You Should Be Me

You Should Be Me
45



hari itu juga ia memutuskan menjelaskan kepada Jazlyn dan Nania juga, pastinya pada Misilia juga jika Yuhan akan tinggal di rumah yang ada didekat kantornya, rumah masih milik Yuhan yang ia siapkan untuk staff rumah jauh tapi karna ia butuh jadi ia pakai


Yuhan juga memesan tentang akan ada dua pria yang mencari nya dan beberapa orang lainnya siapapun itu agar mereka tidak memberitahu apapun informasi tentang Yuhan dimana keberadaannya


"siapa memang Yuhan?" tanya Jazlyn


"siapapun yang cari, tanpa terkecuali"


"yang dua itu siapa?" tanya Jazlyn


"yang dua utama itu atas nama Bao dan Hyo"


"oh okeh, aku mudah mengingat nama kok, aku masih ingat juga orangnya" jawab Jazlyn


"lalu kalau lain mereka?" tanya Nania


"siapapun sudah Na"


"tetap jangan, siapapun"


"termasuk teman?" tanya Nania


"Nania lemot yaa.. kan siapapun Yuhan bilang" sambar Jazlyn


"oh okeh, ya kan nanya Jaz"


"yaudah lah, aku percaya ke kalian kok" jawab Yuhan


sejak itu Yuhan tidak lagi tinggal dirumah itu karna sudah ada kepercayaannya kepengurusan disana apapun terkait tentan rumah itu dan hewan peliharaan Yuhan


Yuhan kembali fokus pada pekerjaannya dengan lebih tenang, ia sudah lupakan banyak hal atas kebersamaannya dengan beberapa pria sebelumnya


lalu bagaimana dengan Namjoon?


sejak terakhir mereka bertemu saat Yuhan antarkan Namjoon balik ke dorm, sejak itu pula mereka tidak lagi ada kabar masing masing


Yuhan berpikir pasti Namjoon akan melupakannya bahkan membenci nya sejak tau siapa dirinya


tapi atas kerinduan itu lah karna tidak bertemu beberapa waktu itu, Namjoon datang kerumah Yuhan dan memencet bel dari luar pagar rumah


karna Nania dikandang singa yang tak jauh dari gerbang utama rumah Yuhan, jadi ia yang menyambutnya


"yaa ada yang mau dibantu?" sapa Nania


Namjoon kaget yang menemui nya adalah gadis yang sama ketika meneriakinya hantu beberapa waktu lalu, itu teman Yuhan


beruntung Namjoon memakai pakaian serba tertutup dan tidak akan dikenali teman Yuhan itu


"kok diam? apa kau bisu?" tanya Nania


"Nania?" ucap Jazlyn kaget atas ucapan temannya


"ya habisan, daritadi juga ditanya"


"emm cari siapa?" sapa Jazlyn


"Yuhan" jawab Namjoon


"Yuhan? atas nama siapa?"


"emm.."


Namjoon bingung lah bagaimana ia mengatakan dirinya Namjoon


tapi tak lama Seokjin malah menghampiri Namjoon, dimana Seokjin yang mengikuti Namjoon sejak awal Namjoon pergi tanpa membawa satupun staff termasuk Hyunsoon


"ini rumah gadis membawa mobil mengantarkan mu kan?" tanya Seokjin


"ahh hyung?" ucap Namjoon kaget


"astagaaa Jiiin oppaaa" teriak Jazlyn


Jazlyn Nania merasa seperti pada mimpi, yaa bagaimana tidak, didepan mereka ada seorang Seokjin yang ternyata pria mencari Yuhan ada hubungannya dengan bangtan


"hai, iya aku Jin bangtan, terimakasih telah mengenaliku" kata Seokjin


"hyung, kita harus buru pergi" kata Namjoon menarik tangan Seokjin dan membawanya pergi


"Namjoon apa yang terjadi, kenapa menarikku, siapa mereka? mereka kan yang salah satunya kamu dekati?"


"hyung, bukan mereka bukan salah satunya, aku salah rumah tadi" kata Namjoon


"Namjoon, alasan kau ya, aku terlanjur curiga"


Jazlyn Nania bukan kpopers apalagi army, tapi mereka tau siapa bangtan siapa Seokjin karna begitu terkenalnya mereka


jadilah Jazlyn menelfon Yuhan dan menjelaskan semuanya kepada Yuhan yang tadi terjadi


"Yuhan? bagaimana? kenapa kau diam? apa penjelasannya?" tanya Nania


"ahh itu.. hanya staff Seokjin saja yang lagi dekat denganku"


"kau dekat dengan staff Seokjin?"


"iyaa bener itu"


jadilah Yuhan mengarang jika ia dekat dengan staff bangtan bernama Hyunsoon, karna pikir Yuhan kan kedua temannya juga tidak akan kenal sama Hyunsoon


esok paginya...


Yuhan bersiap akan pergi kerja, ia kepikiran Namjoon yang kerumah kemarin jadi ia menelfon Namjoon dulu memastikan saja


tapi telfon itu sibuk, berada pada panggilan lain, membuat Yuhan malah jadi tidak enak mengganggu, akhirnya ia memutuskan untuk pergi kekantornya saja mulai bekerja


sementara Namjoon, berapa pada panggilan lain? yap, Namjoon ternyata diwaktu bersamaan sedang berusaha menelfon Yuhan


ia juga kepikiran tentang kemana Yuhan pergi dan tanpa kabar malah rumahnya dijaga oleh dua temannya


rencananya ia meminta maaf karna berusaha melupakan Yuhan dan akan memperbaiki hubungan mereka


tapi karna sama sama pada panggilan lain, jelas karna Yuhan berada pada panggilan kepada Namjoon


Namjoon berburu juga akan pergi ke agenci untuk mulai banyak kegiatan latihan


kembali kekesibukan Jazlyn dan Nania dirumah Yuhan, sama seperti hari hari biasanya, ketika Jazlyn sedang bermain dengan Withez si harimau milik Yuhan di luar kandang, mereka bermain, berlari lari di sekeliling rumah itu, Jazlyn melihat ada mobil berhenti didepan rumah Yuhan


ia mendekatinya dan menyapa pemilik mobil yang baru turun


"selamat siang pak, permisi, ada yang bisa saya bantu?" sapa Jazlyn


"yaa, saya Baori, bisa bertemu Yuhan?" sapa Baori


Jazlyn belum paham soal Baori ini mantan pacar Yuhan, ia lupa dengan cerita sebelumnya


yang datang adalah Baori, satu dari dua pria yang paling utama untuk tidak mengatakan apapun soal Yuhan kepadanya tapi urusan ini Jazlyn tidak lupa mengatakan Yuhan tidak ada


Jazlyn baru bertatap muka hari itu dengan pemilik nama Baori, Baori terlihat seperti orang biasanya, yaa cukup tua memang tapi cukup terlihat jika berduit


"Baori? oh mencari siapa?"


"Yuhan? ada?"


"Yuhan sudah tidak tinggal disini"


"oh ya? sejak kapan?"


"sejak beberapa hari lalu"


"beberapa hari lalu? saya masih kesini sih, emm apa saya boleh minta alamat barunya?"


"ahh saya tidak tau"


"bisa salam kan? saya datang mencarinya, bilang dari Baori, bos di kantor beritanya" kata Baori


"oh bos? anda bos Yuhan?"


"iya, saya bos nya, tapi sekarang Yuhan berhenti tanpa tanda tangan persetujuan saya, tolong bilangkan sekalian, saya akan turun kan tuntutan sampai seminggu kedepan kalau sampai tidak menemui saya" kata Baori


Baori pergi, Jazlyn bingung ia menelfon Yuhan dan menjelaskan semuanya


Yuhan geram atas ancaman itu, akhirnya ia datang kekantornya lagi dan menemui Baori keesokannya


"Yuhaaan" sapa Baori dengan wajah bahagia


"apa maksud mu kemarin mengancamku? kamu mau melaporkan aku ke polisi?"


"aku melaporkan mu karna berhenti tanpa persetujuanku, tapi kalau kamu datang, ya tidak jadi"


"tapi saya bukan staff utama, anda tidak berhak atas saya, berhenti mengganggu saya pak" kata Yuhan


Baori mendekati Yuhan dan memohon Yuhan kembali lagi dengannya tapi Yuhan menolak


disini lah istri dari Baori datang melabrak Yuhan


"hei, gadis penggoda, kamu yang membuat suamiku menceraikan ku?" bentak istri Baori