You Should Be Me

You Should Be Me
203



"nak, kamu appa tinggal gakpapa ya?" tanya Hajun


"ada apa ya pa?"


"appa ada kerjaan mendadak, tapi kata Boseo, Boseo datang kemarin, biar dia nanti bantuin kamu pulang dari rumah sakitnya"


"oh sama amma?"


"tidak, amma disini, appa harus cepat pergi ini, yaa, hati hati ya"


"hati hati juga pa" ucap Munha


Hajun jadi pergi..


"yaah, kemarin padahal sudah gak bisa ketemu sama pacarku, sekarang pacarku datang juga gak bisa nemui" kata Yuhan


"maafin appa ya, nanti amma coba bujuk buat ketemuan, atur waktu saja"


"iya, karna cuma appa yang belum ketemu, biar sama sama tau kan"


"iya"


tak lama benar saja Heechul datang dan melihat Yuhan terbaring dikamar rumah sakit


Heechul menyapa Munha disana juga membantu mereka mengurus Yuhan


"kenapa begini, bagaimana bisa terjadi?" tanya Heechul


"aku hanya meriang saja, besok pulang kata dokternya" kata Yuhan


"ada ada saja kamu ini, terlambat makan apa gimana?"


"gak kok"


Munha membantu menjelaskan bagaimana Yuhan dengan kebiasaannya ini yang dialami Yuhan setiap ada hewan peliharaan nya yang mati apalagi sudah terlalu disayangi Yuhan


"sebegitunya ya? astaga" ucap Heechul


"sama saya juga baru tau ini" kata Munha


"memangnya sejak kapan kamu?" tanya Heechul pada Yuhan


"lahir lah, maybe"


selang beberapa menit, ketika Munha pergi sebentar dan titipkan Yuhan pada Heechul, Heechul pun terus mengomeli Yuhan


Heechul menyuapi Yuhan makan sambil mengomel


"makan, ini tinggal dikit tidak dihabiskan, gimana mau sembuh?" gerutu Heechul


"iya kenyang kok"


"gak ada, makan dan habiskan"


"bagaimana kalau aku muntah?"


"muntahkan saja, penting makanan masuk semua"


setelah mengurusi makan Yuhan, Heechul membantu merapikan rambut juga masih dengan mengomel


"memangnya kamu bisa?" tanya Yuhan


"aku pernah bahkan sering memakai model rambut panjang kok"


"iya kan kamu nya"


"tapi artinya pengalaman kan, kamu ini kenapa selalu menjawab, bisa bisa nya, lihatlah dirimu sakit ya diurus mau gimana, mau gak bener, terima saja lah"


"iyaa chagiya, kamu sensi hari ini ya"


semua dilakukan nya mengomel karna kuatir pada Yuhan


Yuhan bukan marah karna Heechul terus memarahinya dan mengomel seperti ibu mengomeli anaknya yang nakal mengakibatkan sakit menjadi ibu cemas, yaa memang begitu lah keunikan Heechul, tapi itu karna ia kuatir pada Yuhan, Yuhan memeluk Heechul


"makasih chagiya, sudah mengomel" ucap Yuhan memeluknya


"kamu ini kok di omelin terimakasih?" tanya Heechul


"iya lah, kamu peduli tandanya kepadaku kan?"


"iya lah, aku marah gak berarti gak suka, peduli berarti, makanya inget, jangan kebanyakan kerjaan"


"kan bukan karna banyak kerjaan atau telat makan, tadi dijelaskan amma"


"oh iya"


"kamu ih"


dan Heechul membalas pelukan itu sambil mengusap usap kepala Yuhan


"kamu tau sekarang bagaimana aku tanpa make up, aku kalah cantik denganmu" kata Yuhan


"ya gakpapa tanpa make up, aku bisa terima, eh tapi kalah cantik bagaimana ini maksudnya?"


"hehe, fans banyak bilang kamu pria tercantik"


"lah kamu cantik, bukan tampan"


"hemm, ada saja"


yaa.. seperti yang sudah banyak orang tau, bagaimana penampilan Heechul setiap harinya, memakai kemeja, jaz, berdandan layaknya pria tapi memiliki wajah cantik


berpasangan dengan Yuhan yang berpenampilan sangat seksi tapi serba hitam, hitam menandakan dirinya tomboy apalagi Yuhan sering memakai make up yang lebih sedikit strong dari sebelumnya memperjelas dirinya anak gadis tomboy


jadi.. sejak Yuhan berakhir hubungannya dengan Namjoon, ia langsung merubah citra dirinya menjadi gadis yang tomboy memakai hampir semua yang di pakainya dibadannya berwarna hitam tapi masih seksi


tapi tetap saja penampilan itu membuat wajah Yuhan terkesan tampan


jadi Yuhan dan Heechul berpacaran, seperti memiliki badan dan penampilan normal juga tapi wajah tertukar


jadi terbalik dimana Heechul yang memiliki wajah cantik padahal ia pria, Yuhan malah terkesan tampan padahal ia wanita


selesai urusan, dirumah sakit, Heechul memaksa membantu kepulangan Yuhan tapi Yuhan bingung karna ia akan pulang kerumahnya bukan ke apartemen sedangkan Heechul tau Yuhan hanya memiliki apartemen


tapi jika diantarkan ke apartemen, Yuhan tidak mau Munha tau ia memiliki apartemen, Yuhan sengaja menyembunyikan apartemen itu dari keluarga nya kecuali Boseo, agar ia memiliki tempat privasi dan menyendiri lebih tertutup tanpa orang tuanya siapapun itu


beruntungnya Boseo datang..


"hyung? kamu disini?" tanya Boseo


"iya, aku bantu menjaga Yuhan"


"oh yasudah, ada aku, tadi appa nya menelfonku, aku baru datang karna baby Ryung rewel"


"mana sekarang baby Ryung?"


"dirumah lah, sama Naryu dan keluarga Naryu"


"ahh, oh yaudah chagi kalau mau pergi gakpapa, ada Boseo kan bantuin aku" kata Yuhan pada Heechul


"oh ya Bo, aku titip Yuhan ya, aku dapat kabar dari kantor agenci ini, jadi gak bisa deh bantuin balik, gakpapa ya?" kata Heechul pada Boseo


"ahhh tenanglah, aman"


Heechul harus pergi dan akhirnya membantu Yuhan balik adalah Munha dan Boseo


mereka pun balik kerumah Yuhan, menidurkan Yuhan dikamarnya, dan membiarkan Yuhan istirahat disana lebih tenang


baru semalam balik kerumah...


paginya..


Yuhan sudah bangun dan beraktifitas, ia melakukan kegiatan pagi seperti biasanya dan bersiap untuk bertemu Chunsuk di kantor agenci Chunsuk


sebenarnya badannya kurang baik, tapi ia masih kuat untuk datang ke tempat janjian dengan Chunsuk agar bisa mendapatkan pekerjaan


"Yuhan? kamu sudah bangun?" tanya Hajun


"iya pa, appa kapan datang?"


"semalam, kamu tidur sudah, pulang kemarin sama Bo dan amma kan?"


"iya pa"


"terus kamu kenapa rapi? mau melamar pekerjaan?"


"iya pa, hari ini janjiannya"


"loh baru semalam loh kamu balik dari rumah sakit, pagi ini sudah pergi, kamu sudah membaik?"


"baik kok pa"


"bisa besok atau kapan kan"


"tapi janjian sekarang appa, gakpapa lah, kerjaan susah sekarang dicari, masak ada kesempatan di sia siakan"


"dimana kerja? appa antar?"


"tidak lah, Yuhan mau pergi naik motor"


"motor? gimana dah, kanu kan baru juga sembuh"


"pa, gakpapa, kemarin sakit cuma karna drop saja, semalam sudah di isi dull daya nya"


"ada ada saja, hape selalu aktif ya, kabari appa atau amma ada apa apa"


Yuhan pun pergi dan nekad dengan naik motor saja, karna tidak mungkin ia datang melamar dengan mobil mewahnya, itu terkesan sombong dan gak pantas saja dilihat


setelah sampai, Yuhan menyapa satpam, satpam ternyata mengenali Yuhan


"Yuhan nuna?" sapa satpam jaga


"iya, kamu mengenal saya?"


"apa kamu lupa? astaga, mungkin lupa, saya satpam disini sejak lama, saya tau waktu dulu anda berpacaran dengan pak Chun"


"oh iya kah?"