
"Yuhan.. sayang.." sapa Munha
"berhenti, jangan sentuh saya"
"Yuhan, kenapa bicara begitu, kamu ayah ibu mu loh" kata Hajun
"bodoh amat, terserah, pokoknya jangan, tidak mau saya disentuh kalian"
"Yuhan, dengarkan amma nak.. amma.." ucap Munha terhenti
"tidak, kamu bukan amma, aku tidak butuh amma sepertimu"
"jangan sembarangan bicara, kami orang tua" kata Hajun
"kenapa? anda tidak terima? memangnya saya peduli?"
"kami balik buat meminta maaf nak"
"terserah, kalian mau balik mau apa mau gimana mau ngapain, bodoh amat, terserah, bawa semua peliharaan anda, ini rumah saya, atas nama saya"
"tapi kamu setega ini kepada kami, sampai mengusir kami?" tanya Hajun
"tentu, memangnya kamu tidak mikir, perencanaan peng-gugur-an saat aku bayi itu masuk pembunuhan?" tanya Yuhan
semua dibahas lagi disana oleh Yuhan, uneg uneg semua dikeluarkannya, tentu semua terdengar dari hape Namjoon
"Han, sayang.. jangan, jangan kasar Han" kata Namjoon
Namjoon yang bersama Hyunsoon di ruang editing, mendengarkan Namjoon memanggil nama Yuhan berkali kali jadi kuatir
"kenapa dah hyung?" tanya Hyunsoon
"ini, Yuhan, marah marah"
"wooh, kenapa?"
"ayo antar aku kesana, aku harus menenangkannya"
"kenapa hyung masalahnya?"
Namjoon menjelaskan jika Yuhan dalam masalah sama keluarganya
"aku sebagai pacarnya harus ada disana tenangkan dia" kata Namjoon
"memangnya kenapa kekuarganya?"
"aku ceritakan disana nanti"
tapi saat mereka akan keluar, mereka kaget karna Hoseok ada disana
"oh, jadi Yuhan dan kamu berpacaran?" tanya Hoseok
"Hobi, kamu sejak kapan?"
"oh, jadi Yuhan ini.."
"nanti ya, aku jelaskan saja nanti, aku mau pergi dulu, dia butuh aku"
"aku ikut" kata Hoseok
"yaudah ayo, cepetan deh"
mereka jadi pergi bertiga, dan sampai dirumah Yuhan, benar saja mereka mendapatkan Yuhan tengah marah marah didepan orang tua kandungnya tapi ditahan oleh ketiga temannya
Namjoon langsung berlari dari mobilnya mendekati Yuhan
"Namjoon-ahh, bantu aku" kata Nania
Namjoon menarik lengan Yuhan
"Namjoon, sakit" teriak Yuhan
"berapa kali aku bilang, jangan kasar" kata Namjoon
"aku capek ya, kamu tidak tau bagaimana mereka sok menjadi berkuasa, dibiarkan juga malah melunjak" kata Yuhan
"Han, udah Han, berhenti tolong" kata Namjoon menahan tubuh mungil Yuhan
tapi pertahanan Namjoon kalah dengan kekuatan Yuhan, Yuhan marah bak harimau kelaparan, bak singa di uji kesabaran, tapi Namjoon peduli kedua sisi jadi ia menengahinya
"Yuhan.. berhenti ku bilang" teriak Namjoon keras tepat didepan Yuhan
"aku bilang kan sudah, jangan kasar, aku tau kok semua kehidupan kamu, mulai dari awal kan aku tau" kata Namjoon
"aku lelah saja mereka begini, kenapa sekarang? kenapa gak dari dulu? kemana selama ini?" ucap Yuhan pada Namjoon
"aku tau, dengarkan aku, tidak ada yang mau dalam sebuah masalah, tapi lewati masalah dengan dewasa" kata Namjoon
Yuhan hanya diam dan duduk..
"mereka bagaimana pun orang tua kandungmu, dia ayahmu sesungguhnya, dia ibumu yang melahirkan mu bagaimana mana juga mereka berpengaruh kekehidupan mu" kata Namjoon lagi
Yuhan malah menangis disana, semua orang disana, tiga teman Yuhan, dua orang tua Yuhan, bahkan Hyunsoon dan Hoseok pun tidak ada yang pernah melihat Yuhan menangis tapi kali ini mereka melihatnya
"ada aku kan disini" kata Namjoon memeluk Yuhan
"nak, kami tau soal kamu, kami tau kamu pacarnya Yuhan kan, bantu kami buat bicara sama dia" kata Munha pada Namjoon
"tapi.." kata Namjoon terpotong
Munha memotong pembicaraan Namjoon dengan menjelaskan niat kedatangannya, niat mereka neminta maaf dan ingin kembali dengan Yuhan untuk hidup bahagia
Hajun juga mengatakan bahwa ia telah melepaskan keluarganya untuk demi bersama Yuhan
mendengar itu semua, Yuhan kesal kembali, yang tadi nya mulai mereda dan tenang atas sikap Namjoon, malah memuncak lagi
"kamu dengar kan, mereka melunjak, kubilang apa" kata Yuhan
"Yuhan, apa bicaramu?" tanya Hajun
"bicaramu yang apa? kenapa mengurusi pacarku, pacarku tidak usah kalian bawa bawa dalam masalah ini, biarkan dia dengan kesibukannya" kata Yuhan
"aahh bi.. paman.. maaf ya saya potong, saya memang tau permasalahan Yuhan, tapi saya rasa untuk ikut campur itu tidak seharusnya" kata Namjoon
"memang tidak seharusnya, jangan ikut campurkan dia, aku tidak mau dia terbebani" kata Yuhan
"kami hanya meminta bantuan, tidak membebani, apa meminta bantuan saja terbebani?" ucap Hajun
"iya paman, nanti aku akan bantu ya" kata Namjoon dengan ramah
"jangan ikut ikut ya Namjoon" bentak Yuhan
"lebih baik kita pergi sementara, tenangkan pikiranmu ya" kata Namjoon membawa Yuhan
Namjoon membawa Yuhan pergi, menuju mobilnya dan menuju ke apartemennya
Yuhan duduk di jok mobil belakang bersama Namjoon berpelukan masih sesekali sembari menangis, Hyunsoon menyetir dengan Hoseok disampingnya
Hoseok bingung mengekspresikan dirinya, mau bahagia karna Namjoon dan Yuhan ada hubungan tapi ia langsung dihadapkan dengan permasalah Yuhan dengan keluarganya yang baru sekalibia tau
begitu juga Hyunsoon, memikirkan ternyata dibalik sosok Yuhan yang cuek, terkadang dingin, tatapan tajam, tapi memiliki masalah keluarga yang bahkan Hyunsoon baru tau itu
sesampainya..
Namjoon menenangkan Yuhan dikamar, Yuhan tertidur disana, baru Yuhan tidur Namjoon pergi menemui Hyunsoon dan Hoseok
"sudah tenang, maafkan aku ya jadi melibatkan kalian" kata Namjoon
"Namjoon-ah, aku bingung mau mengatakan apa, tapi maafkan aku ya jadi masalah ini diketahui aku, harusnya tadi aku tidak meminta ikut" kata Hoseok
"gakpapa lah, lama kelamaan bangtan akan tau hubungan ku dan Yuhan bagaimanapun kami menutupinya"
"emm, hyung, kalau boleh saya tanya, tadi masalah keluarganya beneran.." ucap Hyunsoon terhenti
"iya bener" jawab Namjoon
Namjoon menjelaskan kepada Hyunsoon dan Hoseok semua tentang keluarga Yuhan, semuanya tanpa sedikitpun tersisa, mendengar itu keduanya kaget juga sedih
sejak ini Hoseok menjadi satu satunya member yang berperan sebagai tempat deeptalk nya Namjoon, begitu sebaliknya, Hoseok tidak lagi pernah menutupi beberapa masalahnya dengan keluarganya, juga beberapa masalah ketika dengan orang orang disekitarnya
hari dimana Namjoon dan Hoseok tengah berdua, mereka hanya berdua menjadi teman deeptalk dan saling sharing
ternyata Hoseok mengatakan jika ia memiliki masalah keluarga juga, ia sebelum jadi bangtan dan dibanggakan seperti sekarang selalu menjadi pembedaan antara dirinya dengan kakaknya dan dengan anak orang lain
ibunya selalu membeda kan kemampuan anak lain dan membanggakan anak lain ketimbang Hoseok, untuk itu kenapa Hoseok sangat bersemangat dalam pekerjaannya
"jadi kamu juga memiliki masalah itu?" tanya Namjoon
"semua orang kan gak seperti yang kamu alami dengan keluargamu yang selalu bahagia Namjoon" kata Hoseok
"iya sih" jawab Namjoon