
berpelukan cukup lama sampai mereka melepaskannya karna mendengar ada yang datang
Yuhan melihat itu adalah Jazlyn dengan membawa makanan untuk semua harimau
Yuhan keluar ditemani Namjoon, Namjoon membantu Jazlyn membawa kotak makanan yang cukup besar itu
"biar aku bantu" kata Namjoon
Namjoon mengangkatnya merasa itu cukup berat
"kan, gak bisa ini kalau gak Yuhan" kata Jazlyn
"sini aku saja" kata Yuhan
Yuhan bisa angkat box berukuran sedang itu bahkan Namjoon tidak kuat
"apa sih isinya?" tanya Namjoon
"isinya ya daging" jawab Jazlyn
Yuhan mengangkat dari sepeda motor ke kursi yang ada didepan rumah itu, lalu Yuhan membuka dan melihat jenis dagingnya
"yaudah, bener" kata Yuhan
"daging apa itu?" tanya Namjoon
"daging makanan harimau lah" jawab Yuhan
Namjoon tidak mau diam, ia membantu Yuhan mengangkat lagi dari depan rumah kearah samping rumah untuk Yuhan olah
saat sampai di samping rumah, Namjoon bingung karna melihat begitu banyak peralatan api unggun
tempat itu di desain khusus memang untuk memasak Yuhan menggunakan api unggun
"ini tempat apa?" tanya Namjoon
"tempat masak aku buat makanan peliharaanku"
"wooh?"
"itu semua, dalam lemari pintu kaca itu kan makanan stok"
"lah ini kan buat makanan harimau?" tanya Namjoon
"iya memang"
"ngapain kamu persiapan masak?"
Yuhan menjelaskan jika ia selalu memberikan makan hewan hewannya dengan cara di olah lebih dulu
baik di panggang langsung, di goreng dengan minyak maupun tidak dengan minyak, di kukus, di oven, dan lainnya
"aku terbiasa memberikan makanan matang" kata Yuhan
"bumbunya?"
"tanpa bumbu, penting dimasak saja, dalam olahan macam macam, kalau Withe, yang kandang samping serigala itu, biasa memakannya dengan cara dipanggang begini"
"baru tau aku, itu malah memakan waktu kan, bukannya hewan buas lebih menyukai yang mentah?"
"justru karna mereka buas, jangan kasih makanan mentah"
"tapi memang setahuku kan hewan dimana pun juga yang buas ataupun tidak kan memang makan suka yang mentah, biar gak susah mengolah lagi, tinggal kasih saja"
"justri salah itu, yang tidak buas, misalkan anjing, kucing, dan lainnya tetap dikasih yang matang, biar gak buas"
"kalau yang sudah buas?"
"ya biar jinak, kalem, lihatlah semua peliharaanku jadi kalem"
"iya itu bukan karna makanannya tapi karna kamu"
"karna makanan juga dong, mereka asupan makanan matang selalu, memang dari dulu aku tidak suka kalau memberikan makanan mentah pada hewan, hewan siapapun dan apapun"
"memang mereka peliharaanmu mau makannya?"
"mau lah, makanya alu selalu buatin"
"kalau gak mau?"
"taruh saja, nanti kalau lapar dia pasti makan"
"tapi kalau benar benar tidak mau makannya? misalkan karna benar benar bosan?" tanya Namjoon penasaran
"ahh sering itu si Wren, serigala ku, ya kasih saja sayuran olahan, misalkan salad sayur" kata Yuhan
"mau kah?"
"mau lah, yang sehat sehat saja, roti rotian kadang kuberikan"
"mau?"
"mau lah"
"masak sih?"
"bahkan denganku, mereka terbiasa makan nasi, biar kenyangnya lebih"
"ahh serius? nasi? bagaimana memberikannya?"
"ya di campurkan nasi matang dengan daging yang sudah ku masak, dan ku aduk sampai rata, lalu kuberikan"
"oh ya?"
"iya, jadinya mereka makan dengan nasi kan?"
"ahh, baru tau aku"
"terkadang aku kasih juga sesekali makanan buah, biar mereka juga sehat"
"buah? dimakan kah?"
"dimakan lah, terbiasa sudah denganku asupan makanan itu, semua yang tidak biasa dimakan hewan kuberikan saja, mereka mau, dan terbiasa itu tadi"
"iya sih, aku baru tau itu, kupikir hewan buas kan makan daging mentah bahkan mangsa masih hidup"
"oh tidak berlaku denganku, kalau ini sih aturanku ya, memang aku berbeda dari yang lain dalam memberikan makanan"
sebenarnya beberapa mantan Yuhan sudah tau, termasuk Hyohoon, tapi Namjoon adalah orang pertama diantara orang wilayah kerjanya
selesai menggoreng ikan, lalu memberikan makan, dan menyelesaikan pekerjaannya, Yuhan baru keluar dari sangkar Bobe Nickly
"aku sudah bisa masuk?" tanya Namjoon
"kamu mau masuk?" tanya Yuhan
"iya, kan aku sudah bilang mau"
"aku cuci tangan dulu, tungguin di kursi sana"
Yuhan pergi cuci tangan, lalu mendekati Namjoon, dan duduk disamping Namjoon
"jadi mau pawang yang mana?" tanya Namjoon
"semua deh"
"jangan, tidak kuat kamu, masih baru"
"ahh, apa?"
"harimau dulu, biar nanti latihan sama Bobe Nickly"
"yaudah terserah"
lalu memulai memberikan ritual untuk pawang, Yuhan meminta Namjoon bersikap tenang seperti sedang melakukan yoga
merasa benar benar tenang, lalu tangan kanan Yuhan menyentuh lengan siku bagian kiri Namjoon dan tangan kiri Yuhan menyentuh pergelangan tangan kanan Namjoon
diam beberapa menit sembari memejamkan mata tapi Namjoon tidak
jadi sejak awal hanya Yuhan yang memejamkan mata tapi Yuhan langsung menepuk pipi kiri Namjoon karna Namjoon tidak konsentrasi
"ahh apa Yuhan? kenapa menamparku?" tanya Namjoon kaget
"konsentrasi kan kubilang"
"ahh, bagaimana kamu tau, kamu memejamkan matamu"
"sudah, mau atau tidak ini?"
"iyaa mau"
"ayo"
memulai kembali ritual dan selesai hanya dalam 10menit
"sudah" kata Yuhan
"sudah? tidak terasa apa apa?"
"iya lah, ayo masuk kandang itu"
"yakin?"
"kamu yakin tidak? kalau tidak ya jangan"
"kamu gak tinggalkan aku kan?"
"iyaaa, tidak lah"
Yuhan membimbing Namjoon mulai dari luar pagar hingga mulai masuk, Namjoon tidak sama sekali melepaskan tangan Yuhan karna masih pertama kalinya, Yuhan paham itu
sekitar satu jam barulah selesai, Namjoon merasa lega karna keluar dari kandang itu
"gimana?" tanya Yuhan
"ahh aku deg degan, tapi lega, ahhsss sayang, jantungku hampir lepas" kata Namjoon
"apa? kamu panggil apa?"
"apa? hampir lepas!"
"tidak, memanggilku sayang tadi?"
"oh iya, sayang, kenapa memangnya? ada yang salah?"
"ya.. tidak sih.."
"kamu biasa memanggil apa selama pacaran?"
"apa saja sih"
"sayang saja"
"yaudah gakpapa kalau maumu"
"kalau panggilan mu padaku dengan Boseo, apa?"
"oh, Nam"
"itu saja panggil, gakpapa"
"lalu aku kamu panggil siapa?"
"Han"
"emm, boleh juga"
"ya kan? unik"
"iya... boleh..."
Namjoon sebenarnya masih banyak yang ingin ditanyakan kepada Yuhan, terkait banyak hal
mulai dari masalah ceo terkenal itu, lalu Kwan, hingga Seokjin dan Hoseok, bahkan tentang pria yang fotonya sempat Namjoon temukan
tapi belum sekarang saat yang tepat karna ini hari pertama mereka jadian
malamnya...
Namjoon dan Yuhan persiapan balik ke dorm, untuk pekerjaan lagi, baru akan pergi malah Misilia dan Nania datang bergantian, tapi sayang Yuhan dan Namjoon sudah harus pergi lagi
setelah Yuhan Namjoon pergi, ketiga teman Yuhan merumpi, mereka membicarakan Yuhan