
"ya kan tinggal datang saja"
"tinggal datang apa nya, disitu ketat kok, tinggal datang iya tapi diam di depan, diparkiran itu udah"
"terus maunya apa kamu?"
"ajak aku kesana"
"yaudah kapan"
"hari ini aku libur terakhir"
"ini sudah malam loh"
"ya kan itu apartemen kamu, tidur disana sekalian"
"yaudah iya, daripada kamu marah marah padaku"
Yuhan memberanikan diri nya lah membawa ke apartemen itu, toh Namjoon curiga hanya kepada apartemen itu, yang penting soal Yuhan pindahan rumah lagi, Namjoon belum tau
setelah mereka pergi malam itu, Yuhan menyetirkan, sesampainya..
Namjoon melihat ada satpam jaga disana dan ia teringat dengan dendamnya karna tidak diperbolehkan masuk waktu itu
"aku juga masih punya dendam jadinya sama satpam jaga disana" gerutu Namjoon
"kenapa lagi dah, Nam?"
"dendam gegara gak boleh masuk waktu itu, sudah kubilang aku pacarmu"
"ya kecuali kamu datang bersama pemilik unit nya setidaknya punya kartu pengenal"
"ya mana aku minta"
"nanti saja di dalam apartemen itu, aku tinggal disana"
"terus masuk nya kita?"
"ya kan satpam kenal aku, aku pemilik salah satu unitnya"
"oh iya, sekarang aku mau kasih tunjuk aku benar kenal kamu, kamu kenalkan aku kepadanya loh"
"iya ih, dikenalkan juga kalau gak ada kartu tanda masuk atau pengenal tadi tetap gak diperbolehkan masuk sih"
Yuhan memarkirkan mobilnya dan mereka turun
lalu berjalan kearah lobi utama..
seperti biasa, satpam itu menyapa Yuhan, Yuhan menyapa balik satpam itu..
"nuna, selamat malam" sapa satpam yang tengah duduk langsung berdiri
"malam pak" sapa Yuhan
"eh iya nuna, siapa?" tanya satpam itu
"oh iya, ini pacar saya pak" kata Yuhan
"tunangan" kata Namjoon
"ahh iya itu maksud saya pak" kata Yuhan
satpam itu mengingat, siapa pria bersama Namjoon itu, ia ingat memang Namjoon pernah datang dan memaksa bertemu Yuhan waktu itu
Yuhan langsung masuk dan membawa Namjoon dan menuju kamarnya
setelah masuk, Namjoon melihat ternyata apartemen unit nya lebih luas dan lebih mewah dari miliknya
"waaah ini unit apartemen kamu disini?" tanya Namjoon
"iya"
beruntungnya Yuhan sudah membereskan semua soal pekerjaan secret work nya dari apartemen itu dan menyisakan beberapa barang saja
terdapat tiga kamar di unit milik Yuhan, terdapat juga satu toilet dan satu kamar mandi yang terpisah dan beberapa tempat lainnya seperti ruang televisi, ruang makan, dapur, cuci jemur, dan lainnya
mereka masuk kamar dan Yuhan mengambil kartu pengenal disana
"ini kartu buat kalau kamu masuk masuk kesini" kata Yuhan
"kunci nya?" tanya Namjoon
"ya ada dalam dompet kecil itu"
Yuhan menjelaskan isi dalam dompet kecil itu isinya..
kartu pengenal
identitas khusus dari apartemen
kartu parkir pribadi
semua Yuhan berikan pada Namjoon
agar Namjoon percaya padanya dan tidak marah lagi, bahkan sebesar itu memang kepercayaan Yuhan atas hubungannya dengan Namjoon kali ini sangat serius
saat Yuhan mulai tidur karna melihat Namjoon juga sudah tidur, mereka tidur hingga paginya, Yuhan bangun lebih awal
"Nam.. makan pagimu sudah kusiapkan" kata Yuhan
"emmz iya"
"kapan ke dorm lagi, balik lagi?"
"siangan"
"oh yaudah, ayo bangun aja dulu"
"yaa"
Namjoon bangun dan hanya cuci muka dan gosok gigi lalu pergi ke meja makan
ia makan bersama Yuhan, seperti biasa, roti selai dengan susu soya
mereka pun makan bersama, setelah selesai, Yuhan mencuci bekas makan, tapi Namjoon penasaran masih dengan isi dari setiap ruangan disana kecuali kamar tidur karna semalam sudah ia tiduri
Namjoon melihat sekeliling kamar unit apartemen itu, melihat semua barang disana memang terbilang mahal, yaa tempat nya juga strategis, dan pasti pemiliknya orang kaya, pantas saja jika sangat ketat
tapi meskipun begitu masih saja Namjoon heran kenapa harus seperti itu ketatnya
saat melihat kamar kedua karna kamar ke satu nya kan sudah dipakai tidur semalam, jadi sudah tau
melihat seisi kamar itu tidak ada apa apa, hanya beberapa sprey kasur untuk ganti, handuk mandi, baju baju tidur, yaa kamar biasa lah
sampai masuk dikamar ketiga, melihat lagi dan masih sama saja seperti kamar dua, tapi dilihat dari kamar itu, sekilas kamar dua dan tiga sama, hanya beda di kamar satu tadi, sedikit luas saja
tapi saat melewati semua kamar..
ternyata ia melihat ada satu pintu lagi...
"bukannya kamar ada tiga?" gerutu Namjoon
saat membukanya, ternyata itu kamar walk in closed, berisi barang barang Yuhan dan dilihat lagi ternyata masih nyambung ke kamar pertama tadi, kamar yang semalam Namjoon tiduri bersama Yuhan
"ahh, baru ngeh aku disini pintu ke walk in closed" gerutu Namjoon
melihat lihat lagi, yaa biasa lah, ada beberapa baju Yuhan disana, sepatu, tas, beberapa barang lainnya yang tidak terlalu banyak
tapi ketika melihat lihat itu, Namjoon mendapatkan kotak kardus berukuran setengah badannya lagi
"ahh kotak kardus ini" ucap Namjoon mengingatnya
yap, kotak besar kardus itu pernah Namjoon temukan, jauh sebelum Yuhan dan Namjoon berpacaran
yang tadinya Namjoon lupa, karna memang itu sudah kejadian lama sekali, malah jadi teringat lagi, ia penasaran, ia membukanya lagi dan kejadian yang sama dengan apa yang sebelumnya ia dapatkan
ia melihat isinya masih sama
ada beberapa boneka berukuran macam macam, mulai dari yang besar sampai paling kecil semua ada
ada beberapa kertas tulisan dan gambaran gambarang iseng Yuhan dengan seorang pria
ada beberapa foto dan yang paling menonjol dimana foto ketika Yuhan dan pria itu bersama, menonjol foto didalam figuran
Namjoon keluar membawa satu foto itu dan menanyakan pada Yuhan
"ini siapa?" tanya Namjoon
"Nam, kamu dari mana?"
"aku dari walk in closed kamar mu, melihat ini, dalam kotak kardus besar, milik siapa? milikmu pastilah, ini foto, fotomu"
jadi lah Yuhan menjelaskan siapa pria dalam foto itu dan bagaimana hubungan mereka dulu
"kenapa baru mengatakan hari ini?" tanya Namjoon
"aku tadinya tidak mau mengatakan apapun, aku mau melupakannya"
"kamu kan cerita semua mantanmu, tapi ini aku benar benar baru tau"
"iya tapi aku sudah jelaskan kan, biarkan aku melupakan semua tentangnya"
"lalu kenapa masih menyimpannya?"
"aku menghargai pemberian orang saja, siapapun memberikan ku sesuatu, aku akan mengingatnya menyimpannya juga"
"yaa.. okeh aku tau sekarang, ada lagi yang kamu tutupi?"
"gak ada loh, semua nya sudah kamu tau kan"
"ya sudah, apa apa itu bilang ke aku, aku kan bukan hanya pacar tapi tunangan mu"