You Should Be Me

You Should Be Me
121



karna ketiganya membandingkan Yuhan dengan Yangsi dan Hongjuan tidak ada kemiripannya memang apalagi sama Boseo dan itu baru mereka sadari tentang ketidak miripannya


sekarang mereka sudah tau jika kedua orang asing barusaja mengobrol itulah ayah ibu kandung Yuhan karna mirip


look memang Yuhan mengambil ciri ciri badan yang sama banget dengan Munha dan Hajun, benar benar perpaduan Munha dan Hajun ada pada Yuhan


jadi tidak akan ada yang meragukan lagi jika memang Yuhan adalah anak kandung Munha dan Hajun meskipun tanpa harus test DNA


Yuhan pun pergi..


menuju tempat janjian dengan Unji


sesampainya..


Unji menjelaskan tentang rumah itu, melihat semua isi rumah itu dan Yuhan tanpa ragu mengambilnya


"gimana nona? mau? kalau tidak, aku masih ada satu lagi" ucap Unji


"aku mau ini aja, eh tapi yang satu lagi itu lebih besar gak?"


"ini sih besarnya"


"ini saja, aku ambil"


hari itu juga Yuhan bertemu dengan pemilik rumah dan membayarnya dengan transfer didepan pemiliknya dengan lunas pembayaran


Yuhan mengambil nya tanpa ragu karna Yuhan cocok dengan rumahnya


dirumah itu jauh lebih bagus dari rumah sebelumnya, terdapat halaman luas yang bisa ia bangun untuk rumah hewan hewan peliharaannya


seperti biasa, Unji di minta lagi untuk memanggil tukang dan membuatkan sangkar baru untuk hewan peliharaannya bahkan untuk ular nya khusus kandang dengan model berbeda


rumah nya juga luas dan besar dan Yuhan berencana membuat rumah itu jadi rumah sekaligus jadi kantor


"okeh, aku percayakan semua sama kamu, uruskan dulu, baru nanti ketemuan lagi ya buat aku lihat hasil kandang nya" kata Yuhan


"siap nona, nanti aku kabari lagi ya"


"iya, aku balik dulu ya"


"ya nona"


selagi itu diuruskan oleh Unji, Yuhan balik ke apartemen, karna nanti malam Namjoon datang, jadi ia harus bersih bersih dulu


sesampainya di apartemen, Yuhan benar bersih bersih hingga waktu sudah malam, Yuhan tinggal menunggu Namjoon datang


tak lama Namjoon datang..


"sayang?" sapa Namjoon meletakkan tas tasnya


"sayaaaang" ucap Yuhan memeluk Namjoon


"aku belum mandi, masih kotor loh, kenapa peluk peluk, nanti dulu"


"emm, sana dah mandi, aku beresin tas kamu"


"iyaa"


Yuhan mengurus tas baju milik Namjoon selagi Namjoon mandi, memilih beberapa baju yang perlu dicuci dan yang masih bersih


lanjut mengurus untuk makan Namjoon..


"sayang aku lapar" kata Namjoon


"sini, aku siapin sudah buat mu makan"


"waaah enak sekali ini"


"iya makan dah"


Yuhan menemani Namjoon makan, lalu pergi tidur karna Yuhan tau Namjoon pasti capek setelah banyak kegiatannya


paginya..


Yuhan membereskan semua yang kotor semalam, mau membuatkan makan pagi tapi melihat Namjoon masih tidur jadi tidak tega membangunkannya jadi Yuhan hanya diam dan menemani Namjoon tidur tapi ia tidak tidur


hingga siangnya Namjoon terbangun


"sayang" ucap Namjoon memeluk Yuhan


"ya sayang, kamu bangun? aku siapkan makan ya" kata Yuhan sambil mengusap rambut Namjoon


"bentar lagi ya, aku masih mau peluk"


"iyaa udah"


melepaskan rindu, Yuhan dan Namjoon saling berpelukan


"selama gak ada aku, kamu baik baik saja kan Han?" tanya Namjoon


"baik, kenapa gak baik?"


"Kwan hyung apa masih mengganggumu?"


"dia tidak pernah mengganggu kok"


"iya maksudnya ajak kamu jalan, pulang bareng gitu"


"kamu gak bilang kan disini tinggal?" tanya Namjoon menatap wajah Yuhan


"yaa enggak lah Nam"


Namjoon kembali memeluk Yuhan disana, mumpung Yuhan ingat, ia jadi membahas sekalian juga disana


soal staff disana yang sering menyapa Yuhan, meskipun mendapatkan sikap cuek darinya


Yuhan menjelaskan ciri ciri staff itu, Namjoon langsung tau siapa pria dimaksud Yuhan


namanya Moon Jang, ia memang sudah lama bekerja disana bahkan sejak awal masuk Namjoon ke apartemen disana


"oh ciri ciri itu sih staff yang biasa bantuin aku disini memang, namanya Moonjang"


"ahh, ramah ya, suka menyapa memang?"


"oh iya, sama aku pun sama, emang baik kok dia, aku minta bantu kalau gak sama dia gak mau, baik dia memang"


"ahh, soalnya kupikir ngapain kan nyapa setiap ketemu, aku risih, takut juga"


"iya memang gitu Han, sama aku juga kok dia, baik kok dia, kamu kalau mau minta apa, bantuin apa, sama dia saja bisa loh"


"bisa ya?"


Namjoon menjelaskan, apartemen nya itu memang cukup menjaga privasi setiap pemilik kamar unit di gedung itu


jadi Yuhan tidak perlu kuatir misalkan semua staff disana pun tau soal Yuhan adalah tunangan Namjoon


karna sudah dipastikan memang disana akan menjaga privasi setiap kamar unit meskipun tidak se-parah privat dari apartemen Yuhan yang dijadikan kantor untuk kerjaan sasaengnya itu


Yuhan hanya takut saja karna ia kan belum begitu paham tentang sistem kerja di apartemen itu, ia terbilang baru lah tinggal disana


tapi dasarnya memang juga Yuhan cuek, makanya sering menyapa balik tapi dengan cueknya


karna yang dialami Yuhan selama ia tinggal di apartemen itu adalah dimana staff Moonjang itu selalu menyapa setiap bertemu, memberikan untuk room servis terbaik, ramah nya itu sangat si acungi jempol


"ahh jadi itu, ya aku sering sih ketemu"


"iya gakpapa, butuh apa bilang saja, mama ku kalau kesini meminta dia yang room servis, tidak mau lainnya" jelas Namjoon


"oh ya?"


"emm"


"tapi bicara mama, mama kamu tidak pernah tuh kesini sejak aku tinggal, beberapa waktu lalu sih sebelum kita tunangan"


"oh itu karna mama memang sibuk kan ngurusi papa juga sama kerjaan papa"


"tapi bukan karna aku kan?"


"bukan lah, malah mama bilang gak perlu sering kesini karna ada kamu yang menjaga apartemen dan mengurusinya, kalau belum ada kamu kan yang mengurus ya mama"


"ahhh"


"katanya mama sering kok telfon kamu"


"oh iya, sering, beberapa kali sih, baik, perhatian"


"iya kan, dia suka sama kamu, baik baik katanya"


"heheh jadi malu"


"beneran ini"


"emm iya makasih"


"kok makasih nya ke aku"


"kan mama gak ada"


"haha iya juga, lah jadi salting tunangan aku"


"haha"


"eh mana cincinnya lihat"


"aku tidak perna melepaskan kok, mandi aku pakai terus kok, kamu kali"


"hehe, iyaa aku simpan kalau ke sorot kamera atau apa kan curiga"


"iyaa sih"


"memang teman teman staff mu gak ada tanya cincin apa?"


"gak ada, mereka cuek, urusan kerjaan lebih banyak dibanding mengurus hidup orang lainnya"


"haha bener juga"


"bangtan?*


" aku buka pasang, sekalinya mereka tau aku bilang properti" jawab Namjoon


"ahh"