"tidak tidak"
"ayoo"
"yaaa"
mereka pergi, tapi Namjoon terus berpikir soal wangi itu, ia tidak tau dimana ia pernah mencium aroma wangian itu
padahal yang harusnya ia ingat dimana wangi yang sama ketika tangan Yuhan menyentuh tangannya saat pagi itu karna pada saat bersamaan itu setelahnya itu Namjoon menghirup tangan bekas Yuhan menyentuhnya
hari berlalu...
bangtan makin geram atas banyak berita, ia tidak mendapatkan data cukup untuk mendapatkan siapa paparazi yang selalu bisa membuat berita bahkan penuh kebenaran tentang mereka
hari kembali berlalu, pada kesibukan Yuhan sejak setelah hampir ia ditangkap oleh bangtan
ia kembali dengan dua kesibukannya yaitu sibuk menjadi paparazi tetap untuk bangtan dan juga sibuk menjadi pria bernama Hyohoon
seperti janjinya, Yuhan akan menemui Hyohoon dan mereka janjian di tempat dimana terakhir mereka makan berdua
Yuhan tidak pamit pada ketiga temannya dan juga Unji jika menemui Hyohoon, ia juga pergi sendirian dan menemui Hyohoon
mereka pun bertemu dan duduk bersama membahas hal berikutnya antara mereka
Yuhan dan Hyohoon jadi berpacaran tapi keduanya memutuskan untuk menjalani hubungan diam diam saja, Yuhan tidak mau speak up karna memang tidak mau ada yang tau, Hyohoon menurutinya saja yang penting bisa memiliki Yuhan
hari berikutnya...
Yuhan sibuk dengan pekerjaannya dan selalu ditemani oleh Hyohoon, Hyohoon tau pekerjaan Yuhan jadi tidak masalah
"hari ini ke apartemen ku, aku tunggu, alamatnya kemarin" kata Hyohoon
"kenapa harus pergi ke apartemen, kita bisa pergi ke restoran vvip kan"
"kurang bebas disana"
"bebas apa maksudmu, ingat ya Hyo, aku tidak suka kalau kamu main macam macam"
"iya sayang, gak gitu maksudnya kok, tapi kurang bebas aja sih"
Yuhan pergi ke apartemen Hyohoon dan mengerjakan pekerjaannya disana, dan ini pertama kalinya Yuhan datang
sesampainya, Hyohoon ternyata menunggu di lobi
"sayang" sapa Hyohoon
"kamu disini nunggu, kenapa gak didalam"
"kamu kan baru datang"
"emm"
mereka masuk, lalu melihat lihat, dari sejauh ini, dari semua apartemen, memang milik Hyohoon paling mewah
Yuhan duduk didepan televisi..
"aku mengerjakan tugas ya" kata Yuhan
"tugas? tugas apa?"
"biasa lah, bangtan"
"ahh, iya sudah"
saat Yuhan bekerja, menggarap pekerjaannya, Hyohoon memerhatikan Yuhan, Yuhan tidak masalah, tapi ketika Hyohoon mulai memeluk Yuhan, Yuhan bereaksi
"sudah kubilang jangan sembarangan, aku tidak suka Hyo" kata Yuhan
"iya sayang, aku tidak akan mencelakaimu kok, aku tidak berbuat lebih, aku hanya ingin memeluk mu, dan berterimakasih karna menjadi pacarku"
Yuhan kembali fokus pekerjaannya, Hyohoon benar benar tidak berbuat senonoh, hanya memeluk itu hal biasa bagi remaja berpacaran kan
mereka banyak menghabiskan waktu berdua di apartemen, apalagi mengerjakan pekerjaan Yuhan lebih aman di apartemen Hyohoon, tidak akan ada yang ia tutupi dan sembunyikan
singkat kisah, hari berlalu begitu cepat...