
betapa kagetnya Yuhan ketika melihat masing masing bos dari masing masing owner
ternyata..
ceo dari wedding organizer untuk makeup dan gaun adalah Shinje
ceo dari wedding organizer untuk cathering dan souvenir adalah Deshin
"ini ceo owner dari semuanya persiapan yang saya selenggarakan ini?" tanya Yuhan pada staff owner masing masing
"iya, ini bos kami nuna, ini ceo kami, belum sempat bertemu kan, baru ini ya" ucap staff Deshin
"berarti baru bertemu di undangan ini, saya langsung memberikan undangannya kepada ceo, dan ceo bisa datang bersama saya" jawab staff Shinje
staff mereka menjelaskan jika bagian wedding organizer khusus makeup, gaun, cathering dan souvenir itu adalah adik kakak
tak lama owner lainnya datang juga membawa ceo mereka masing masing
ceo dari wedding organizer untuk gedung dan dekorasi adalah Jungji
ceo dari wedding organizer untuk undangan adalah Yungju
"nuna, ini bos saya, kenalkan" sapa staff Yungju
"jadi ini ceo saya masih satu kesatuan dengan ceo bagian undangan, nuna" jawab staff Jungji
melihat Yuhan yang mengadakan pernikahan itu, Yungju dan Jungji kaget, apalagi ketika staff mereka menjelaskan jika Yuhan adalah costumer mereka yang menikahkan orangtua nya
"tunggu, lihat kartu undangannya?" tanya Yungju pada staffnya
"ada, saya bawa yang milik kita" kata staff Yungju
melihat kartu undangan itu mereka kaget karna ternyata nama tertera pada undangan itu adalah Munha dan Hajun
"jadi yang menikah itu..?" ucap Jungji terpotong
"kenapa kamu tidak memberitahu saya kalau dia yang mengadakan pernikahan itu? harusnya kan laporan? saya kecolongan loh sama undangan ini" kata Yungju pada staffnya
"loh saya sudah laporan pak, mungkin pak ceo belum fokus laporan saya, waktu itu kan anda sibuk klien" jelas staff Yungju
karna penasaran dengan Jungji dan Yungju yang ribut soal siapa yang dinikahkan itu, Deshin dan Shinje juga meminta kartu undangannya dan betapa kagetnya mereka ketika melihat ada nama ayah mereka
"loh, ini jadi yang menikah.." ucap Deshin
"kamu.." ucap Shinje menunjuk Yuhan
"ahh pak, maaf pak ceo kenapa ya? kok marah, dia costumer kita kan pak?" ucap staff Shinje
"pak, apa masalahnya?" tanya staff Deshin
semua jadi serba kebetulan, bagaimana bisa Yuhan ternyata tidak tau soal soal wedding organizer pemiliknya masing masing adalah mereka berempat
mereka berempat juga kecolongan ketika yang dinikahkan Yuhan adalah orangtua mereka
disini mereka berempat jadi tau ternyata ayah dari Deshin dan Shinje (Hajun) dengan ibu dari Jungji dan Yungju (Munha) adalah ibu kandung dari Yuhan
dan itu mereka baru tau karna memang selama ini antara anak Munha dan anak Hajun sama sama tidak saling mengenal sama sekali meskipun pekerjaan mereka ada di lingkup yang sama yaitu kepengurusan persiapan pernikahan
"hai kakak laki laki ku? apa kabar? ternyata takdir menyatukan kita disini, aku tidak menyangka" kata Yuhan
mendengar itu semua staff masing masing dari mereka jadi kaget, bagaimana bisa costumer mereka itu mengakui ceo mereka masing masing adalah kakak laki lakinya
"jangan pernah mengakui aku kakak laki lakimu" ucap Deshin
"loh kenapa kakak laki laki ku? bukannya kita sudah adik kakak sejak aku lahir didunia?"
"tetap, sejak kamu lahir didunia pun tidak pernah aku mengakui kita adik dan kakak" jawab Deshin
"dengarkan Yuhan, sekalipun kamu lahir didunia sebagai anak dari ayahku, kita bukanlah adik kakak" jawab Shinje
"akui saja lah, aku memang adikmu, apalagi ada pernikahan ini, lihatlah semuanya sudah bersatu kan? aku adikmu lah" kata Yuhan
"aku sedikit pun tidak pernah mau mengakuimu adikku sekalipun ibuku (Munha) menikahi ayah mereka" jawab Jungji
"berkat pernikahan ini, kaluarga kita menyatu?"
"jangan gila, tidak ada sama sekali keluarga siapapun menyatu disini" jawab Jungji
"kurasa dia benar, sekalipun ayah kami menikahi ibu mereka dan menjadi orangtua utuh bagimu, kamu tetap bukan siapa siapa kami" jawab Shinje
"sangat" jawab Deshin
"waah kakak, lihatlah appa dan amma kita disana, cantik dan tampan sekali, serasi ya mereka"
"kamu sudah gila ya?" tanya Jungji
sejak tadi yang speak up dan membantah mereka adalah kakak Yuhan, Yungju memikirkan sebuah hal
Yuhan mengurusi undangan pernikahannya ada dua, untuk dua orang berbeda, kalau satu itu untuk Hajun dan Munha lalu satu lagi untuk siapa?
"kamu kenapa diam saja daritadi?" tanya Jungji
"hyung, ini loh, aku mencocokkan, kalau undangan ini buat amma dan selingkuhannya itu, lalu undangan satu lagi untuk siapa?" bisik Yungju
"undangan? berapa pesan undangan sih?"
"ada dua, satu yang untuk amma dengan pria itu dan satu lagi tidak tau, siapa dengan siapa" jawab Yungju
"tanya staff siapa namanya lah"
"tidak ada yang ingat, hape kerja tidak mereka bawa, jadi tidak ada yang tau"
"apa mungkin Yuhan?"
"sama siapa?"
"pacarnya lah, siapa lagi gak tau juga aku, jadi dia pesan dua undangan berbeda ya?" tanya Jungji
"iya lah"
"apa mau tanya mereka (Deshin Shinje) siapa tau mereka tau kan"
"yakin? tengsin hyung, jangan lah sudah" kata Yungju
"iya juga sih, tapi kita perlu bicarakan ini dengan mereka"
"nanti deh aku carikan, sepulang dari sini aku pergi ke kantorku saja"
"aku akan ikut denganmu" kata Jungji
"sekarang saja, untuk apa kita lanjutkan menikmati acara ini?" tanya Yungju
"tapi kita perlu menunjukkan diri kepada amma dulu" kata Jungji
mereka akhirnya naik ke panggung pengantin dan memberikan selamat kepada ibu mereka atas pernikahannya
"Jungji? Yungju?" sapa Munha kaget
"selamat amma, semoga bahagia ya" ucap Yungju
"bagaimana kalian bisa datang?"
"tidak perlu tau, yang penting kamu aku datang" kata Jungji
"tanpa lama lama ma, kita harus pergi, permisi"
tanpa menyalami Hajun disana Jungji dan Yungju berpamitan hanya pada ibunya, tapi setidaknya disini Hajun bisa melihat dan bertatap muka dengan anak Munha tersebut
tapi ternyata keputusan Jungji dan Yungju untuk memberikan selamat itu ditiru oleh Deshin dan Shinje
"apa kita masih akan diacara ini? ini bukan acara kita, kita tidak perlu menikmatinya" kata Shinje
"kita perlu memberi selamat seperti dilakukan oleh wedding organizer itu, anak dari selingkuhan appa" kata Deshin
mereka naik juga dan menyapa ayahnya, mereka melewati Munha Munha juga pertama kalinya bertemu disana dengan anak Hajun
"Deshin? Shinje?" sapa Hajun
"selamat atas pernikahan kamu" kata Deshin
"bagaimana bisa kalian datang?"
"kurasa diceritakan akan panjang dan lebar, tanyakan saja ada yang menyelenggarakan acaramu" jawab Deshin
"cukup cepat terbilang?" jawab Shinje