
Yuhan menyelesaikan tugasnya sebanyak mungkin, hingga tiba pada masa perpanjangan kontrak kerjanya, ia bisa memutuskan akan berhenti saja dari pekerjaannya tanpa peduli dan mengingat perusahaannya itu tengah membutuhkannya
tiba akhirnya dihari eksekusi alias hari perpanjangan kontrak Yuhan dengan Chunsuk
semua pekerjaan beres dan Yuhan telah serah terimakan kepada Pakte, tiba di jam perpanjangan, Yuhan mulai masuk ke ruangan kerja Chunsuk
"pak Pakte, ini sudah saya kerjakan tugasnya" kata Yuhan
"oh baiklah, lampiran mingguan ini?"
"iya, lampiran mingguan, ada ini untuk laporan bulanan dan harian, semua saya telah selesaikan"
"emm"
Pakte bingung kenapa Yuhan sangat rajin sampai selesai semua dia bereskan tugas dari harian, mingguan dan bahkan bulanannya
"ayo pak, kenapa diam?" tanya Yuhan
"oh iya, ayo"
Pakte mengantarkan Yuhan ke ruangan kerja Chunsuk, setelah sampai dan mengantarkan sampai dalam, Pakte kembali keruangannya
Pakte mengecek semua tugas dari Yuhan, benar benar telah selesai semua laporan itu, Pakte heran tumben semua beres diserahkan tepat sebelum perpanjangan kontrak
tapi Pakte tidak kepikiran sampai jauh, ia hanya kepikiran, mungkin Yuhan tengah giat, atau mungkin biar bisa cepat selesaikan pekerjaan lama agar pekerjaan akan datang jadi bisa di kerjakannya dengan santai tanpa kepikiran pekerjaan lama
sementara Yuhan diruangan itu
"duduk.." sapa Chunsuk
"ya pak, terimakasih"
"bagaimana, perpanjangan hari ini sudah dipersiapkan?"
"sudah pak"
"sebelumnya, saya mau ucapkan terimakasih buat kamu atas pekerjaan mu" kata Chunsuk
"makasih pak" jawab Yuhan
"bagaimana keluhan selama bekerja? atau masukannya, atau apa? bisa di utarakan"
"ini surat pengunduran diri saya untuk penyelesaian kontrak kerja"
Chunsuk seketika terdiam, ia kaget karna Yuhan memutuskan berhenti tapi ia masih berpikir positif dulu
"oh kamu akan berhenti? baiklah tidak masalah" jawab Chunsuk
Chunsuk kira, Yuhan bercanda mengatakan itu tapi ketika membuka map dan melihat isi surat itu memang mengundurkan diri, Chunsuk kaget
"kamu serius?" tanya Chunsuk
"iya pak"
"Yuhan, ada masalah ya? coba katakan padaku, ada apa? apa yang kamu alami selama bekerja? ada kendala? kenapa tidak katakan saja kepadaku?" tanya Chunsuk
"tidak ada semuanya pak, tidak mengalami apapun dikantor, saya ingin mengundurkan diri karna saya rasa cukup bekerja disini" kata Yuhan
"tapi perusahaan masih membutuhkan jasa mu"
"masih banyak yang mau bekerja pada posisiku dan yang lebih berpengalaman dariku"
"Yuhan...?"
"pak, maafkan saya ya kalau selama ini dalam pekerjaan mungkin kurang baik"
"tidak ada aku bilang itu"
"aku hanya mengatakan nya saja, maafkan aku, dan terimakasih buat pelajarannya selama disini"
Yuhan berpamitan, tanpa Chunsuk tau apa yang terjadi pada Yuhan sampai Yuhan memutuskan berhenti mendadak
Chunsuk langsung mencari tau apa penyebab Yuhan mengundurkan dirinya dari perusahaannya, ia mencoba mencari tau lebih dulu melalui laporan admin dan beberapa masalah terkait dicatatan admin lobi apa ada masalah terkait Yuhan
tak lama Yanglee datang mengetuk pintu ruangan kerja Chunsuk, Yuhan tepat sekali ada di ruangan itu
"pak, ini berkas yang baru saja bapak minta dari admin lobi" kata Yanglee
Yuhan langsung terdiam, memerhatikan dulu disana, Yuhan merasa heran, kapan Chunsuk menghubungi Yanglee untuk meminta data laporan admin
tapi beberapa kali Yanglee memanggil, Chunsuk hanya diam..
"iyaa" jawab Chunsuk
"ahh maafkan saya, pak" kata Yanglee
"iya saya minta maaf juga malah diam"
"ada masalah pak?"
"tidak, saya hanya bingung saja, saya baru ada perpanjangan sama Yuhan baru saja"
"oh lanjutkan saya pak, saya tidak masalah, urusan nya kan selesai" kata Yuhan
Yuhan langsung berpamitan pergi tanpa peduli jika surat pengunduran diri dan penyelesaian kontraknya belum dapat persetujuan dari Chunsuk
Yuhan pergi, jadilah Chunsuk mengurus Yanglee dengan laporan yang dibawanya
Yuhan sudah tidak peduli, ia bisa lepas dari Hyohoon sekarang saja sudah lega, tapi itu salah karna Hyohoon tentu tidak tinggal diam dan begitu saja menerima keputusan Yuhan yang mendadak itu
Yuhan bereskan meja kerjanya tanpa berpamitan pada staff lainnya disana bahkan tidak berpamitan pada Yanglee atau Pakte dan pada staff siapapun apalagi kepada Hyohoon
karna untuk apa berpamitan kepada Hyohoon lagi
Yuhan bereskan semua meja kerjanya, lalu membawa semua barangnya pergi dan tidak lagi bekerja disana
semua staff disana melihat itu tidak ada yang menegur atau sekedar menyapa Yuhan, karna Yuhan di kantor kerjanya terbilang cuek dan judes, jadi malas juga mereka menyapa Yuhan
Yuhan memang dikenal di kantor agenci nya itu sebagai staff paling cuek dan sombong bahkan tak hanya di tempat kerja itu, di tempat kerja lama juga dikenal tidak humble kepada staff lain untuk itu ia sedikit teman ketika di wilayah kerjanya
saat Hyohoon akan melihat Yuhan dimana itu sudah jadi kebiasaannya untuk memerhatikan Yuhan sepanjang waktu karna ia sebenarnya memang itu tujuannya
ia bingung karna meja kerja Yuhan sudah bersih tanpa barang barang milik Yuhan
"kemana Yuhan nuna?" sapa Hyohoon pada staff disamping kiri Yuhan
"tadi beberes, sepertinya habis kontrak kerjanya"
"oh dia perpanjangan hari ini?"
"iyaa barengan sama pak Yang kan, pak Yang besok tapi entah tadi saya melihat pak Yang juga baru masuk setelah Yuhan keluar, apa dimajukan apa gimana gak tau"
"kemana sekarang pak Yang?"
"tidak tau, tadi ada kok"
karna pekerjaan tidak bisa ditinggalkan, Hyohoon tidak bisa berlama lama disana
tak lama Yanglee selesai juga urusannya di ruangan Chunsuk pun keluar lalu menuju ke posisi kerjanya
sama dengan Hyohoon, Yanglee kaget melihat meja Yuhan sudah rapi tanpa barang baran Yuhan
tak lama Pakte juga keluar dari ruangannya dan tumben melihat Yanglee di ruangan staff disana, ia merasa mengingatnya kan besok baru perpanjangan Yanglee
tapi makin bingung lagi ketika Pakte mau menyapa Yanglee disana tapi melihat meja kerja Yuhan sudah rapi
"loh, ini meja kerja Yuhan rapi, apa dia pindahan meja?" tanya Pakte
"bukan pak Pakte, Yuhan berhenti" jawab Yanglee
"wooh? kenapa?"
"saya juga tidak tau, tadi dari pak Chun juga"
"kamu dari ngapain di ruangan pak Chun?"
"disuruh bawakan berkas laporan dari admin"
"ahh? pantas saja!" gerutu Pakte
"kenapa pak Pakte?"
"tidak, tadi Yuhan berikan laporan tapi lengkap, semua sudah rapi, harian, mingguan sampai bulanan beres semua" jelas Pakte
"oh ya?"
Pakte dan Yanglee sebagai staff paling dekat dengan Yuhan saja malah jadi bingung kenapa semua terasa mendadak, ada masalah apa Yuhan?
"pak? kalian apa sudah tau tentang Yuhan nuna yang selesai kontrak nya?" sapa Hyohoon datangi Pakte dan Yanglee