You Should Be Me

You Should Be Me
110



"iya lah, kami kan gak ada basic pawang ular" jawab Nania


"loh, Jazlyn kan ada kan"


"iya aku ada pawang ular nya tapi udah lama, apa udah gak luntur?"


"masih lah, pawang itu melekat kecuali dilepaskan"


"oh ya masih berarti, yaudah besok deh aku coba"


Jazlyn punya pawang ular dari Yashimi, karna dulu masa pacaran, Yashimi dan Jazlyn sama sama saling memberikan ilmu pawang masing masing untuk itu kenapa Yashimi berani dengan harimau dan Jazlyn mustinya masih bisa berani pada ular ular itu


hari berlalu..


eaoknya, saat Yuhan di ruang kerjanya, ia mendapatkan notifikasi dari Jazlyn


Jazlyn mengabari laundry nya sudah datang, seperti permintaan Yuhan, agar mengabari Yuhan jika laundry datang


sorenya baru akan mengambil kerumah sementara Jazlyn saat dirumah, seseorang menyapanya


"eoni, sayaa mengantarkan laundry dari nona Yuhan" kata staff laundry


"ahh, masuk lah, aku mengurus peliharaanku, di sana ada temanku"


"baiklah"


staff itu memberikan pada Misilia dan langsung berpamitan, Jazlyn dan Misilia tidak sempat menyentuh laundry jadi dibiarkannya disana


tapi saat Nania akan membawanya ke kamar Yuhan, sampai kamar Yuhan, ia membuka dari tas kresek tapi terdapat dua bungkusan


satu bungkusan baju baju milik Yuhan karna model modelnya Nania tau, tapi satu lagi ia seperti asing


"ini bukan model baju Yuhan sih, ini baju baju pria" gerutu Nania


Nania keluar lagi membawa dua bungkusan yang ada di tas kresek besar itu, menunjukkan kepada Jazlyn dan Misilia


karna dasarnya Nania bukan pendiam seperti Misilia, mungkin jika yang melihat itu adalah Misilia, ia akan diam dan menanyakan nya langsung pada Yuhan tapi karna ini Nania, jadi Nania heboh


"Jaz.. Mi.. ini beneran punya Yuhan ya yang ini, tapi satu lagi?" tanya Nania


"wooh, ini baju pria, milik siapa ya?" gerutu Jazlyn


"tapi nama di bungkusnya ini sama kok, Yuhan semua kok" jawab Nania


"lah milik siapa? staff laundry gak mungkin salah, karna dua bungkusan ini sama sama bertuliskan Yuhan" kata Misilia


"lah iya, terus milik siapa? Bo bukan deh, beberapa model baju ini, aku tidak pernah melihat Bo memakai beginian semua" kata Nania


"ya punya siapa? coba hubungi dulu Yuhan" kata Misilia


jadilah Jazlyn menelfon Yuhan..


"halo, Yuhan?" sapa Jazlyn


"ya? kenapa Jaz"


"ini laundry mu sudah datang, tapi ini ada dua bungkusan berbeda, satu bungkusan bajumu memang, tapi satu lagi bukan sepertinya"


"oh iya itu punya ku semua, punya temanku"


"ahh gitu? bener berarti kan ini?"


"iya kok, aku minta staff nya memang memisahkan punya ku dengan temanku, oh sudah datang ya? okeh nanti aku kesana"


"siap"


menutup telfonnya, baru ketiga nya yakin itu milik Yuhan


"eh tapi milik siapa ya?" tanya Nania


"iya, apa milik ini? milik pacarnya Yuhan ya?" tanya Jazlyn


"oh jangan jangan Yuhan tinggal di apartemen sama pria pemilik baju itu juga"


"ahh.. pacarnya pasti kan?"


disini Misilia hanya diam, ia memang sedikit diam dibandingkan dua temannya itu tapi diamnya karna ia mengenal salah satu baju di urutan paling atas


"baju ini pernah dipakai Namjoon waktu promo single rap line waktu itu, iya ini baju baju Namjoon" gerutu Misilia mengingatnya


tapi meskipun yakin itu milik Namjoon, ia hanya diam, sekali lagi karna Misilia bukan Nania, jadi tidak akan mengatakan apapun kepada kedua temannya meskipun ketiganya sebenarnya sadar bahwa Yuhan memang tengah dekat dengan Namjoon hanya saja Jazlyn dan Nania lupa


Yuhan sore balik kerja kerumahnya, mengambil laundry nya


Yuhan memasukkan ke mobil Namjoon dan lalu mengobrol sebentar setidaknya sampai cukup malam


setelah mengobrol dan akan pamitan pergi lagi, tapi Boseo datang..


"nuna.. kamu mau pergi?" tanya Boseo


"iya" jawab Yuhan cuek


"aku beberapa kali kesini tidak bertemu kamu, aku kirimi pesan juga tidak pernah dibuka"


"tidak sempat" jawab Yuhan lagi


"ahh, kemana saja, memangnya sangat sibuk sekali ya?"


"iya"


"nuna, nuna kok beda? ada apa? apa ada masalah?"


"tidak"


Yuhan langsung memalingkan wajahnya dan pergi tanpa berpamitan apapun kepada Boseo


"loh kenapa nuna?" tanya Boseo


ketiga teman Yuhan hanya diam, karna mereka juga tidak tau bagaimana bisa Yuhan paling dekat dengan Boseo tapi bersikap dingin seperti tadi


Boseo hanya bisa melihat Yuhan membawa mobil Namjoon dan pergi


"nuna, kenapa Yuhan nuna?" tanya Boseo lagi


"kami juga tidak tau Bo, kenapa bisa begitu, tadi daritadi biasa kok" kata Misilia


"iya Bo, tapi memang Yuhan berbeda tadi sikapnya, kenapa ya?" tanya Jazlyn


"apa ada masalah kali, apa marah kepadamu?" tanya Nania


"mana ada? gak ada kok, malah aku bingung gak ada kabar, sekali nya ketemu bersikap begitu loh" kata Boseo


"kami juga tidak tau Bo, beneran" kata Misilia


"kemana itu katanya?"


"ke apartemen"


"apartemen?"


"iya, katanya tinggal di apartemen sama temannya" jawab Misilia


"temannya? siapa?"


"pacarnya deh, soalnya barusaja ada kiriman laundry dan langsung dibawa oleh Yuhan katanya punya temannya, tapi baju bajunya baju asing" kata Nania


"baju asing?"


"iya baju yang gak biasa aku lihat sih" kata Nania


"baju siapa? ada yang kenalin gak?" tanya Boseo


tidak ada yang menjawab, tapi Misilia tidak mau mengatakannya, ia pikir itu mungkin hanya pemikirannya saja soal baju itu ia kenali milik Namjoon


hari berlalu, ketika Yuhan sejak itu sering balik kerumah hanya untuk mengirim baju kotor ke laundry dan mengambil baju yang sudah bersih dirumahnya, beberapa kali ia bertemu Boseo tapi bersikap masih sama cueknya


Boseo bingung, kenapa dengan Yuhan? apa salah nya? kenapa bersikap menghindarinya?


karna ternyata Boseo memang tidak pernah tau apa yang sudah terjadi pada Yuhan dan ayah ibunya


ia tidak ada kabar apapun tentang cerita Yuhan bukan anak kandung Yangsi dan Hongjuan tapi Yuhan pikir Boseo tau, jadi ia menghindarinya selalu


sampai akhirnya semua diketahui Boseo tentang apa yang terjadi dan juga diketahui oleh Yuhan jika Boseo sebenarnya tidak tau yang terjadi ketika Boseo kesal perlakuan Yuhan sama sekali tidak lagi menganggapnya seperti dulu


"nuna.. sudah ya, aku capek kamu menghindariku seperti ini, setiap kamu datang, aku selalu datang tapi sikapmu selalu berubah" kata Boseo


Yuhan yang akan masuk mobilnya pun terhenti mendengar ucapan Boseo, ternyata Boseo belum tau, apa itu mungkin? bukannya Yangsi dan Hongjuan sangat dekat dengan Boseo?