You Should Be Me

You Should Be Me
51



Yuhan tersenyum lebar dengan mata yang menyipit dan berterimakasih pada Namjoon didepan semua member bangtan tapi pada member lain juga mengucapkannya


"terimakasih ya atas apa yang kalian percayakan pada saya, saya akan berikan yang terbaik" ucap Yuhan


disinilah semua pria disana merasa hatinya adalah sebuah es krim yang sedang berada diterik matahari karna meleleh


senyuman tercantik dengan gaya manja yang tidak perna mereka lihat sama sekali sebelumnya dari banyak gadis diluaran sana jadi membuat terkesan


setelah urusan selesai, Namjoon menawarkan mengantarkan Yuhan meskipun harus membawa Hyunsoon


Yuhan mengiyakannya, tapi saat akan pergi Taehyung menyapanya


"Yuhan" sapa Taehyung


Taehyung berjalan mendekati Yuhan diikuti oleh member lainnya


"ya V?" sapa Yuhan


"heei kau panggil aku V? kau staffku"


"hei, bahkan kau lupa aku jauh lebih tua dari mu?" tanya Yuhan


"oh ya juga, aku lupa kamu kelahiran berapa?"


"1990 lahirku dan kamu 1995 bukan?"


"oh iya, bener, aku yang akan panggil kamu nuna"


"nah itu benar, aku bahkan lebih tua dari member tertua kalian" kata Yuhan


"oh kalau begitu boleh tidak aku meminta nomor kontakmu?" tanya Taehyung didepan Namjoon


"ssst" ucap Jimin menyenggol lengan Taehyung


"apa?" tanya Taehyung


"bagaimana kamu menanyakan itu didepan banyak member?"


"kan didepan justru, kalau dibelakang malah itu mencurigakan"


"memangnya kita tidak tau siapa kamu, hei V, itu kan kamu" jawab Hoseok pada Jimin


"aarggh ssst" jawab Jimin


"yaudah boleh kok, ini nomorku" kata Yuhan memberikan kartu nama nya


"oke baik kusimpan, nanti aku beritahu nomorku"


"yaa"


Yuhan pulang dengan Namjoon dan Hyunsoon, sejak tadi, Namjoon menahan cemburunya, sejak ketika cei nya sendiri memuji Yuhan


tapi mau bagaimana lagi? ia belum berhak melarang beberapa hal apalagi tentang urusan pribadi


hari berlalu..


Yuhan memikirkan untuk mencari rumah baru saja agar ia lebih aman bisa pulang pergi rumahnya tanpa sembunyi sembunyi


Yuhan memang kaya, bukan hanya karna ia memiliki perusahaan besar yang berdiri atas nama nya sendiri


tapi dua faktor lain memperkuat ia menjadi crazy rich yaitu dari orang tua angkatnya yang kaya raya dari pekerjaan keduanya baik Yangsi dan Hong Juan


dan juga dari orang tua kandungnya yaitu dari ... dan ...


dimana keduanya tidak saling bertemu untuk sekedar mengobrol, bertemu diluarpun tidak perna saling sapa


tapi keduanya masih rutin memberikan suntikan kiriman dana untuk bentuk tanggung jawab mereka berdua kepada Yuhan meskipun yang terima adalah Yangsi tapi Yangsi membuatkan kartu kredit untuk simpan uang dari kiriman keduanya


dan kartu kredit itu kini sudah ada ditangan Yuhan sendiri meskipun Yuhan belum tau apapun sejarah kartu itu


jadi sudah paham ya jalannya uang kiriman kedua orang tua kandung Yuhan bagaimana, intinya sudaj tidak lewat Yangsi lagi


dengan alasan pada Yuhan itu adalah dana dari hasil yang Yangsi kumpulkan bersama Hongjuan dengan uang pribadi masing masing jadi dianggap Yuhan itu uang dari Yangsi pribadi


padahal Yangsi dan Hongjuan sudah memberikan kartu kredit lain untuk mengirimkan bulanan kepada Yuhan yang benar benar murni hasil kerja keras mereka tanpa campur tangan orang tua kandung Yuhan dan ini dianggap Yuhan uang dari Hongjuan pribadi


sudah paham? yuk mari lanjut..


Yuhan pergilah kekantor miliknya di esok paginya untuk menemui Unji


esoknya..


ketika sesampainya dikantor..


"Unji" sapa Yuhan


"bisa keruangan saya sekarang?"


"bisa nona saya nyusul apa langsung ikut?"


"terserah, mending langsung ikut, kalau mau nyusul bisa, cepat tapi ya"


"ya nona, saya taruh berkas dulu di laci meja"


"yaa saya tunggu"


Yuhan pun pergi keruangan menunggu Unji muncul, tak lama Unji datang juga


Unji masuk dan menyapa Yuhan lalu mereka mulai mengobrol soal kerjaan


baru lah setelahnya, Yuhan membahas jika ia ingin membeli rumah beberapa hari yang lalu tapi ia harus mencari lebih dulu dan menyuruh Unji


"bagaimana dengan saya yang meminta kamu untuk ini" kata Yuhan


"belum nona, saya belum sempat dapat, tapi saya carikan masih kok"


"tapi kamu tidak sempat bukan karna keberatan kan?"


"astaga nuna, kenapa membahas mu itu? aku serius, aku benar benar mendedikasikan waktu dan kerjaan ku untuk kamu kan sejauh ini"


"jadi kamu bisa dan mau carikan aku rumah baru kan secepatnya? fokus sulu carikan aku rumah, pekerjaan kantor aku akan berikan pada Bo" tanya Yuhan


"siap nona, kamu mau yang seperti apa?"


"apa saja yang penting kamu paham kan tipe yang bagaimana yang aku mau?"


"yang penting buat baby baby" kata Unji


"nah, penting itu"


"siap, aku akan mencarikan nanti, tapi kalau tidak salah, kebanyakan sih halaman luas, jadi kita perlu membuat sendiri"


"terserah, itu atur kamu saja"


"oh baiklah"


"aku mulai minggu depan bekerja di tempat bangtan, di kantor sana"


"oh disana, kenapa lagi di kantor ini?"


Unji adalah satu satunya orang yang paling tau semua percintaan, pekerjaan, masalah, aemua kehidupan Yuhan termasuk tentang Baori dimana yang lain tidak tau tapi Unji tau


hanya saja Yuhan tidak pernah menjelaskan ia dekat dengan Namjoon karna ia berpikir itu kedekatan biasa, tidak ada yang spesial padahal Namjoon menganggapnya itu lebih dari spesial


setelah dua hari...


Unji mencari dan mendapatkan juga akhirnya rumah untuk Yuhan, Yuhan ikut dengan Unji melihat rumah itu dan lebih besar lagi


dihalaman itu setidaknya bisa untuk kandang rumah sebanyak 10 sel karna jika sebelum nya Yuhan hanya memiliki lahan enam sel


"gimana?" tanya Unji


"ya, saya mau, bayar saja lunas, langsung kamu panggil lagi orang pembuat sel buat hewan ku"


"siap nona"


tak butuh waktu seminggu, bahkan hanya lima hari saja, semua sudah siap, kandang sudah siap ditempat


Yuhan mulai berkemas dan memindahkan hewan hewannya dulu


jika orang lain pindahan, umumnya ya perlengkapan dalam rumah dulu, tapi tidak dengan Yuhan dimana ia memindahkan hewan hewannya dulu


Yuhan bahkan menyewa lima mobil untuk lima hewannya dan dibantu juga oleh Jazlyn, Nania, Misilia tentu Unji juga membantunya


pas juga hari itu Yashimi membantu Yuhan meskipun kerjaan jadi canggung karna ada Jazlyn, Jazlyn juga malah sedikit kaku tapi Yuhan paham posisi keduanya dan tidak mempermasalahkan


saat Jazlyn selesai berberes, yang lain masih sibuk, Yuhan menyapa nya dan mengajaknya mengobrol


tak lama Yashimi menyapa Yuhan


"sudah semuanya?" tanya Yuhan


"sudah" jawab Yashimi


"oh ya dah deh, Bobe dan Nickly?" kata Yuhan


"agh, tadi aku taruh Withe sebelah sana, paling dekat dengan pintu rumahmu kan?" tanya Yashimi