You Should Be Me

You Should Be Me
308



bukannya melepaskan, Yesung malah mendekati wajah Yuhan, Yuhan berjalan mundur menghindari wajah Yuhan


beruntung sahabat lama Yuhan (mantan pacar Jazlyn) datang langsung menarik lengan Yuhan dan mendorong Yesung lalu menunjuk kearah Yesung


"siapa kau?" tanya Yesung


"Yash?" ucap Yuhan bersembunyi di punggung pria itu


yap, pria itu adalah Yashimi, ia datang memenuhi undangan dari Jazlyn


"aku merekam semuanya, mau ku sebarkan ke media bagaimana kau selama ini bersikap kepada Yuhan?" tanya Yashimi


"siapa kau sebenarnya?"


"tidak penting saya jelaskan siapa saya, lihatlah Yuhan lebih percaya kepada saya dibanding anda" kata Yashimi


Yashimi memberikan banyak sekali bukti bagaimana Yesung memperlakukan Yuhan dari awal mereka kenal sampai sekarang dan mengancam semua akan dia sebarkan secara berurutan sampai nama Yesung buruk di media dan fans nya


Yesung melihat pria itu benar benar memiliki bukti otentik terkait sikapnya, ia pun pergi tak memperpanjang masalahnya


"Yassssh?" ucap Yuhan memeluk Yashimi


"dibiarkan masih saja kurang ajar dia" jawab Yashimi


"kamu bagaimana bisa dapat semua rekaman itu?"


"aku dapat dari banyak temanku, aku tau bagaimana dia (Yesung) bersikap, bahlan aku tau bagaimana Yoongi dulu dan Hyohoon dulu merumitkan kehidupanmu, aku banyak mata mata menjaga kamu, aku tidak mau sahabatku yamg sudah merawat dan mengasuh ular ularku dalam bahaya" jawab Yashimi


Yashimi memang tipe orang yang sangat perhatian tak hanya pada Yuhan tapi pada teman dan sahabatnya yang lain bahkan termasuk pada Jazlyn


"lalu bagaimana ceritanya kamu bisa datang ke acara pernikahan Jaz?" tanya Yuhan


"panjang.. intinya aku sama Jaz kan masih kontakan, kamu tau itu kan? nah aku manfaatin kontaknya aku sama Jaz buat tetap sharing sebagai sahabat"


"ahh aku jadi iri punya hubungan setelah putus tapi berteman baik seperti kalian"


"lagi pula karna waktu itu aku iseng mengundanga Jaz datang ke pernikahanku di jepang, eh dia beneran datang"


"waah? kamu menikah kapan? kenapa gak kabari aku?"


"jauh sebelum pernikahanmu sih"


"yaah, terus Jaz datang ke jepang?"


"datang, sama Leeteuk, suami nya yang menikah hari ini, makanya aku datang diacara mereka


"ahh"


"aku sama anak dan istriku juga"


"wooh? serius? mana?"


"itu"


Yashimi ternyata datang bersama anak dan istrinya dari jepang, Yuhan kaget melihat keberadaan anak istri Yashimi


Yuhan jadi tidak enak pada mereka karna sudah memeluk Yashimi didepan mereka tapi berutungnya istri Yashimi paham situasi Yuhan dan siapa Yuhan, anak Yashimi juga masih terlalu kecil untuk paham meskipun ia melihat sendiri ayahnya dipeluk perempuan lain


Yuhan berkenalan disana dengan anak dan istri Yashimi, meminta maaf juga karna memeluk Yashimi tadi


Yashimi dengan anak istrinya lanjut bertemu Jazlyn Leeteuk karna mereka baru sampai, setelahnya baru bertemu dengan Yuhan lagi untuk berkenalan dengan anak dan suami Yuhan


disini Yashimi melihat Taemin bukan pria baik buat Yuhan, terkesan seperti memang bukan jodoh Yuhan, itu sepintas terlihat di matanya sebagai seorang sahabat "pria" satu satu nya dari circle pertemanan Yuhan


tapi Yashimi tidak mau terlalu masuk dalam urusan Yuhan, ia hanya sahabat Yuhan, tidak lebih, dan tidak ada hak mengurusi terkait keputusan Yuhan mau memilih pria seperti apa jadi suaminya


hari berlalu..


keadaan masih sama, Taemin masih bersikap dingin dan cuek kepada Yuhan, Yuhan merasa rumah tangga nya bersama Taemin seperti retakan retakan es batu yang kelamaan akan mencair dan menghilang


berpikir panjang banyak hal, dengan banyak pengalaman didapat Yuhan atas sikap Taemin terhadapnya yang semakin hari malah semakin memburuk


Yuhan dengan yakin memutuskan menceraikan Taemin, Yuhan tanpa berlama lama menggugat Taemin di persidangan


ketika Yuhan tau Taemin berada di apartemen Taemin, Yuhan mendatanginya kesana


baru juga sampai, Taemin melihat Yuhan yang datang ya sama saja lah yang dilakukan seperti sebelum sebelumnya, tapi kali ini Yuhan sudah tidak peduli mau bagaimana Taemin bersikap kepadanya dan sibuk kepada Taeyin saja


disana Yuhan memberikan surat gugatan perceraiannya


"apa ini pig?" tanya Taemin


"pelajarilah saja" jawab Yuhan


Yuhan masuk, membereskan semua baju bajunya, dan kembali kehadapan Taemin


Taemin kaget, melihat itu surat gugatan perceraian


"siapa mau cerai pig?" tanya Taemin seketika berdiri


"dibaca tidak itu namanya antara siapa dan siapa?"


"gak mungkin, kenapa tidak ada angin, hujan, tidak ada badai juga tau tau menggugatku?"


"bukan tidak ada angin, hujan atau badai, tapi semua jelas, aku bukan tipe sembarangan memutuskan hubungan tanpa sebab" jawab Yuhan


Yuhan akan pergi lagi tapi ditahan lagi oleh Taemin


"ya tunggu, jelaskan dulu masalah apa, aku tidak paham sama sekali, kita sebelumnya tidak ada masalah kan?"


"kamu tau salahnya? salah kamu adalah mementingkan Taeyin dibandingkan aku"


"hah? gak salah dengar aku?"


"tidak!"


"kamu bicara begitu gak mikir? Taeyin anak kamu loh, kamu cemburu karna aku lebih perhatian dan peduli pada anak kamu?"


"iya, karna kamu keterlaluan memerhatikan Taeyin, bahkan sampai bisa membuatmu lupa, aku yang mengandung hingga melahirkannya, tapi aku bahkan tidak diperhatikan sedikitpun"


seketika itu Taemin terdiam, ia tau dan menyadari yang salah dirinya, Yuhan benar, Taemin berlebihan mengasuh anak sampai tidak memikirkan bagaimana Yuhan, Taemin benar benar baru sadar bagaimana ia bersikap kepada Yuhan adalah hal paling menyakitkan Yuhan


tapi semua terlambat, Yuhan sudah bulat tekad dengan keputusannya dengan menggugat cerai pria yang menjadi suaminya itu


beberapa hari berikutnya..


sama sama memenuhi panggilan pengadilan, untuk melakukan sejumlah pertemuan, mereka sempat melakukan mediasi sebelum ketuk palu


semua dibahas disana, butuh proses mediasi, beberapa hari dan beberapa waktu di setiap harinya membahas perihal gugatan perceraian


tadinya Yuhan mulai yakin, ia membatalkan gugatannya, karna ia merasa diri mungkin memang berlebihan jika sampai cerai hanya karna cemburu kepada sang anak, hanya karna suami mementingkan anak, yang seharusnya itu prioritas kebahagiaan Yuhan karna mengingat bagaimana Taemin mampu menjadi ayah yang baik dari anaknya


tapi sikap Taemin malah membuat Yuhan mundur kembali setelah tadinya sempat maju untuk mempertahankan hanya karna Taemin malah memikirkan kemenangan hak asuh Taeyin


"jadi gimana? kalau masih mau dipikirkan ada pertemuan minggu depan, bisa dibahas ulang yang perlu dibahas" kata pihak pengadilan


"pak, kalau perceraian dapat hak asuh anak itu dari apanya ya?" tanya Taemin


bukan hanya Yuhan yang seketika meyakinkan diri untuk perceraiannya dilanjutkan tapi pihak pengadilan, karna awalnya mereka mengira Yuhan yang berlebihan sampai menceraikan suami karna hal sepeleh