You Should Be Me

You Should Be Me
91



Yuhan mencoba berpikir dan rasanya akan mengalihkan saja kepada ketiga temannya


"kamu yakin itu aku?" tanya Yuhan


"ahh yakin kok, sama denganmu perawakannya"


"masak? coba diingat ingat lagi, itu mungkin Jazlyn, Nania atau Misilia" kata Yuhan


"bukan deh, seperti kamu itu"


"ya ketiganya mirip denganku sekilas kilas kan" jawab Yuhan


"iya juga sih, tapi diantara mereka semua lebih mirip kamu"


"pakai baju tomboy, serba tertutup, bukan aku Nam, jelas bukan, kau tau bagaimana aku berpakaian, aku tidur saja telanjang, aku tidak betah gerah"


"iya juga sih"


"kemungkinan itu Jazlyn atau Misilia" kata Yuhan


"iya karna aku yakin Nania nuna tidam begitu"


"makanya, Misilia atau Jazlyn deh, bukan aku, percaya, aku gak pernah pakai baju itu"


"iya kah? tapi aku melihatmu keluar dari apartemen itu?" tanya Namjoon


"oh iya itu aku memang, makanya aku minta kamu pikir baik baik, apa yang dari rumahku ke apartemen itu aku, karna pas hari itu aku dari apartemen itu baru ber-aktifitas"


"ngapain di apartemen itu kamu?"


"ahh itu.. aku memang pergi ke apartemen itu untuk rehat, biar tenang saja, aku lagi ada beberapa masalah kamu tau kan, aku butuh tenangin pikiran ku"


"ahh, lalu gadis itu siapa?"


"ya antara Misilia, Jazlyn dan Nania lah"


"masak gak inget, itu kan pasti disana menemuimu"


"iya lupa lah, cukup lama itu"


"ahh"


tapi berutung Namjoon tidak tanya soal Yuhan saat itu dari apartemen itu malah bertemu dengan staff utama suju


Namjoon lupa soal itu sama sekali lupa jadi tidak tanya apapun soal itu


siangnya..


masih di apartemen, mereka malas untuk keluar, pas saat itu kota tengah panas jadi malas untuk keluar


tapi tengah duduk berdua disana, seseorang lagi memencet bel kamar itu, Yuhan langsung menoleh arah Namjoon


"tidak tau ini, beneran" jawab Namjoon


tapi saat mengecek hapenya ternyata itu adalah Kwan, seketika itu Namjoon mengatakan pada Yuhan dan keduanya bingung bagaimana yang terjadi sampai keburu Kwan tau Yuhan disana


lagi lagi Yuhan masuk kamar utama dan Namjoon menguncinya dari luar lalu membukakan pintu untuk Kwan


"hyung?" sapa Namjoon


"aku mengirimi mu pesan, tidak kau baca, sekalian lewat daerah sini jadi mampir kata anak anak lain lau balik" kata Kwan


"ahh iya hyung, aku butuh istirahat, masuklah hyung"


"iyaa"


Kwan masuk, menuju kearah ruang televisi dan melihat banyak sekali bekas makanan ringan dan juga mie cup


"dari ada keluargamu kah?" tanya Kwan


"ahh, tidak, aku sendirian" jawab Namjoon kaget pertanyaan Kwan begitu


"tapi banyak bungkus makan"


"oh ini aku, sejak semalam sih, sampai pagi ini"


Kwan merasa aneh, karna ia tau Namjoon bukan tipe yang suka makan jajanan begitu, ia tau Namjoon tidak banyak makan baik makanan berat ataupun makanan ringan


Kwan berpikir, Namjoon ini bukanlah Jungkook, jika Kwan datang kerumah Jungkook bisa jadi terlihat situasi ini tapi ini dirumah Namjoon, member paling tidak suka makanan ringan


"duduklah hyung, kamu memikirkan apa terasa berat" kata Namjoon


"emm tidak, aku datang cuma mau bilang, Tanwoo dan Haneul sudah mengerjakan persiapan untuk kalian pergi tour konser bulan depan"


"oh sudah? iya nanti malam aku balik ke dorm"


"okeh deh, sama ini, saya boleh mengambil flashdisk rekaman suara kemarin? saya akan pergi mengurusinya"


"oh ada"


Namjoon mengambil flashdisk miliknya di meja kerja tapi tidak perlu masuk kamar kok, jadi ia kembali ke ruangan televisi


"ahh sekalian alu baru ingat, sama tulisan lirik dari single kalian karna akan masuk daftar musik populer dan memberikan versi asli nya"


"tulisannya? buku kah? kalau tulisan lirik juga ada di flashdisk itu, di flashdisk milik Suga hyung ada"


"bukan, tulisannya, aku tanya Suga, katanya di kamu"


"oh bukunya berarti?"


"iya buku"


Namjoon terpaksa masuk kekamarnya karna buku itu ada di tas nya yang kemarin ia taruh di sofa dalam kamarnya


Namjoon masuk...


"sudah?" tanya Yuhan


"belum, ini ambil tas ku" kata Namjoon


ia mengambil tasnya tapi sempat sempatnya Namjoon mencium pipi Yuhan


"Naaam" ucap Yuhan pelan tapi dengan nada kesal


Yuhan kesal karna Namjoon masih sempat sempatnya mencium pipinya disaat mereka tengah bermain kucing kucingan dengan staff


Namjoon keluar lagi dan mengunci pintu kamarnya lagi lalu menuju kearah Kwan


"ini hyung, apa lagi kau perlu?" tanya Namjoon


"sudah"


Kwan merasa ia mencium aroma tidak asing baginya tapi bukan aroma Namjoon


sejak Namjoon membuka pintu kamarnya dan saat itu Kwan memang menoleh karna ia sebenarnya masih penasaran soal snack snack itu


dan ketika Namjoon membuka pintu itulah awal mulai Kwan merasa ada aroma berbeda dari seorang Namjoon


itu adalah aroma Yuhan yang ada dikamar Namjoon yang dicium oleh Kwan, segitu kuatnya aroma Yuhan sampai membuka pintu kamar saja sudah tercium sedikit


ditambah ketika Namjoon balik kearah Kwan, dan memberikan barang diminta Kwan


disitu semakin Kwan semakin mencium aroma yang membuatnya seperti tidak asing tapi itu bukan aroma Namjoon dan ia lupa aroma apa itu


"kenapa hyung?" tanya Namjoon


"ahh, tidak" jawab Kwan


Kwan berpamitan, lalu keluar, dan mulai pergi, tapi dalam lift, Kwan masih berpikir, itu aroma khas perempuan, tapi tidak tau siapa, tapi yang pasti Kwan merasa ia pernah mencium nya sebelumnya


"apa pacar Namjoon? tapi aku tidak perna tau Namjoon dekat dengan siapa" gerutu Kwan dalam hati


sementara Namjoon mengabari Yuhan karna sudah aman, dan Yuhan bernapas lega


melihat Yuhan seperti itu malah terkesan mencurigakan bagi Namjoon


"kenapa sampai sebegitunya?" tanya Namjoon


"apanya?"


"kamu"


"aku bernapas lega saja, tidak lebih kan, kupikir karna aku aman"


"kamu aman? kita harusnya yang aman, bukan kamu saja"


"iya itu juga maksudnya aku"


"masak? bukan karna aman kamu tidak ketahuan oleh Kwan hyung berpacaran denganku dan seolah kamu masih single kan"


"apasih Nam, pikirannya"


"serius, aku tanya, kamu suka tidak sama dia?"


"sama siapa?"


"kita bahas Kwan hyung, tidak bahas lain lain toh"


"iya tidak lah, bagaimana bisa pemikiran mu kolot begitu, aku saja berpacaran denganmu, kalau aku menyukainya, aku tidak akan sama kamu"


"buktinya kamu menyukai Jin hyung, tapi mau kepadaku"


"lah, kamu tau?"


"aku tau semua nya Han, tentang kamu"


"iya aku tau"


"yaudah kenapa masih menutupi semuanya? udah jelaskan saja, aku mendengarkanmu"


Yuhan menjelaskan semuanya tentang ia memang suka berat pada Seokjin diantara member lain tapi menampik kalau menyukai nya sebagai pacar