
"iya, kalian semua sudah tidur, teman teman secret work tau semua kok" jawab Misilia
Nania mencoba mengintip dikamar Yuhan, memang ada Yuhan, tapi tengah tidur
"gimana? ada?" tanya Jazlyn dengan nada pelan
"ada, kayaknya ketiduran" jawab Nania
"sudah biarin, tidur itu, kasihan kan beresin rumah juga" kata Misilia
"ahh bener" jawab Jazlyn
siangnya..
Yuhan terbangun dan baru sadar kalau tadi sebelum ketiduran, ia telfonan dengan Namjoon
jadilah ia menelfon Namjoon lagi, tapi tidak diangkat sampai dua kali telfon, Yuhan berpikir Namjoon tengah sibuk saja, ia lanjutkan beberapa aktifitas di rumahnya
"Yuhan.. kamu gak ada kesibukan, tumbenan kesini?" tanya Jazlyn
"ada sih tapi nanti sore baru mau pergi"
"ahh, kamu yang bersihin semua rumah dan mengurus peliharaan ya" tanya Nania
"iya tadi pagi, pagi sekali, sampek ketiduran aku, tapi aku datang semalam kok, Mi tau"
"iyaa Mi bilang juga kepadaku" jawab Jazlyn
"kemana Mi?"
"tadi sih pamitan mau membeli daging makan Wren"
"ahhh, oh iya, Na.. Jaz.. kalian ada informasi soal laundry dekat disini tidak?"
"kenapa Yuhan?" tanya Jazlyn
"aku mau pakai jasa nya seperti di laundry ku dirumah lama, kalau disana melaundry kan jauh, harus aku yang datang"
"oh iya, diantarkan ya kejauhan ya mereka" kata Jazlyn
"makanya dekat sini ada gak ya"
"Mi yang sering keluar, dia yang tau jadi" kata Jazlyn
"ahh, aku ingat dulu pernah pergi sama Mi, ada kok Yuhan, dekat sini, dan bisa antar jemput juga loh aku pas lihat" kata Nania
"apa iya? kamu dan Mi kesana ngapain?"
"lewat saja"
"ahh, tidak melaundry?"
"tidak, sekilas tau aja sih"
Nania memberikan arahan dimana letak laundry itu
baru masuk sore, Yuhan bersiap siap untuk pergi ke tempat janjiannya ketemuan sama Namjoon dan Yuhan pun menyempatkan untuk datang ke alamat laundry dari Nania tadi
dan setelah tau tempatnya, Yuhan masuk membawa cucian kotornya
"permisi" sapa Yuhan
"ahh iya eoni, ada yang bisa dibantu?" sapa staff disana
"laundry ya?"
"iya laundry, sudah lama kok, eoni pindahan baru ya?"
"iya, saya dirumah paling ujung"
"ahh, rumah yang ada hewan peliharaannya buas buas kah?"
"iya itu rumah saya"
"wooh, salam kenal eoni, saya Dajin, owner di laundry ini"
"oh ya? waah langsung bertemu owner nya ya"
Yuhan berkenalan dengan owner disana yaitu Da Jin, Dajin menjelaskan sistem tentang laundry nya itu dan terbilang laundry milik Dajin tersebut adalah laundry besar
karna laundry itu tidak hanya menerima baju laundry biasa tapi juga baju baju artis, aktor, dan lainnya yang pencuciannya harus khusus
setelah berkenalan, Yuhan juga menjelaskan untuk permintaan servis nya, yaitu pengiriman baju kotor akan Yuhan sendiri mengirim tapi setelah bersih meminta langsung diantarkan kerumah nya
bahkan Yuhan juga menelfon Unji didepan Dajin untuk saling memperkenalkan agar nanti Unji tidak bingung lagi jika pihak Dajin mengirimkan laundry bersih milik Yuhan
karna mengingat Yuhan menerapkan rumahnya memang stay tertutup bagi orang, siapapun itu
setelah selesai dari sana, Yuhan pergi menemui Namjoon tapi pas sekali Yuhan pergi, kakak perempuan Dajin keluar dari ruangannya karna baru bertemu klien untuk produk pewangi laundry
dijelaskanlah oleh Dajin kepada kakaknya itu tentang costumer baru tadi datang
kakak Dajin jadi penasaran pada costumer itu tapi sayangnya Dajin tidak mengenali nama nya dengan baik alias lupa
"aduh lupa pula aku, lupa eoni, tadi dia sebutin sama dia"
padahal tadi Dajin sudah mendengar nama costumer asli nya itu Yuhan tapi ia hanya ingat nama Unji
"lah gimana ya, perempuan kah?" tanya kakaknya lagi
"iya, tapi malah hanya inget nama satpam jaga disana soalnya tadi dikenalin"
"siapa?"
"Unji, nanti deh pas antar bajunya ikut eoni, biar tau rumahnya"
"boleh"
dan tau siapa kakak dari Dajin?
ia adalah Hae Jin, kakak kandung Dajin sekaligus pemilik usaha laundry besar itu, adalah Haejin
masih ingat Haejin?
yap, teman lama Yuhan bahkan teman lama juga untuk Aekyo dan Hyuni karna pernah satu sekolah di SMA
dan terakhir bertemu Yuhan juga saat Yuhan dan Namjoon membeli cincin pertunangan mereka, karna Haejin bekerja di toko perhiasan itu dulu sebelum membuka usaha laundry nya sendiri
tapi sayangnya Dajin lupa nama costumer nya adalah Yuhan, ya Haejin tidak tau jika di maksud adiknya adalah teman lama dan juga mantan musuh semasa sekolahnya
esoknya ketika baju kiriman Yuhan selesai, Dajin mengantarkan nya ditemani sang kakak, sampai dirumah tersebut ada satpam jaganya
"pak, ini atas nama Unji, laundry nya" kata Dajin
"ahh, siap, itu saya, terimakasih ya"
"iya pak, sama sama"
"pak, ini rumah bos nya?" tanya Haejin
"iya nuna, saya bekerja disini, kenapa?"
"tidak, itu semua peliharaan siapa?"
"bos saya"
"wooh"
"waah hewan buas semua ya pak" sapa Dajin
"iyaa, eh iya terimakasih ya kiriman baju nya nanti saya kabari bos saya, oh sama jangan panggil pak, saya Unji, saya masih kelahiran 90an" kata Unji
"waaah iya kah?" tanya Dajin
"oppa saja, tidak masalah, kalau pak terlalu tua hehe"
"oke siap deh" jawab Dajin
Dajin takjub dengan peliharaan hewan buas disana, ia kaget ternyata gadis bos dari Unji itu pecinta hewan buas tapi Haejin seperti mengingat seseorang, ia seperti tidak asing dengan seseorang, ia jadi teringat Yuhan karna dulu teman nya penyuka hewan buas hanya Yuhan
balik pada Yuhan sampai di tempat janjiannya dengan Namjoon
"sayang" sapa Yuhan
Namjoon berdiri menyapa Yuhan dan memeluknya
"kenapa sih?" tanya Yuhan
"kangen saja, aku tau kamu lagi banyak sekali masalah akhir akhir ini dikantor"
"iya Nam, aku capek rasanya, kenapa banyak sekali masalah, sejak ada Hyo"
"kamu jangan menyerah, tunjukkan sama dia, kamu tidak mudah diruntuhkan"
"makasih sayang, sudah selalu ada untukku"
"iyaa, pasti"
mereka pun makan karna pesanannya sudah datang
sembari makan, sembari membahas beberapa masalah Yuhan dikantor, membahas juga tentang kesibukan Namjoon bersama bangtan dalam pekerjaannya itu
semua mereka ceritakan masing masing untuk sekedar sharing saja satu sama lain agar bisa sama sama saling menguatkan
selesaikan curhat.an mereka lanjut makan, tapi tengah makan, Yuhan menatap kearah wajah Namjoon dengan sangat penuh cinta
"Nam.." ucap Yuhan
"yaa?" jawab Namjoon masih menguyah makanan dan fokus kepiring makan
"menikah yuk" kata Yuhan
karna terlalu mendadak Yuhan mengatakan ajak menikah, seketika itu Namjoon langsung menyemburkan makanan dimulutnya yang tengah ia kunyah, lalu ambil air minum, langsung menatap Yuhan