
"tapi Yuhan berusaha merubah Aekyo lebih baik dalam fashion, malah dia menusuk dari belakang pada Yuhan? begitu kah cara berteman denganmu?" bentak Hyuni pada Aekyo
biasanya, ketika Hyuni memaki maki dan menghina Aekyo, Yuhan akan membalaskannya tapi kali ini, Yuhan diam seolah menerima perlakuan kepada sahabatnya itu
"Hyuni, aku rasa kamu benar, pertemanan ini tidak sehat" kata Yuhan
"berapa kali aku katakan Yuhan? dia itu sudah buruk rupa, buruk fashion, buruk selera, masih kau berteman?" tanya Hyuni
"tolong jaga ucapan mu ya Hyuni, jangan mentang mentang aku diam selama ini aku takut" kata Aekyo
"oh ya? lalu apa mau kau bela dirimu? kamu saja menghianati sahabatmu ini, yang rela berteman dengan gadis sepertimu inu" tanya Hyuni
"Yuhan, aku gak tau sama pikiranmu, tega kamu ya" kata Aekyo
"apa aku salah mendengar? atau kamu salah bicara?" tanya Yuhan
Aekyo menggebrak meja dengan tangannya tapi Hyuni malah bersikap
"ohh aku dong yang takut, ih jijik deh, udah ih bye" kata Hyuni
"Hyuni" panggil Yuhan
"ya Yuhan?"
"aku ikut" kata Yuhan
"waaah serius? kau ikut denganku? ayo" kata Hyuni bersemangat
akhirnya Hyuni bisa menarik Yuhan masuk geng nya, dimana geng Hyuni sudah lengkap dan semakin terkenal disekolah karna masuknya Yuhan
geng Hyuni semua adalah geng terkenal paling cantik, glamour, mentereng, penuh kemewahan dan ditambah Yuhan?
lengkaplah sudah geng yang menjadi primadona dijaman itu
lulusan sekolah didepan mata, Yuhan dan Hyuni berteman makin dekat bahkan bisa dikatakan jauh lebih dekat dibandingkan dengan persahabatan Yuhan dengan Aekyo dulu
perpisahan pun digelar, mereka memutuskan untuk kerja dan ada juga sebagian untuk kuliah, Yuhan memutuskan untuk beristirahat dulu sembari mencari pandangan kuliah dan kerja dalam satu waktu
tapi Hyuni dan Yuhan masih sering bersama, sering datangi rumah mereka begantian, kadang dirumah Hyuni menghabiskan week end kadang dirumah Yuhan
seiring berjalannya waktu, Hyuni berpacaran dengan pria yang sudah berpacaran dengannya sejak awal kelas tiga SMA lalu tanpa ragu Hyuni mengenalkan kepada Yuhan
Yuhan berkenalan dan berteman baik sejak itu dengan pria yang bernama Ji Wook, mereka menjadi tiga pertemanan, karna selalu bersama
tak banyak hal tentang penjelasan siapa Jiwook, tapi yang pasti, Jiwook bisa jadi sahabat dan teman dekat bagi Yuhan
tapi murni tidak ada yang nama nya menusuk dari belakang dari niat masing masing selain hanya berteman
hingga pada suatu ketika dimana seorang pria yang tertarik pada Yuhan dan pria itu adalah ayah dari Jiwook
"Jiwook" sapa papa Jiwook
"ya pa?"
"kemarin kamu bawa dua temanmu, satu kan pacarmu, yang satu siapa?"
"oh Yuhan, temanku pa, teman dekat Hyuni juga"
"ahh"
"kenapa pa?"
"baru lihat"
"ah papa yang jarang dirumah, jarang memerhatikanku, dia sering kesini bersama Hyuni dan beberapa teman teman kami juga"
"ahh"
"dia juga pernah bahkan membawa pacarnya"
"oh ya? siapa pacarnya?"
"ada, papa tidak akan kenal, tapi sudah lama dan sudah putus"
"emm"
"tapi pacar Yuhan selalu tua pa"
"ahh maksudnya kamu bagaimana?"
bukannya mundur, papa Jiwook malah penasaran dan meminta anaknya mengenalkannya kepada Yuhan secara pribadi
"ooh papa serius mau kenalan sama Yuhan?" tanya Jiwook
"iya kenapa? dia tidak ada pacar kan?"
"ya sih, tapi tadi kujelaskan paham kan pa?"
"paham, papa gak masalah"
Jiwook akhirnya mencoba mengenalkan papanya pada Yuhan, tapi masih belum mengatakan dulu pada Hyuni karna ia berpikir biar tunggu sampai ada kepastian saja hubungan antara papanya dengan Yuhan
yap perkenalan singkat
Yuhan akhirnya berkenalan dengan papa Jiwook, mereka mulai pendekatan juga
pria bernama asli Yoon He itu makin merasakan ia menyukai Yuhan dan Jiwook mendukungnya saja
sejak itu Jiwook makin intens dekat dan bertemu dengan Yuhan
tapi sayangnya masalah kembali datang dimana ternyata Haejin, teman lama Yuhan, yang masih ada dendam pada Yuhan, masih mengikuti Yuhan
bahkan masih mencari kelemahan Yuhan untuk menjatuhkan Yuhan, Haejin melakukannya sendiri, tidak bersama Aekyo karna Aekyo fokus pekerjaannya
hari dimana akhirnya banyak bukti didapatkan oleh Haejin tentang kedekatan Yuhan dengan Jiwook, akhirnya Haejin mengirim semua bukti kepada Hyuni
memberikan satu box berukuran sedang berisi banyak bukti pertemuan antara Yuhan dan Jiwook diam diam dibelakang Hyuni
"Yuhan, Jiwook, arrrg mereka bertemu kok tanpa pengetahuan ku? siapa mengirimkan ini?" tanya Hyuni dalam hatinya
Hyuni meradang, karna ia tau bagaimana berani nya Yuhan ketika berhubungan dengan seorang pria, Hyuni takut nya jika Yuhan mengambil Jiwook
mengingat Jiwook terbilang sangat kaya, bisa saja Yuhan mengambil Jiwook untuk memanfaatkannya juga, bukan itu saja tapi karna Hyuni sudah sangat mencintai Jiwook
di dalam kotak itu terdapat foto dimana hari ini juga Yuhan dan Jiwook bertemuan tanpa membawa Hyuni, Hyuni meradang langsung pergi dan mencari alamat itu
"Yuhan, Jiwook" teriak Hyuni
"Hyuni?" sapa keduanya kaget
Hyuni melemparkan kotak dari Haejin yang dikirim diam diam itu yang terdapat banyak bukti
"kamu ini salah paham Hyuni" kata Yuhan
"salah paham, Yuhan, aku tau siapa kamu, aku tau busuknya kamu"
"apa sih Hyuni, jangan begitu, kamu benar salah paham itu" kata Jiwook
"bagaimana tidak salah paham, aku tau siapa dan bagaimana Yuhan, aku tau siapa kamu, lalu kalian bertemu tanpa sepengetahuanku? apalagi ha?"
tak lama Yoonhe datang..
Hyuni hanya diam, ia semakin takut jika Yoonhe akan lebih merestui Yuhan dengan Jiwook daripada dengannya karna bagi Hyuni memang diakui Yuhan lebih cantik dibandingkan dirinya
"paman?" sapa Hyuni kaget
"kamu sedang salah paham ya atas kedekatan mereka? maafkan aku ya, tapi aku membuat situasi ini semua jadi runyam" kata Yoonhe
"apa maksudnya paman?" tanya Hyuni ketar ketir
Yoonhe menjelaskan bagaimana hubungan antara Jiwook dengan Yuhan dan antara Yuhan dengan Yoonhe sendiri
mendengar semua penjelasan Yoonhe, Hyuni merasa lega, ia tidak tau ternyata begitu ceritanya
"astaga paman, begitu kah?" tanya Hyuni
"maafkan paman ya jadi bikin kamu berpikir salah pada mereka" kata Yoonhe
"gak masalah paman, tapi kenapa kamu (Jiwook) tidak mengajakku dalam urusam ini, aku kan bisa membantu?" jawab Hyuni pada Jiwook
"aku pikir menunggu kepastian nya baru aku bilang kepadamu" kata Jiwook
"masih mau marah padaku Hyuni? ahh jangan ya, aku tidak bisa, kamu sudah jadi sahabat terbaikku" kata Yuhan memeluk Hyuni
Hyuni pun memeluk balik Yuhan..