You Should Be Me

You Should Be Me
159



jadilah Yuhan menjelaskan juga tentang Aekyo dimasa lalu bersama Yuhan, semuanya diceritakan Yuhan, baru Namjoon tau


"yaudah deh, aku pergi dulu" kata Tanwoo


"oh okeh, kemana kamu?"


"balik Yuhan, tidur dirumah, esok kan padat lagi kegiatan"


"oh iya juga"


tinggal Yuhan dan Namjoon..


setelah berakhir hari itu, Yuhan balik ke dorm bersama Namjoon, ia tidak sabar bertemu lagi dengan Aekyo, karna ia baru dekat lagi dengan Aekyo setelah bertahun tahun


"kamu balik ke dorm kan?" tanya Yuhan


"yaa, kenapa?"


"aku mau ikut ke dorm, istirahat di dorm baru malam pulang"


"oh gitu? ya boleh, kok tumben?"


"aku mau ketemu Aekyo"


"ahh, sekalian kita kenalan" ucap Namjoon


"kenalan? sama siapa?" tanya Yuhan


"Aekyo"


"lah kita kan dah kenal sih?"


"iya maksudnya kenalan sebagai pacar"


"oh gitu? ya bener juga"


"iya udah, ayo ke dorm"


mereka balik ke dorm, sesampainya, melihat satpam jaga kebingungan


"kenapa pak?" tanya Namjoon


"ahh, ini tadi ada orang disini berdiri, saya kira mau ada perlu, tapi saya dekati eh dia pergi melemparkan ini"


"apa ini?"


"tidak tau, belum saya buka"


sebuah surat dalam botol dengan isi tulisan


"aku akan membuat kalian perlahan tau siapa gadis sang fotografer yang kalian bangga kan"


isi pesan dari surat dal botol itu


"apa?" tanya satpam


"tidak ada pak, hanya kertas" jawab Namjoon berbohong


Namjoon menarik Yuhan dan sedikit menjauh


"sebenarnya apa sih maksudnya? kamu ini siapa maksud Hyohoon dan surat ini?" tanya Namjoon


"Hyohoon hanya ingin menghancurkan aku karna aku selalu menolaknya, sudahlah jangan diambil pusing" kata Yuhan


Yuhan menarik botol isi kertas itu dan menyimpannya dalam tas, lalu masuk dorm lagi dan menyapa Aekyo


"ahh Namjoon, darimana? semua member dan staff dorm sudah balik loh" kata Aekyo


"iya tadi ada perlu denganku, ko" kata Yuhan


"Yuhan? tumben main?"


"iya, ini lagi pengen ketemu kamu, aku seneng kita sudah bisa baikan seperti sekarang ko"


"hemm, aku pikir juga sih, Yuhan, jangan benci benci lagi padaku ya, jangan marah padaku"


"apa kamu sudah lupakan masa lalu kita?"


"aku sudah tidak memikirkannya, lupakan saja semuanya, aku juga salah saat itu, harusnya aku lebih mempercayaimu"


"aku janji sekarang akan jadi sahabat yang baik" ucap Yuhan dengan senyumannya


"makasih ya, aku janji juga akan baik buat mu"


"senang aku dengar cerita soal kalian, soal hubungan daei awal hingga sekarang" kata Namjoon


"apa sudah tau?" tanya Aekyo pada Yuhan


"iya aku tau semua tadi, tadi Yuhan dan Tan hyung menceritakan" kata Namjoon


Yuhan juga menjelaskan apa yang sudah dilakukan Hyohoon tadi selepas rapat, mendengar itu Aekyo jadi kesal


"tidak bisa beneran dia didiamkan Yuhan" kata Aekyo


"tapi sudah lah, biarkan dulu sejauh apa dia beraksi" kata Yuhan


sekalian itu, Yuhan juga menjelaskan soal hubungannya dengan Namjoon kepada Aekyo


"jadi sekalian kami mau kenalan, aku sengaja kesini"


"kenalan? gimana maksudnya?" tanya Aekyo


"aku dan Yuhan berpacaran" kata Namjoon


"wooh?" ucap Aekyo kaget


mendengar hubungan mereka, Aekyo kaget, bagaimana bisa mereka berpacaran sedangkan yang ia tahu selera Yuhan bukan seperti Namjoon


bukan karna masalah wajah atau harta tapi masalah umur, dimana Aekyo tau betul sahabat lama nya itu menyukai pria berusia jauh diatasnya


"wooh? Yuhan? serius?" tanya Aekyo


"iya bener itu, memang kita pacaran, aku tau kamu belum tau kan" kata Yuhan


"aku sempa kepikiran sih kalaian pacaran, beberapa kali aku dapat bukti kalian mencurigakan" jawab Aekyo


"haha apa sih, mencurigakan bagaimana dah, biasa saja kita, banyak staff yang tau sudah, member lain juga" kata Namjoon


"oh ya? waah aku saja belum tau" kata Aekyo


"ada beberapa yang belum tau kok selain kamu" jawab Yuhan


"ahh, emm tapi masalahnya bukan itu, bukankah selera lelaki buat jadi pacarmu itu adalah pria yang.." ucap Aekyo terhenti


"lebih tua? itu dulu sih" sambar Yuhan


Yuhan menjelaskan jika itu masa lalu, masa terkini ia dengan Namjoon, jadi cerita masa lalu ya bubar sudah


tapi ada lagi hal membuat Aekyo bingung karna ia tau tipe ideal Namjoon


bagaimana bisa berpacaran dengan gadis diatasnya padahal Aekyo tau sendiri bagaimana Namjoon tidak menyukai gadis diatasnya sedikit saja


karna yang Aekyo tau tipe usia yang diinginkan Namjoon setidaknya kelahiran sama dengannya yaitu 1994 atau kalau bisa harus dibawa usianya agar Namjoon terkesan lebih tua lebih berwibawa


"tapi Namjoon, aku tau soal.." kata Aekyo terhenti lagi


"iya itu juga masa lalu, sekarang ada Yuhan, tipe ideal masalah usia hanya masa lalu" sambar Namjoon


"iya sih" jawab Aekyo


"kurasa ada masa dimana masa lalu kita sama sama perlu ditinggalkan" sambar Namjoon


"lagi pula usia kan hanya angka" jawab Yuhan


"iya bener sih" jawab Aekyo lagi


mendengarkan itu, kaget bukan main, karna jujur pada diri sendiri bahwa dulu Aekyo sempat menyukai Namjoon tapi ia merasa usia pria dibawahnya kurang greget saja untuk dipacari


dan ditambah Aekyo tau waktu dulu Namjoon tidak suka gadis diatas usianya makanya Aekyo pikir tidak akan mau Namjoon padanya


"kenapa kamu dan Tan hyung tidak berpacaran?" tanya Namjoon


"ehh iya juga, kalian kan dekat banget itu" kata Yuhan


"memangnya boleh ya staff sama staff?" tanya Aekyo


"boleh lah, siapa melarang?" tanya Namjoon


"lah aku dengan Namjoon saja boleh, bagaimana staff dengan staff?" ucap Yuhan


"malah sulit staff seperti ku dengan staff seperti Yuhan, ekstra tertutup" kata Namjoon


"iya juga ya"


"penting kan diluaran kita jaga sikap" jawab Yuhan


"iya sih"


"iya iya terus, pacaran lah, apa jangan jangan Tan oppa gak peka ini" kata Yuhan


"bukaan kok, memang aku tidak kepikiran pacaran"


"tapi Tan hyung sepertinya suka kok padamu" kata Namjoon


"ahhh kenapa malah membahasku?" teriak Aekyo malu


"ya gakpapa lah bahas kamu dengan Tan oppa, kalian cocok kok"


"aaah sudahlah jangan bahas itu"


Yuhan dan Namjoon memperkenalkan hubungan mereka, Aekyo bingung mau marah atau bahagia


disatu sisi Aekyo merasa iri karna Yuhan dapat memiliki pria yang perna disukai oleh Aekyo.


disisi lainnya Aekyo merasa harusnya bahagia karna keduanya baik Namjoon atau Yuhan sekarang sama sama menjadi teman baiknya.


apalagi dimana situasi sekarang Aekyo dan Yuhan mulai membaik, kalau sampai tau Yuhan jika Aekyo perna saja menyukai Namjoon, bisa jadi pertengkaran terjadi lagi dan Aekyo capek harus bermusuhan dalam satu lingkup pekerjaan