
"harusnya aku tidak perlu sampai setua ini, sampai berjalan melangkah sejauh ini untuk sebuah kehidupan yang ternyata semuanya fana" jawab Yuhan
"Yuhan, dengar kan kami, maafkan kami, kamu boleh membenci kami, tapi bagaimana pun Yangsi dan Juan membantu kami menghidupi kamu" kata Munha
"maaf, saya tidak pernah kenal dengan anda, urusan saya dengan mereka (Yangsi dan Hongjuan)"
"kami ayah ibu kandungmu nak, kamilah orang tua kandung mu" kata Hajun
"saya tidak pernah mengakui nya, maaf" kata Yuhan
"Yuhan, jangan gini lah nak" kata Hajun
"lalu apa tujuan kalian datang kembali kesini setelah lama menghilang? sudah bagus kalian tidak pernah datang" ucal Yuhan
lalu apa tujuan kedatangan Munha dan Hajun kembali setelah 25 tahun lebih mereka menghilang?
Munha dan Hajun menjelaskan apa masalah mereka, bagaimana yang dialami selama ini
ternyata keduanya sudah memutuskan bercerai dengan pasangan masing masing dan memutuskan kembali lagi Hajun dengan Munha
Hajun mengatakan bagaimana ia tidak pernah merasakan kelembutan sama sekali dan hanya marah marah dari sang istri membuatnya tidak betah
Munha juga menjelaskan bagaimana dikekang tapi justru di usia mereka tidak lagi muda
bukan tanpa sebab mengapa semua terjadi karna pada faktanya masing masing pasangan mereka yaitu pasangan Hajun (Sungwan) dan pasangan Munha (Sangja) sama sama mendapatkan bukti kuat terkait adanya hubungan kelam pasangan mereka masing masing dibelalang mereka
bahkan Hajun dan Munha mengatakan bahwa Sungwan (istri Haju) dan Sangja (suami Munha) sudah mendapatkan bukti terkait hubungan itu yang bahkan menghasilkan anak dari hubungan gelap pasangan mereka
untuk itu mengapa Hajun dan Munha kembali dengan alibi penjelasan mereka memikirkan berulang ulang bahkan bermimpi berulang ulang untuk tinggal dan mulai merawat Yuhan membalas semua kesalahannya karna menelantarkan Yuhan
tapi semua di sangkal oleh Yuhan langsung
"karna kalian sudah didepak keluar dari keluarga dan kekayaan pasangan kalian makanya balik kepadaku" kata Yuhan
"Yuhan, kami tidak berpikir sejauh itu kok, kami memang hanya ingin kembali denganmu dan mengurusmu" kata Munha
"iya menumpang hidup"
"tidak, karna soal uang dan harta, kamu jangan kuatir, aku masih ada kok setengah dari beberapa hartaku, aku masih bisa hidup tanpa kamu minta, aku hanya mau menebus kesalahanku" kata Hajun
"tidak, tidak ada alasan itu, aku tidak bodoh, aku bukan gadis kecil yang bisa kalian tipu"
Yuhan yakin betul alasan mereka kembali karna mereka sudah di tinggalkan keluarga mereka masing masing dan makanya kembali kepada Yuhan
"susah saja balik kepadaku, selama bahagia kemarin, kemana kalian, biarkan aku tinggal disini bersama orang asing" kata Yuhan
semua dijelaskan oleh Munha dan Hajun atas alasan kedatangan mereka kembali tapi Yuhan benar benar tidak menerima apapun alasannya
padahal baik Munha dan Hajun meninggalkan pasangan mereka lalu kembali hidup bersama sebagai orang tua kandung Yuhan bukan karna mereka kekurangan uang atau kesulitan ekonomi
"kami tidak kekurangan soal uang, kamu jangan kuatir, aku masih bisa membiayayimu sampai kapanpun" kata Munha
"sebagai ayah, aku akan bertanggung jawab, kamu tidak perlu lagi bekerja, hanya makan tidur dirumah, aku masih bisa membiayai semuanya" kata Hajun
"aku tajir, tidak butuh semuanya" kata Yuhan
karna Munha dan Hajun juga masih kaya raya, baik Munha dan Hajun masih dikatakan tajir melintir karna masih memegang banyak aset kekayaan masing masing jadi mereka meyakinkan Yuhan kedatangannya bukan untuk menumpang kehidupan
karna berpikir memang mereka perlu Yuhan, anak perempuan satu satunya disana dipercaya bisa mengurus dan bahkan menemani orang tuanya sampai tua
"makanya kami menyesal sudah membuang aset paling mahal" kata Hajun
"sekarang kami berpikir dan yakin meninggalkan keluarga kami demi kamu nak" kata Munha
kali ini Yuhan benar benar pecah pikirannya dan memutuskan semua hal terkait hubungan antara dirinya dengan Yangsi dan Hongjuan
"aku datang kemari tadinya memberikan hadiah oleh oleh aku dari jepang, tapi aku tetap kasih pada kalian (Yangsi dan Hongjuan), ini terimalah" kata Yuhan
"Yuhan.. apa ini..." ucap Yangsi terpotong
"kurasa tidak ada lagi hubungan apapun diantara kita, diantara aku dengan kalian berdua (Yangsi dan Hongjuan)" kata Yuhan
"Yuhan, apa yang kamu bicarakan nak" kata Hongjuan
"kali ini aku membuka lagi rasa kecewa ku kepada kamu (Hongjuan) tentang pekerjaanmu dan ditambah kamu (Yangsi) tentang masalah ini" kata Yuhan
Yuhan mengucapkan kata terakhir nya sebelum pergi dan tidak mau lagi berhubungan apapun, sedikitpun dengan siapapun diantara mereka berempat (Yangsi, Hongjuan, Hajun, Munha)
Yuhan langsung menarik tangan Namjoon dan masuk mobilnya lalu pergi dari rumah itu
sepanjang perjalanan, Yuhan hanya menangis tapi ia harus konsentrasi dengan jalan karna ia menyetir, Namjoon kuatir dengan keadaan Yuhan
"kita ke apartemen saja lagi ya" kata Namjoon
Yuhan lanjut jalan tanpa menjawab apapun ucapan Namjoon
sesampainya di apartemen, Yuhan duduk disofa depan televisi apartemen itu tapi duduk di lantainya lalu menangis kencang
Namjoon memeluk Yuhan dan menenangkannya
dalam hati Namjoon berpikir, ternyata apa yang mengganjalnya soal Namjoon yang masih berpikir jika Yuhan dan Boseo terkesan bukan saudara karna perbedaan yang cukup jauh menjadi terjawab
bahkan ketika Namjoon pertama kali dikenalkan oleh Yuhan pada Yangsi dan Hongjuan, Namjoon sudah merasa seperti bukan melihat ayah dan ibu Yuhan tapi saat itu Namjoon tidak tau kenapa perasaan itu ada tapi saat ini ia terjawab semuanya
Namjoon memeluk Yuhan yang makin keras menangis sampai akhirnya Yuhan berhenti menangis dan menatap Namjoon ketika Namjoon berkata
"kan ada aku, aku akan menggantikan peran semua nya untukmu Han, jangan sedih" kata Namjoon
ucapan yang mampu menghentikan tangisan Yuhan..
"kamu serius?" tanya Yuhan
"ya serius lah sayang, aku bersedia menemani kamu, aku disini kan memang buatmu, aku tidak akan meninggalkanmu"
"meskipun tau bagaimana aku? bagaimana hancurnya kehidupanku?"
"meskipun aku tau semua titik terendah darimu"
"kamu akan bersamaku? tidak malu punya pacar baground keluarga tidak jelas?"
Namjoon penuh keyakinan untuk membuat Yuhan percaya bahwa dirinya akan ada selamanya untuk Yuhan kapanpun dimanapun bagaimanapun Yuhan
Yuhan merasa sangat aman dan memeluk Namjoon begitu nyaman, ia menemukan pria yang bisa ia pegangi
Yuhan berpikir kembali jika tidak semua pria dewasa membuatnya lebih aman, tapi pria muda darinya seperti Namjoon saja sudah mampu membuatnya tentram
meskipun hanya sekedar ucapan, entah kenapa Yuhan merasa jika apa yang dikatakan Namjoon sangat membuat Yuhan percaya
Yuhan merasa aman sampai tidur di pelukan Namjoon sore itu, Namjoon tidak mau merubah apapun posisi