
"aku tidak tau nuna, apa yang terjadi, kamu bahkan tidak mengatakan apa kesalahanku tiba tiba menjauhiku, katakan, ada apa denganku sampai kamu bersikap berbeda sekali seperti ini" jelas Boseo lagi
"apa mam dan pap tidak pernah memberitahumu tentang ku?" tanya Yuhan tapi belum membalikkan badan, masih membelakangi Boseo
"ahh? apa? tidak ada, aku jarang bertemu mereka, sekali ketemu, tidak ada bahas selain kerjaan ku dan hubungaku dengan Naryu"
Yuhan membalikkan badannya dan menatap kearah Boseo
"kamu yakin? tidak ada pembahasan dari mam dan pap soalku?" tanya Yuhan sekali lagi menatap dengan tajam
"tidak ada, sama sekali, aku bersumpah, makanya aku bingung"
"okeh biar kujelaskan" kata Yuhan
Yuhan menjelaskan siapa dirinya,
ia menjelaskan dirinya bukan kakak kandung Boseo, Yangsi bukan ibu kandung Yuhan, Hongjuan bukan ayah kandung Yuhan, Yuhan bukan siapa siapa dikeluarga yang membesarkannya
Yuhan adalah anak yang dilahirkan dari hubungan gelap dari kedua teman Yangsi yang hampir digugurkan tapi tidak jadi atas permintaan Yangsi
Yuhan adalah anak yang ditinggalkan oleh ayah ibu kandungnya kepada Yangsi dan Hongjuan dan tidak pernah sama sekali mengurusnya
"biar kamu tau semua nya sekarang" kata Yuhan
"nuna, kamu serius?" tanya Boseo kaget
Yuhan kembali menjelaskan bahkan kini orang tua kandungnya datang dan memintanya kembali dengan mereka
"itu hal bodoh, setelah mereka meninggalkanku begitu saja tak diharapkan tapi kini hadir diperjuangkan?" tanya Yuhan
"nuna, sumpah, aku tidak tau apapun soal ini"
"sekarang kamu tau kan? yap, ini aku, Yuhan, bukan lagi anak mam dan pap, tapi anak orang asing dan bukan juga kakakmu"
"nuna, aku masih mau jadi adikmu, masih anggaplah aku adikmu, aku sangat sayang kepadamu"
Yuhan mendekati Boseo, lalu menyentuh lengan Boseo dan mengusapnya
"terimakasih untuk waktumu selama ini, pelajaran dan pengalaman darimu akan aku jaga dan ku ingat" kata Yuhan
"nuna, berjanjilah tidak meninggalkan ku, aku butuh kamu"
"kamu sudah dewasa, aku juga dewasa dan bukan siapa siapa kamu, jadi tolong hiduplah dengan baik, ada Naryu bersama mu, aku tau kamu tulus padanya dan aku tau Naryu juga tulus padamu" kata Yuhan
Boseo tidak mau menerima ucapannya karna ia tau itu adalah ucapan perpisahan
saat akan Yuhan masuk mobilnya lagi, Yuhan balik lagi kearah Boseo
"jangan tinggalkanku nuna" kata Boseo
"satu lagi, ada hal mau ku bicarakan" kata Yuhan
"apa?"
"kantor perusahaan itu, ambillah, itu kuberikan kepadamu" kata Yuhan
"nuna, kamu bicara apa loh"
"gakpapa, daripada kamu masih cari diluar, usaha mulai juga butuh proses kan, aku akan membalikkan nama perusahaan itu jadi milikmu"
"nuna, aku gak mau, itu tetap milikmu, aku hanya staff mu kan disitu"
"tidak Bo, kamu dengarkan aku kan, kamu anggap aku kakakmu kan?"
"masih lah"
"yasudah"
"nunaaa, aku belum siap kehilanganmu, aku akan menemani mu, aku akan memilih mu daripada mam dan pap"
"ehh, jangan bicara gitu, mereka orang tua kamu, dan aku orang asing sekarang, gak pantas bicaramu gitu"
"tapi bahkan aku selama ini dekat denganmu kan kamu tau mana pernah aku dekat dengan mam dan pap, semuanya apapun kepadamu nuna"
Yuhan tersenyum lalu menyentuh pundak Boseo dan berkata..
"aku masih kakakmu kok, hubungi aku jika kamu asih butuh aku"
"aku pasti sangat membutuhkanmu"
Yuhan sudah ada dibatas ke-waras-an nya dan meninggalkan rumah itu tanpa pedulikan Boseo
Boseo menangis, dalam sejarah hidupnya untuk pertama kalinya menangis, bagaimana tidak, bahkan sesakit itu ditinggalkan dengan fakta menyakitkan dan keadaan yang sulit ini
lalu bagaimana dengan Jazlyn, Nania dan Misilia?
yap.. mereka tau karna mendengar semuanya, semua penjelasan Yuhan dan percakapan Yuhan dengan Boseo disana
mereka kaget dengan fakta dan situasi itu, apalagi Boseo, bahkan Yuhan sendiri yang mengalaminya
Yuhan balik ke apartemennya dan masuk kekamar langsung menangis hingga ia lelah dan tertidur sendiri
tapi ia tidak menyadari Namjoon malam itu datang, Namjoon masuk dan melihat Yuhan tengah tidur, ia membersihkan badannya dan pergit tidur juga disamping Yuhan
Yuhan kaget karna tiba tiba ada yang tidur disampingnya bahkan merangkulnya, saat melihat, itu Namjoon
"astaga, Nam, aku kaget, kapan kamu datang?" tanya Yuhan
"baru saja sih, tapi sudah bersih bersih sayang, tidurlah lagi"
"emm"
Yuhan lanjut tidur tapi memeluk Namjoon dengan sangat erat, tapi paginya, Yuhan terbangun dan melihat Namjoon malah sibuk dengan hapenya
"Nam, kamu gak tidur semalaman?" tanya Yuhan
"aku tadinya mau tidur, tapi badanmu sedikit hangat tapi gak panas kok, hangat dan sedikit"
"ahh"
"aku kuatir makanya tidak tidur, loh kenapa matamu?"
Namjoon baru sadar ada yang beda dengan mata Yuhan, mata nya membengkak dan merah, Namjoon pikir sakit mata
"sayang, ke dokter ya, periksa mata, itu merah" kata Namjoon
"enggak sayang, ini baru bangun tidur"
"ini baru bangun tidur tapi bengkak pula loh"
"enggak loh, gak papa akunya"
karna dasarnya Namjoon memang tidak peka, Yuhan paham itu ya langsung menjelaskan apa yang terjadi kemarin, sampai Yuhan akhirnya pulang ke apartemen dengan keadaan menangis dan langsung tidur
"itu kenapa mataku jadi bengkak sampai merah juga karna memang aku menangis sebelum tidur, jadi bengkak langsung" jelas Yuhan
"ahh jadi Boseo tidak tau? dan baru tau tadi?"
"iyaa dia baru tau tadi"
Yuhan memeluk Namjoon lagi dengan erat, Namjoon baru sadar ternyata Yuhan sejak semalam memeluknya sangat kencang karna ada masalah ini
"oh sayang, kamu kok udah balik?" tanya Yuhan
"ahh, iya aku lusa mau pergi keluar kota"
"ahh, ada konser?"
"bukan sih, hanya fanmeet"
"ahh, dimana"
"disalah satu cafe di myeongdong"
"oh ya? waah asik tuh, disana rame kan"
"iya, kamu sempat kesana?"
"tidak pernah sama sekali, aku hanya di Fast mall, tapi ramai juga diluar mall"
"balik lagi ke dorm kapan?"
"nanti malam, kemarin diantarkan sama Hyun, besok dijemput lagi sama Hyun"
"ahh"
"oh iya sayang soal mobil, mobil nanti aku bawa ya, nanti Hyun datang lagi buat jemput"
"ahh, yaudah"
karna seharian itu akan ada di apartemen, Yuhan dan Namjoon memutuskan menonton televisi dan melihat beberapa berita terkait dating beberapa idol
Namjoon membahas siapa saja idol yang tertangkap dating oleh beberapa paparazi yang masih aktif dan bertebaran disekitar idol
"itu tadi banyak rumor dating dari agenci besar milik mantanmu" kata Namjoon
"siapa?" tanya Yuhan bingung
"pak Chun, semua kan idol dari pak Chun itu, beberapa tapi kebanyakan idol dari sana"