
"ahh ini Moonjang, staff baru, ini kan Namjoon bawaan mu?"
"iya, hai Moonjang, selamat datang" sapa Namjoon
"terimakasih pak" kata Moonjang
"eits, panggil pak, saya setua itu?"
"hehe iya tidak kok"
"yaudah, kita seumuran kan, panggil nama"
"jangan dong, kan saya staff, hyung saja gakpapa?"
"okeh, boleh, asal tidak pak lagi"
"siapa hyung?" tanya Jungkook
"dia Moonjang, temanku, aku yang kasih tau informasi disini, karna dia baru berhenti dari pekerjaan lamanya"
setelah mengenalkan Moonjang, tugas Tanwoo selesai, tinggal berganti jadi tugas Hanuel menjelaskan apa saja yang harus dikerjaan oleh Moonjang
Tanwoo sendiri sudah selesai pekerjaannya di agenci, ia memikirkan untuk balik ke dorm, ia akan memulai rencananya terhadap kehancuran Yuhan kedua kalinya
dimana ia sengaja datang ke dorm untuk menemui pacarnya yaitu Aekyo dan diam diam mengambil nomor Hyohoon dari hape pacarnya karna Tanwoo tidak pernah tau nomor Hyohoon
"loh.. kamu kok kesini?" sapa Aekyo
"iya, mau lihat bangtan saja lagi apa"
"kan bukan jadwal kamu hari ini, besok"
"besok lagi, hari ini kesini gakpapa kan"
"iya sih"
"sibuk apa kamu?"
"gak ada, bersihkan dorm saja, sana masuk lah" kata Aekyo
Tanwoo tadinya mau meminta hape Aekyo tapi itu terkesan mencurigakan, jadi ia memutuskan masuk saja tapi langsung mencari hape pacarnya biasa disimpannya di laci bawa tempat chargeran dengan televisi
dan benar ada disana, ia langsung meng-copy nomor Hyohoon dan mengembalikannya semula
lalu Tanwoo berlagak melihat member bangtan yang sibuk latian kecil di dorm
Tanwoo pun pamit pulang yang penting ia sudah dapat apa yang dicarinya di hape Aekyo
malamnya..
Tanwoo menelfon Hyohoon dan mengajaknya ketemuan, Hyohoon tadinya malas tapi karna Tanwoo meng-iming iming-i nama Yuhan, barulah Hyohoon mau
malam itu juga mereka ketemuan di cafe tak jauh dari agenci bangtan
"hyung?" sapa Hyohoon
"Hyo, duduklah"
"sama siapa?"
"sendiri"
"kupikir sama Aekyo nuna"
"tidak, aku ada urusan sama kamu berdua"
"ahh, apa?"
Tanwoo mulai menjelaskan apa yang ia ketahui tentang pekerjaan baru Yuhan
dan apa yang dilakukan Tanwoo sama persis dilakukan oleh Aekyo kepada Hyohoon tapi bedanya jika Aekyo dan Hyohoon karna Hyohoon yang memaksa dibantu tapi jika Tanwoo dan Hyohoon malah Tanwoo memaksa mau membantu
"serius ini?" tanya Tanwoo
"serius lah, cari sudah informasi di agenci itu"
"okeh, kamu kenapa membantuku tiba tiba?"
"aku ada dendam pada Yuhan"
"dendam? kamu menyukai nya tapi di campakkan?" tanya Hyohoon
"oh tidak, itu kamu, bukan aku, aku tidak begitu murah"
"lalu? dendam mu karna apa?"
Tanwoo menjelaskan apa alasan membuatnya dendam kepada Yuhan dan ingin membantu Hyohoon membalaskan dendam Hyohoon juga
"eits aku gak dendam ya" kata Hyohoon
"hei, jangan mengelak, jelas kamu sudah melakukan pembalasan karna kamu dendam kamu di campakkan kan?"
"bukan karna itu aku mau menghancurkan Yuhan, tapi aku ingin memberikan pelajaran kepada nya saja"
"sama saja itu"
"beda dong"
"iya udah udah, jangan perpanjang, penting aku hanya dapat kabar terkait itu, dan aku kabari kamu" kata Tanwoo
"okeh, terimakasih hyung"
"yaa"
mereka pun bubar, disinilah dikantongi lagi dimana keberadaan Yuhan oleh Hyohoon
alhasil kita kembali ke cerita dari tempat Yuhan dan Namjoon baru saja bertemu tanpa ada yang tau, yaitu di salah satu tempat di myeongdong
Yuhan yang baru keluar dari toko buku pun duduk disanping Jazlyn
dimana Jazlyn tengah duduk bersama Leeteuk menunggu Heechul dan Yuhan yang pergi masing masing
tadinya sebelum Yuhan datang, keduanya canggung mau saling menyapa, mendapatkan kesan cuek atau tidak nyaman, jadi sama sama diam saja
Yuhan pun duduk disamping Jazlyn ketika Leeteuk sudah menyiapkan keberanian menyapa Jazlyn
"gimana? apa didapat kamu di toko buku itu?" tanya Jazlyn
"tidak ada, yang kucari tidak dijual disitu"
"buku apa memangnya kamu cari?"
"buat Ryungbo, anak itu lagi senang senangnya diceritain tentang kisah kisah anak kecil yang menginspirasi gitu"
"ahh, tidak ada?"
"itu toko buku terbaru deh Yuhan, bukan toko buku yang begitu lengkap, sepertinya hanya menjual kisah remaja dan dewasa" jawab Leeteuk
"iya, tidak ada disitu" kata Yuhan
Yuhan menutupi semua apa yang baru saja ia alami
"eh, Heechul oppa belum datang?" tanya Yuhan
"belum, sejak berpisah dengan kamu tadi dia pergi" jawab Leeteuk
"ahh, kemana? ke lukisan tempat itu ya?"
"iya kesana"
"aku kesana dulu ya, mau ikut apa disini?" tanya Yuhan
"Yuhan, sepertinya aku lagi malas jalan, disini saja ya" jawab Jazlyn
"ya nanti kalau mau balik, kabari kita disini" kata Leeteuk
"oh okeh"
Yuhan pergi ke toko lukisan itu dan mulai masuk, lalu mencari keberadaan Heechul
tapi Yuhan kaget karna melihat Heechul berada di bagian lukisan yang hanya untuk dewasa, yaap lukisan lukisan seorang gadis dewasa
Yuhan mendekatinya perlahan dan mengagetinya
"hayoo" ucap Yuhan memergokinya
"chagiyaaaa" ucap Heechul kaget
"kamu ya, disini rupanya, pantas pengen sekali melihat lukisan?" ucap Yuhan
"chagi, ini hanya cuci mata kok, hehe, jangan lah bikin malu gini, cemburuan amat orang gambar" jawab Heechul
"yang penting modelnya tidak ada disini nuna" sambar pemandu toko lukisannya
"haha iya sih, yaudah sana lanjutin, aku keluar deh"
"eh tidak kok, udah juga aku"
Heechul tadinya memang melihat lukisan biasa, tapi jalan kearah makin jauh sedikit dari pintu masuk malah mendapatkan galeri yang khusus dewasa ini, padahal tadinya ia sudah mau keluar
jadilah Heechul dan Yuhan pun keluar dan melihat Jazlyn dengan Leeteuk menunggu mereka
"waah, itu mereka lagi mengobrol rupanya, pendekatan kali" kata Heechul
"eh iya, jangan ganggu chagi"
"lah terus?"
"tinggal saja"
"lah kasihan dong"
"kasihan apa mereka sama sama dewasa, biarin, kita pergi diam diam saja, nanti kan bisa balek sendiri mereka"
"oh ya bener, okeh deh"
malah yang ada Heechul dan Yuhan meninggalkan Jazlyn bersama Leeteuk berduaan di bangku pinggiran salah satu toko itu
sementara Jazlyn dan Leeteuk yang baru saja ditinggalkan Yuhan karna akan mencari Heechul, baru bisa mengeluarkan keberaniannya menyapa Jazlyn
"emm, hai Jaz" sapa Leeteuk
"iya, hai oppa" sapa balik Jazlyn
"kamu sama Yuhan berteman lama?"
"lumayan sih"
"oh ya? gimana ceritanya?"
"kenalan pas waktu itu acara perkumpulan dari komunitas kami, jadi kenal, dekat dan sampai sekarang"
"komunitas? waah, komunitas apa?"
"hewan buas"
"wooh? hewan buas?"
"iya, kan aku dan Yuhan pecinta hewan buas"