
Yuhan mulai tidur, hingga bangun paginya, Yuhan melihat Namjoon dikamar tamu
karna masih tidur, Yuhan tidak tega membangunkannya apalagi kemarin sudah bekerja keras, jadi Yuhan pergi ke dapur untuk mrmbuat salad sayur, lalu duduk di meja makan
tak lama Misilia juga bangun, lalu pergi membuat mie cup dan makan disamping Yuhan
Misilia menoleh kearah Yuhan tapi tidak mau menanyakan apapun tapi malah Yuhan yang membahas nya
"semalam aku datang bersama Namjoon" kata Yuhan
"oh ya? ada apa?" tanya Misilia
"dia ingin ikut saja, besok dia tidak ada pekerjaan, jadi aku tidak masalah"
"emm, memangnya kenapa bisa ikut?"
"entahlah, mungkin ingin lebih tenang setelah kerja keras kemarin" kata Yuhan
Yuhan enggan mengatakan apa yang membuat Namjoon ikut dengannya, itu akan membuat Misilia mungkin merasa aneh, karna bagaimana cemburu jika belum berpacaran kan
setelah beberapa jam, Yuhan belum lihat Namjoon bangun, ia jadi kuatir, jadilah ia membuatkan susu soya yang biasa ia minum lalu berjalan menuju kamar Namjoon
meletakkan gelas di laci samping tidur Namjoon, lalu mencoba membangunkannya
Namjoon terbangun dengan mengatakan hari ini ia lelah
"Namjoon ayo bangun dulu" kata Yuhan
"emm"
"aku malah jadi kuatir kamu belum juga bangun"
"ahh hari ini aku sangat lelah" jawab Namjoon bangun langsung duduk
"yasudah, ini minumlah"
"apa ini?"
"susu"
"makasih ya"
Namjoon meminumnya tapi malah memuntahkannya ke lantai disana
"ahh rasanya kok begini, bukan susu, apa rasanya gitu"
"Namjoon, bukan kamu nya, ini memang susunya begitu, rasa susunya memang itu"
"ahh kenapa aneh?"
"bukan aneh, kamu saja tidak pernah meminumnya kan, ini susu soya, tidak ada kandungan protein hewani"
"ahh astaga"
"aku kan gak bisa ada kandungan hewani, yasudah maafkan aku, nanti aku akan belikan di market"
"ahb ini saja tidak masalah, tadibaku hanya kaget karna bangun tidur"
"mau?"
"mau lah"
Namjoon mengambil lagi susu itu ditangan Yuhan dan meminumnya, Namjoon tidak masalah cuma memang karna ia baru bangun dan ke-capek-an saja tadi makanya kaget langsung memuntahkannya
"yaudah, pergi ke toilet dulu selesai minum" kata Yuhan
"kamu kemana?"
"tidak ada, aku didepan rumah saja"
setelah selesai minum, Namjoon pun mencuci muka, lalu pergi menemui Yuhan untuk menemani didepan rumahnya
tapi Namjoon mencari disekitar sana, Yuhan tidak ada..
"Namjoon? bagaimana kamu disini?" tanya Jazlyn kaget
"ahh, emm semalam aku datang bersama Yuhan"
"loh, apa iya? ahh aku tidak tau" jawab Jazlyn
"eh Namjoon, kamu menginap?" tanya Nania
"iya, tidur di kamar biasa dipakai Boseo"
"ahh, bagaimana bisa kamu disini, waaah berasa aku menjadi satu rumah dengan idol" kata Nania
"ahh nuna, biasa lah, jangan gitu aku malu"
"haha mereka memang suka menggodai seseorang" kata Misilia
diantara Jazlyn, Nania dan Misilia memang Misilia yang tidak kaget karna ia tau, bahkan Yuhan sendiri mengatakannya tadi pagi
"eh iya, tadi Yuhan bilang kalau akan kedepan rumah untuk bersantai"
"oh iya, itu di kandangnya Bobe Nickly" kata Misilia
"ahh"
Namjoon berjalan mendekati kandang dan melihat dari luar Yuhan disana duduk bertiga dengan peliharaannya itu
"Yuhan" sapa Namjoon
"hei" sapa Yuhan
Namjoon kaget karna Bobe mendekatinya padahal ia aman karna terhalang trali besi kandang harimau itu
Yuhan menarik Bobe agar menjauh dulu, baru ia keluar dan mendekati Yuhan
"kenapa takut, kan ada trali besi ini" kata Yuhan
"haha gakpapa kok, mereka jinak"
"jinak.. jinak.. tetap harimau"
"hehe iya sih, gak berubah jadi anak kucing"
"makanya, kamu ada ada saja"
"eh masuk yuk, kekandang Bobe Nickly" kata Yuhan
"masuk apaaaa, gak berani aku"
"aku kasih ilmu pawang deh"
"ilmu pawang? apa itu?"
"ilmu bisa membuat mereka tidak akan berani kepadamu dan malah menurut"
"ahh apa sih, gak ah takut aku tetap Yuhan, jangan"
"ayolah coba saja, sensasinya"
"gak ada ih takut"
Yuhan terus memaksa tapi Namjoon masih terus menolak, Yuhan pun memutuskan untuk tidak lagi menolak karna kasihan wajah Namjoon kelelahan bercampur ketakutan
"yaudah ayo kesana saja" ajak Yuhan
Namjoon pergi ke kursi yang ada didepan rumah mereka disana sembari melihat kearah Bobe dan Nickly
mereka mengobrol beberapa hal kecil tentang keluarga Namjoon, karna menurut Namjoon, ia tau banyak hal bahkan semua tentang ayah dan ibu Yuhan, jadi tidak masalah Namjoon membahas beberapa hal tentang orang tuanya juga
selang satu jam mereka mengobrol, Misilia berpamitan...
"Yuhan, aku ditelfon appa, aku tinggal sebentar yaa" kata Misilia
"loh, ada apa?"
"gak ada kok, cuma mau temani, ini kan masuk masa liburan, appa libur kerjaan"
"amma?"
"amma lagi kerumah nenek, makanya minta temani aku, sehari sih amma disana, aku baliknya besok atau enggak nanti malam"
"oh gitu, yaudah, kupikir ada hal penting apa, jadi kuatir juga"
"tidak kok, yaa, itu baby Wren sudah mandi, makan, tidur siang juga malah"
"okeh siap, hati hati ya"
"byebye"
Misilia pergi, dengan motornya tapi Jazlyn dari kandangnya menuju ke samping rumah lalu balik ke Yuhan
"ini makanan Withe habis" kata Jazlyn
"oh iya, sama makanan Bobe Nickly belikan sekalian"
"habiskah? bukannya masih ada?"
"ada, sekalian kamu pergi beli makan Withe kan"
"oh iya, yaudah aku pergi dulu"
Jazlyn ikut pergi dengan motornya juga karna jarang memang ia pergi kemana mana membawa mobil
malah Nania dari dalam juga siap akan pergi..
"Yuhan, aku hari ini mau jalan dulu" kata Nania
"jalan? mau kemana tumbenan, biasanya begini mencurigakan"
"hahai iya dong sama pacar, masak hanya kamu dengan Namjoon saja" kata Nania
"ahh kami tidak pacaran Na"
"iya sih, yaudah aku pamit ya, aku udah urus Woly kok, aman dia sampai besok, makanan juga penuh, sampai besok sudah"
"yyahh, balik kapan kamu?"
"malam nanti balik kok, gak menginap"
"ahh yaudah happy day"
Nania malah ikutan pergi, jadilah Yuhan sendirian dirumah, untung saja Namjoon ikut dengannya
"kenapa kamu membiarkan nuna barusan pergi?"
"memangnya kenapa?"
"ya kan pergi dengan alasan pacaran? efisiennya dimana?"
"oh, ya aku bebas saja lah, mereka disini kan gak kubayar, cuma aku kasih duit berapa aku kasih mereka mau"
"oh ya? gak dibayar?"
"iya, tidak kubayar, tapi ya kukasih uang, makan full aku juga"
"ahh, ya gak masalah sih, kalau gitu"
"kamu baru tau ya?"
"iya kupikir malah dibayar mereka buat ngurus peliharaan itu peliharaan semua"
Yuhan menjelaskan ketiga temannya itu bagaimana dan siapa, tapi tidak terasa mereka jadi hanya berduaan