You Should Be Me

You Should Be Me
82



tapi ternyata pemilik asli dari anak anjing itu datang tepat dihadapan Yuhan ia mengambil anak anjingnya dan kaget ternyata didepannya itu adalah Yuhan


siapa dia? tentu ia adalah Chunsuk, pemilik dari anak anjing berbulu putih bernama Yu-Chun itu


"Yuhan?" sapa Chunsuk kaget


"pak" sapa Yuhan dengan sopan


"wooh, kenapa memanggilku pak? aku bertambah terlihat tua?" tanya Chunsuk


"tapi itu cukup lebih baik, karna saya takut dianggap tidak sopan pak" kata Yuhan


"ahh terserah kamu lah, apa kabarmu?" tanya Chunsuk


"baik" jawab Yuhan tersenyum


semua member bangtan disana hanya diam dan kaku, melihat bagaimana dekatnya antara Yuhan dengan ceo terkenal itu


Yuhan berpamitan dan pergi bersama bangtan melanjutkan pekerjaannya


setelah selesai beberapa pembacaan nominasi, Yuhan kembali bersama bangtan ke fitting room karna bangtan akan mengisi acara disana


tapi sekembalinya Yuhan, mereka berpapasan dengan suju, saling sapa lah member bangtan dengan member suju tapi tidak ada Hyuni disana padahal Namjoon menunggu moment Yuhan dan Hyuni bertemu disana


tapi tidak ada yang menyadari ada Yuhan diantara bangtan, bahkan Heechul juga tidak menyadarinya


mereka pun berpisah, karna bangtan harus berburu buru pergi, lalu bangtan pergi ke panggung, Yuhan memulai pekerjaannya untuk melakukan sesifoto dari bawah panggung bangtan


setelah selesai membawakan dua lagu bahkan sampai bangtan balik lagi ke fitting room, Heechul baru menyadari ada Yuhan disana


tapi belum sadar bahwa Yuhan adalah staff bangtan


suju pergi ke fitting room untuk ganti baju sebagai pembawa nominasi, disinilah Heechul melihat diam diam kartu identitas milik Yuhan yang ada di tasnya sejak kemarin


ia melihat semua biodata, nama, alamat, nomor hapenya bahkan, semua ia ingat ingat


saat keluar dari fitting room dan melakukan pembawaan nominasi, lalu turun dari panggung karna berakhir, Heechul melihat Yuhan akan pulang tapi Heechul berburu menelfon Yuhan diam diam dari member yang lain


Yuhan melihat hapenya tapi tidak langsung mengangkatnya karna nomor nya tidak dikenalinya, tapi karna sudah menelfoninya tiga kali, jadi ia pikir itu penting


"halo" sapa Yuhan


"yaa, ini Yuhan?" tanya Heechul


"iya, Yuhan, saya sendiri, dengan siapa ini?"


"saya Heechul, saya menemukan dompet kamu waktu saya ke coffeeshop kemarin, sepertinya tertinggal atau terjatuh gitu"


"ahh, iyaa, betul, itu milik saya, saya kehilangan, bisa ketemuan?"


"bisa, kapan?"


"terserah, kapan bisa, hari ini?"


"aduh hari ini ya?"


"kenapa? sibuk ya?"


"hemm"


"saya ada dibelakang kamu kok, lihat ke belakang sedikit kearah kirimu"


Yuhan mencari dan melihat seseorang melambaikan tangannya, Yuhan tanpa ragu mendekatinya dan menyapanya


"aaah, kamu kah menemukan dompetku?" tanya Yuhan


"yap, ini"


"waaaah terimakasih, aku kemarin kelupaan, sampai bingung"


"ehmm, apa kamu mengenaliku?"


"emm hehe siapa ya? apa kamu juga idol? pakaianmu terlihat begitu"


"iya, aku idol nya suju"


"ahh serius?"


mereka jadi berkenalan tipis tipis disana karna Yuhan melihat Kwan masuk lagi sepertinya mencari dirinya, Yuhan berpamitan pada Heechul


"ahh terimakasih atas dompetnya ya, aku sudah harus pergi" kata Yuhan


"ahh, okeh, emm boleh kan aku menjadi temanmu?"


"boleh lah, sudah tau kan nomor hape ku?"


"iya"


"okeh aku tinggal, byebye"


Yuhan pun menyapa Kwan dan pergi dari sana, sementara Heechul bahagia bukan main bisa berkenalan dengan Yuhan


Yuhan balik ke dorm, untuk melanjutkan kesibukannya, bangtan semua beristirahat, tapi Namjoon menyapa Yuhan saat Yuhan akan pergi pulang bersama Kwan


"aku melihat Kwan hyung lagi bersama Yuhan, kurasa akan pergi balik bersama lagi" kata Hyunsoon


"siapa yang mengajaknya?"


"Kwan hyung mengajak Yuhan dulu"


"dimana?"


Hyunsoon memberitahu Namjoon tentang yang selalu jadi kecurigaannya


Namjoon langsung menghampiri Yuhan


"kemana?" tanya Namjoon


"Namjoon? aku mau pergi balik kerumah lah"


"sama Hyun saja"


"lah, tapi Kwan oppa jalan satu arah kan denganku, Hyun kan beda arah jauh malah"


"iya sama Hyun saja, aku sudah menyuruhnya menyiapkan mobil"


"iya ayo denganku Yuhan, tidak masalah" kata Hyunsoon


"ahh, tapi Kwan oppa?"


"loh kenapa?" tanya Kwan


"ini aku mau diantarkan sama Hyun"


"dia searah denganku, biarkan aku saja bersamanya" kata Kwan


"tidak apa hyung, Hyun yang antarkan saja" kata Namjoon


"ya muter muter dong, Hyun nya" kata Kwan


"aduh, aku pulang sendiri malah ribut, sudah lah"


"yaudah pulang denganku" kata Namjoon


"tapi kamu..."


"sudah, tunggu aku, aku temani kamu pulang, aku gak mau kamu balik sendirian" kata Namjoon


Namjoon masuk dorm, lalu mengambil baju ganti dan juga membawa beberapa kebutuhannya dalam tas, dan meminjam helmet milik satpam jaga dorm


"udah ayo" kata Namjoon


"aku balik naik motor" kata Yuhan


"lah iya, ini aku pinjam helmet"


"aku gak mau ya sama Kwan oppa atau Hyun" kata Yuhan


"iyaaa, makanya aku mau temani saja"


"kenapa tiba tiba mengantarkanku"


"ayo, cepat, nanti takut tambah malam" kata Namjoon


"ahh, aku.." ucap Yuhan terhenti


Namjoon langsung naik motor Yuhan dibelakang, Yuhan berpamitan kepada Hyunsoon dan Kwan


"emm, Hyun, Kwan oppa, aku pamit" kata Yuhan


"iya Yuhan hati hati ya bawa Namjoon, dia tidak pernah naik motor" kata Hyunsoon


"aku temani udah, gakpapa, searah kan, aku ikuti dari belakang" kata Kwan


jadilah Yuhan pergi membonceng Namjoon dan diantarkan oleh Kwan dengan mengikuti dibelakang motor Yuhan


setelah sampai rumab Yuhan, Yuhan melambaikan tangan kepada Kwan, Kwan pun pergi tapi Namjoon malah menarik tangan Yuhan yang barusaja melambaikan tangan


"kenapa?" tanya Yuhan


"gak usah lambai lambai" ucap Namjoon


"lah kenapa?"


"gak usah, ayo masuk, aku membukakan pintu gerbangnya, aku menginap dirumahmu"


Namjoon membukakan pintu gerbang lalu Yuhan masuk, Namjoon ikut masuk, dan Yuhan berpikir jika Namjoon ternyata sejak tadi sedang cemburu


Yuhan memarkirkan motornya, Misilia belum tidur, Misilia memang memiliki ke-cenderung-an susah tidur


ia bisa tidur tapi tidak bisa langsung tidur, jadi ia jam sembilan malam tentu belum tidur sementara Nania dan Jazlyn sudah ada di alam mimpinya


karna belum tidur tentunya Misilia melihat Yuhan datang dengan pria, dan ketika membuka helmet dam juga maskernya, Misilia jadi tau itu Namjoon


"ahh apa mereka benar ada hubungan?" gerutu Misilia


tapi Misilia lagi lagi tidak mau terlalu banyak ikut campur urusan mereka karna mengingat ia sendiri saja menumpang dirumah Yuhan tanpa pekerjaan apapun sudah berterimakasih


Yuhan masuk, menyiapkan kamar tamu untuk Namjoon


"kamu tidur disini saja ya" kata Yuhan


"ohh yaudah, ini kamar dipakai Boseo?"


"iya, Boseo kalau datang tidurnya disini"


"emm"


Yuhan pun keluar dan menuju kekamarnya sendiri untuk istirahat