You Should Be Me

You Should Be Me
137



tidak peduli Yuhan aku tidak peduli meskipun sudah kamu bertunangan, mau menikah pun" kata Hyohoon


"Hyo, berhenti ya, jangan usik aku, aku tidak pernah mengusikmu"


"kamu tidak pernah mengusikku, tapi meninggalkanku tanpa sebab, sekarang aku hanya ingin tanya kepadamu"


"tidak perlu" kata Yuhan


"satu saja kumohon, setelah itu kamu bebas, aku lepasin kamu" kata Hyohoon


"apa?"


"katakan kepadaku, kenapa kamu meninggalkanku dan memutuskan ku sepihak, katakan jujur apa karna Misilia?"


"Misilia tidak ada kaitannya"


"lalu apa?"


"aku tidak pernah menyukai mu, aku tidak pernah cinta pada mu"


Yuhan mengingatkan kepada Hyohoon bagaimana Yuhan memang tidak perna sepenuh hati kepada Hyohoon sejak awal kenal, sejak tau Hyohoon adalah pria yang menyakiti sahabatnya yaitu Misilia


meskipun cerita antara Misilia dan Hyohoon sudah jauh dan lama putus dari hubungan mereka terjalin bahkan sebelum Hyohoon kenal kepada Yuhan tapi itu memang alasan kenapa Yuhan tidak pernah cinta pada Hyohoon


"kamu.." ucap Hyohoon


"sudah jelas kan? aku terima kamu saja tidak berdasarkan aku cinta kepadamu ya, karna aku harus tepati janjiku saja"


"kenapa kamu melakukan itu? kenapa tidak dari awal saja menolakku?"


"kamu bahkan memaksa ku menerima mu, sudah tau kan siapa yang salah? jadi berhenti mengusikku" kata Yuhan


beruntung ada Doyu yang baru datang jadi Hyohoon tidak lagi menahan Yuhan


Hyohoon juga sudah mendapatkan alasan kenapa Yuhan meninggalkannya begitu saja tanpa alasan dan itu bukan karna Misilia


jadi sebelum Doyu datang, sebenarnya Jijun sudah mendengarkan semua apa yang dibicarakan oleh Yuhan dan Hyohoon


Jijun tau karna mendengar semua apa hubungan antara Yuhan dan Hyohoon masa lalu mereka, tapi ketika Doyu baru datang dan menyapa Jijun


Jijun tidak merespon dan hanya terdiam, mematung setelah mendengar kan obrolan dua teman kerja nya itu


Doyu pun masuk..


"kalian sudah datang?" sapa Doyu


"iya pak" jawab Hyohoon dengan ramah


Yuhan lanjut pergi dan masuk ke lift untuk naik ke lantai tempat meja kerjanya berada


barulah Jijun ikut masuk, melewati Doyu dan Hyohoon tapi seolah tidak tau apa apa jadi menyapa keduanya


Doyu sedikit aneh dengan ketiga orang yang datang lebih awal


jika Doyu melihat Hyohoon datang selalu lebih awal, jadi ia tidak heran kalau Hyohoon terlihat sudah ada di kantor sebelum ia datang karna itu sudah kebiasaan dari Hyohoon


tapi Jijun dan Yuhan apalagi ketika Jijun diam diluar sedangkan Yuhan di dalam lobi bersama Hyohoon


"ada apa Hyo? kok kalian bertiga sudah dikantor saja?" tanya Doyu


"oh, aku kan biasa pak datang cepat"


"iya, terus mereka (Yuhan Jijun)?"


"entahlah, mungkin datang terlalu cepat"


Hyohoon berpamitan juga kepada Doyu dan enggan menceritakan apa yang telah terjadi


Yuhan mulai bekerja, tapi saat dua jam ia kerja, ia mendapati Haneul datang


"eoni?" sapa Yuhan


"hai, Yuhan"


"kamu datang?"


"iya, datang"


"sama bangtan?"


"enggak lah, mereka masih di busan"


"yaah, kok kamu disini?"


"ya aku balik duluan, urusan dikit tapi perlu diurus tapi nanti bakalan balik lagi sih"


"oh gitu"


"emm, kenapa?"


"gak"


tapi Haneul tidak bersama Sunmi, jadi Hanuel balik sendirian, karna jika bersama Sunmi, artinya ia lama balik, tapi jika tidak dengan Sunmi, berarti ya memang hanya sebentar


setelah lanjut mengerjakan beberapa laporan kerjaannya di komputer, Yuhan berpikir bagaimana jika ia berhenti saja dari kantor itu


tapi kalau berhenti, kerjaan apa dipegangi untuk tambahan pemasukan keuangannya


tapi soal pemasukan, Yuhan pikir Namjoon akan mau kok mengasih berapa pun Yuhan minta


tapi bagaimana alasannya pada Namjoon nanti, dan keputusan berhenti bekerja akan memberatkan Namjoon dalam pemberian jatah bulanan kepada Yuhan


akhirnya sekilas pemikiran soal Yuhan akan berhenti bekerja pun terlepaskan, ia tidak mau dulu memikirkan hal selain tentang acara Hyuni dan Jiwook besoknya


lepas kerja, selesai membereskan meja kerjanya karna akan pulang


tak lupa Yuhan menelfon Unji untuk meminta jemputan


"halo, Unji, jemput ya dikantorku" kata Yuhan


"siap nona, ditunggu" jawab Unji


juga menelfon Jijun agar pulang duluan saja


"halo Jijun? pergi pulang duluan ya, aku dijemput" kata Yuhan


"ahh, baiklah, ini aku baru sampai lobi, yaudah beneran aku balik ya"


"okeh"


baru setelah menelfon, dan beres urusan kantor, ia pergi ke lobi sembari menunggu jemputannya


sebenarnya, Kwan belum pulang, ia melihat Yuhan disana sendirian, tapi masih ada Doyu di pintu utama agenci


cuma Kwan enggan mau menyapanya, karna ia sudah terlalu sering ditolak untuk sekedar pulang bersama


jadi Kwan menunggu sampai Yuhan pergi


baru setelah jemputan datang, Yuhan masuk mobil itu dan mulai jalan


"pulang diantar kemana nona?" tanya Unji


"ke rumah, eh tapi kita ke fast mall dulu lah, aku mau beli baju buat acara teman ku besok"


"oh siap"


setelah sampai di mall, Yuhan turun tapi menganjak Unji turun juga


"ayo Unji" kata Yuhan


"kemana?"


"loh ya ikut aku"


"ahh aku ikut?"


"iya lah"


jadilah Unji ikut, mereka masuk dan membeli dulu pakaian dan sepatu baru lanjut pergi hadiah


"ehmm menurutmu belikan apa ya untuk kado?" tanya Yuhan


"oh acara ulang tahun nona?"


"bukan sih, Hyuni dan Jiwook, teman ku itu mau buka usaha baru, besok hari launching, enak kasih hadiah apa ya?"


"emm kalau gitu lihat dulu usaha dia apa nona"


"oh gitu?"


"iya lah, kalau usahanya makanan, jangan belikan makanan, begitu kalau usaha misal butik, jangan belikan mereka baju"


"ahh, usaha dia sih jual tas dan sepatu branded, yaa all merk ternama lah gitu"


"ahh, makanan saja kalau gitu, gak jual makanan kan?"


"iya gak jual"


"iya makanan, apa snack gitu, apa makanan masakan"


"oh ya bener, yaudah ayo ke restoran disini saja, sekalian disini"


mereka berkeliling satu lantai, dan mendapatkan tempat yang pas dengan Yuhan, tapi Yuhan belum yakin makanan disana disukai nanti oleh Hyuni dam Jiwook


"kita coba masuk dan sekalian makan sore ya" kata Yuhan


"oh yaudah"


"kamu juga makan, aku bayari, sembari lihat menu, takut takut Hyuni Jiwook tidak suka menu nya"


"oh siap"


mereka memesan yang makan disitu, lalu makanan datang, dan keduanya merasa masakan itu enak


mereka pun pulang membungkus banyak makanan disana


"kak, mau pesan" kata Yuhan memanggil pelayan


"iya silahkan"


"menu dimeja ini sama ya semua, minta 13 porsi"


"baik kak, ditunggu"


"kak, ini besok buka jam berapa tutupnya jam berapa?"