You Should Be Me

You Should Be Me
163



"ya jadi gini, kan Tanwoo membenciku" kata Yuhan


"iya tapi bukan karna Aekyo, karna kamu sendiri aku membencimu" kata Tanwoo


"iyaa alasannya bukan karna Aekyo tapi karna aku sasaeng, emang karna aku sendiri, tapi apa Aekyo memberikan penjelasan agar kamu tidak membenciku? tidak kan?"


Tanwoo jadi ikut terdiam, mengikuti Aekyo yang sejak tadi memang sudah terdiam karna membenarkan ucapan Yuhan


"sama saja lah dengan Jijun" kata Yuhan


"apa aku?" tanya Jijun bingung


"iya, sama kan denganmu, apa kamu tidak menyukai Aekyo karna ku?"


"tidak sama sekali"


"kan?" ucap Yuhan


"lalu apa alasanmu membenciku? kita tidak pernah kenal dan dekat, aku juga tidak membuat masalah denganmu" kata Aekyo


"karna aku tidak suka pada gadis introvert, intinya bukan karna Yuhan" kata Jijun


"tapi Yuhan apa memintamu agar suka atau setidaknya lebih baik pada Aekyo? tidak kan!" ucap Tanwoo


"ya sama kan dengan Aekyo?" sambar Yuhan


"tapi tidak adil, dia membenci Aekyo hanya karna tidak suka pada gadis introvert" kata Tanwoo


"memangnya adil buat ku mendengar kamu membenci ku daripada staff lain?"


"ya alasanku jelas, karna kamu sasaeng"


"dulu, sekarang aku staff, bagaimana aku bisa menjadi sasaeng kalau aku saja staff disini, coba saja dipikir ulang itu"


keduanya menyelesaikan soal urusan mereka disana sampai benar benar selesai jadi agar tidak ada kesalahpahaman lagi diantara mereka


melihat itu, Hyohoon hanya tersenyum dan bahagia, bukan sedih tapi bahagia, karna bisa melihat Yuhan ada di masalah rumit dalam hidup


melihat itu juga, Hyunsoon antara percaya dan tidak percaya melihat kakaknya senang diatas masalah orang lain


tapi Hyunsoon menyimpannya, jadi biarkan dibahas nanti dirumah saja


sorenya...


setelah semua urusan pekerjaan selesai dan malamnya Hyohoon dan Hyunsoon berkumpul dirumahnya karna sama sama selesaikan urusan kerjaan


Hyunsoon menyapa kakaknya


"hyung.." sapa Hyunsoon


"Hyun? kenapa?" tanya Hyohoon


"kamu yang kenapa? apa jangan jangan kamu sumber dari semua masalah Yuhan?"


"kenapa bisa mengatakan itu? apa ada bukti kamu berkata?"


"kamu terkesan senang melihat pertengkaran disana (Yuhan dan tiga temannya)"


"aku tidak memerhatikan mereka"


"tapi aku kenal kamu jauh lebih lama dari siapapun disini"


"ya kali gak kenal aku dari siapapun, kamu yang hidup dari awal bersama ku, sejak kamu lahir sudah bersama ku" kata Hyohoon


"hyung.. hentikan lah, aku tidak mengerti kenapa kamu setega ini sama Yuhan"


"kamu tidak ngerti masalahnya jangan sembarangan berkata aku yang tega disini"


"tapi buktinya tersenyum ketika melihat Yuhan ribut, itu jahat hyung"


"tau apa kamu, kamu tidak tau bagaimana sakitnya aku, mencintai gadis tapi gadis itu tidak pernah mencintaiku sama sekali bahkan sempat pun kita berpacaran, dia tetap tidak pernah mencintaiku" ucap Hyohoon


"jadi gadis yang kamu ceritakan kepadaku itu benar Yuhan?" tanya Hyunsoon


"yaa memang dia"


Hyunsoon bingung mau bagaimana membuat kakak nya ini bisa melupakan Yuhan, karna ia tau pasti Hyohoon belum tau tentang hubungan Yuhan dan Namjoon


jika tau saingan dia adalah seorang leader idol sangat terkenal, apa yang dia lakukan sudah tidak terbayang pada pikiran Hyunsoon


Hyunsoon sendiri serba bingung bagaimana bisa masalah Yuhan dengan Hyohoon sejauh ini


"lupa kan Yuhan hyung, itu jalannya agar kamu tidak terus terusan sakit" ucap Hyunsoon


"tidak, tidak bisa, aku mencintai dia terakhir kalinya, dia cinta terakhir, aku berjuang untuk itu" jawab Hyohoon


disini Hyunsoon jadi kepikiran ia harusnya di posisi mana, Hyohoon adalah kakaknya tapi Yuhan sudah seperti sahabat baginya


"aku kan kakakmu, kamu mendukungku harusnya, kamu tau sakitnya aku, selama ini semuanya kuceritakan kan hanya padamu"


"apa hubungannya denganmu?"


"karna dia tau aku adikmu, dia menghindariku, biasanya menyapaku, dia dekat denganku, apa apa bersama ku, bahkan banyak hal yang gak orang lain tau tapi aku tau termasuk tentang status hubungan dia dengan Namjoon" kata Hyunsoon keceplosan


Hyunsoon malah jadi kelepasan bicara tentang Yuhan dengan Namjoon


"apa? Yuhan dengan Namjoon?" tanya Hyohoon


"ehh itu maksudnya.. ini, hubungan Yuhan dan bangtan gitu"


"gak, gak mungkin, dengan Namjoon ada apa apa kan"


Hyohoon terus memaksa adiknya bicara, Hyunsoon biasanya paling pintar menjaga privasi seseorang


tapi kali ini Hyunsoon kalah berhadapan dengan Hyohoon, karna Hyohoon adalah orang yang paling tau kelemahan adiknya jadi bisa mengatakannya begitu saja pada Hyohoon


secara Hyohoon tinggal dengan Hyunsoon bahkan sejak Hyunsoon lahir pertama kali didunia, jadi tau bagaimana adiknya dalam bersikap


karna terlanjur basah, sekalian saja Hyunsoon menceritakan semuanya sama sekali tanpa sisa tentang hubungan Namjoon dan Yuhan


setelah semua diceritakan, Hyunsoon bak merasa dirinya seperti baru saja kena hipnotis


ia jadi menyesal mengatakan semuanya karna merasa sudah tidak bisa menjadi Hyunsoon yang memiliki julukan "king save story" alias manusia yang paling bisa menyimpan rahasia cerita orang lain


meninggalkan Hyunsoon dengan Hyohoon, kembali kepada Yuhan yang ada kesempatan balik kerumahnya


ia datang cukup bebas sementara Namjoon dan bangtan sibuk untuk mv baru mereka


Yuhan qtime dengan teman temannya disana, qtime dengan para peliharaan


datang karna terlalu sore, jadi memutuskan pulang besok saja, sekalian besok bisa beraktifitas seharian dirumahnya


esok paginya..


Yuhan bangun mulai dari membersihkan kamarnya,


membersihkan seluruh lantai rumahnya,


menyiapkan roti selai dengan susu soya untuk makan pagi untuk semua orang di rumahnya,


mengecek semua hewan peliharaan nya,


masakkan makanan daging untuk para peliharaan nya,


menyuapi makan satu satu semua hewan peliharaannya,


sekalian memandikan satu persatu hewan peliharaannya.


semua dia urus sendiri tanpa bantuan


setelah selesai semua, Yuhan kembali kekamarnya dan bermain hape, ia menelfon Namjoon untuk janjian direstoran dekat dengan apartemen Yuhan


"kamu dimana sih, kok aku asing?" tanya Namjoon dalam video calling


"aku di.. hotel ini, menginap"


"ngapain menginap dihotel?"


"ya pengen beda saja sih, tapi bentar lagi balik kok"


"mau balik kemana?"


"kerumah lah"


"rumah siapa?"


Yuhan hampir saja kelepasan mengatakan jika ia akan balik kerumah nya padahal ia dirumah


"maksudnya dirumah Nania gitu"


"kupikir kamu mau balik kerumah kamu lagi"


"hehe, aku kan dah tinggal di apartemen mu"


tengah menelfon, satu persatu teman Yuhan yang tinggal dirumah itu kebingungan


semua kerjaan beres dan mereka sama sekali tidak perlu mengerjakan pekerjaan dipagi itu dan hari itu


"siapa ini yang sudah membersihkan rumah?" tanya Jazlyn


"wiih, diluar, semua peliharaan sudah rapi" kata Nania


"siapa yang mengurus?"


"Yuhan kan datang kemarin sore" kata Misilia


"apa iya?" tanya Jazlyn