You Should Be Me

You Should Be Me
54



"sudah lah aku keburu ini pulang, bye Jin, Namjoon" sapa Yuhan lalu pergi


dan itu sering dilihat oleh Namjoon dimana ketika Seokjin berusaha mendekati Yuhan dan selalu dekat dekat dengan Yuhan


dimana ketika Yuhan sudah selesai pekerjaannya, ia akan pulang tapi pergi makan dulu ke resto dekat dekat kantor sana, kebetulan Yuhan baru turun gajian bulanan nya turun alias uang bulanan kiriman orang tua Yuhan


lalu melihat Seokjin, dasarnya Yuhan memang mengidolakan Seokjin, jadilah Yuhan mengajak Seokjin makan diluar ia akan membayarinya


"hai Jin.. makan yuk" ajak Yuhan


"hai, ayok, kau mau pergi makan?"


"iya nih, ayo kalau ikut, aku juga lapar, perut nih tumbenan"


"yaudah ayo, sama soal makanan, aku juga gak bisa berhenti makan haha"


"yaudah kutunggu disini saja ya, eh jangan bawa duit gak masalah, aku yang bayar, uang gajiku turun"


"waaah, bukannya belum genap sebulan kamu? baru dua minggu kan?"


"ahh, bukan, maksudnya aku dapat uang bulanan dari ayah ibuku, jadi aku mau ajak kamu makan gitu"


"oh kupikir gaji kerjaan, gaji bulanan ya"


"iya biasa lah, ayo dah"


"siap, tunggu, aku pergi ambil tasku"


Yuhan tidak berpikir jauh bagaimana ia bisa makan berdua dengan idola nya itu selama ia jadi fans bangtan tapi reflek saja


Seokjin pergi ambil tas tapi tidak tau jika Namjoon menyapa Yuhan


"Yuhan? kamu sudah akan pulang?" sapa Namjoon


"emm, eh bangtan juga lagi kosong kan?"


"iya kosong, juga pada pulang ke dorm"


"yaah, mau kuajak makan diluar"


"lah sudah pada pulang ke dorm semua loh"


"iya udah kamu aja gakpapa"


Namjoon begitu senang ketika Yuhan mengajaknya makan yang ia pikir berdua saja


tapi semua rasa senang itu bubar ketika tau Seokjin ikut Yuhan makan


"nuna, siap yuk" ajak Seokjin


"bah, hyung? kamu belum pulang?" tanya Namjoon


"belum, aku baru selesai urusan sama staff, bertemu dia eh ajak makan"


"ahh" ucap Namjoon melirik Yuhan


"yaudah ayo" ajak Yuhan


jadilah mereka pergi bertiga saja..


lalu sampai di rumah makan tak jauh juga dari kantor agenci, Yuhan malah diam diam mengirimi pesan pada lima member bangtan yang lain untuk datang


karna Yuhan tau member bangtan akan suka jika makan dibayari tanpa mengeluarkan uang alias gratis


"hyung, ayo pergi ke rumah makan dekat agenci, kita diajak Yuhan nuna buat makan bersama" kata Hoseok pada Yoongi


"ooh dia mengajak kita juga?" tanya Jimin


"iyaa, ini chat nya, disana sudah ada Jin hyung dan Rm"


"waah makan makan, ayo dah berangkat" jawab Jungkook


"bayar siapa?" tanya Taehyung


"dibayari Yuhan nuna katanya, ini chatnya" kata Hoseok


akhirnya mereka bersiap siap kecuali Yoongi, Yoongi sedang mode mager, keempatnya sudah memaksa tapi Yoongi tetap menolaknya jadi mereka pergi berempat saja


"sudah sana pergi saja, aku malas sungguh, gerak saja aku malas" jawab Yoongi


"yasudah, ayo hyung, pergi, kita jangan buang kesempatan baik" kata Jungkoo


setelah makanan datang pesanan Yuhan datang barulah bangtan member lain datang, hanya berempat


"loh kok kalian kesini?" tanya Seokjin


"loh kalian?"


"nuna mengundangku kan nuna?" tanya Hoseok


"ahh iya, itu aku meminta mu" kata Yuhan


"nah kan"


"eh, kenapa berempat, harusnya berlima dong, disini dua" kata Yuhan


"Suga hyung tidak ikut, biasa malasnya kambuh nuna" kata Jimin


"ada apa nuna mengundang makan dan membayari? ulang tahun kah?" tanya Taehyung


"ahh tidak, ulang tahunku lama"


Yuhan menjelaskan uang bulanan dari orang tuanya turun dan kebetulan lagi kirim banyak saja jadi berbagi saja


"oh iya, kamu jadi tinggal di dorm kan? mulai kapan?" tanya Seokjin


"sebulan lagi kata Kwan oppa kan"


"oh sebulan, cukup lama ya, memangnya kenapa gak langsung masuk?" tanya Jimin


"pembersihan kamar untukku, karna katanya belum ada persiapan apa apa"


"ahhh"


setelah selesai, mereka pulang masing masing, Yuhan pulang sendiri karna membawa motor sedangkan yang lain pergi jalan kaki karna cukup dekat juga


setelah sampai dorm, Namjoon memberikan bungkusan kepada Yoongi


"ini hyung" kata Namjoon


"waah kalian membelikanku?" tanya Yoongi girang


"tadi Yuhan membelikanmu juga, bukan kami"


"ahh emm okeh" jawab Yoongi sedikit malas menerima


Yoongi sedikit sedikit makan lalu dilanjutkan Jungkook dan Seokjin karna ia malas mau makan menghabiskannya meskipun ia tengah lapar


"lah jadi makan bertiga" jawab Jimin


"kamu juga mau!?" tanya Yoongi


"tidak hyung" jawab Jimin


"ini makan lah kalian saja deh"


malah Yoongi jadi memberikannya kepada Seokjin dan Jungkook agar dimakan


semua member pikir Yoongi memang lagi malas saja kecuali Seokjin, yang berpikir Yoongi bukan karna malas untuk makan atau kenyang tapi karna tidak suka pada orang yang membelikannya


apalagi Yuhan kan sebelumnya adalah seorang paparazi, sasaeng, dan itu sangat meresahkan bangtan dan idol lainnya


setelah selesai urusan disana, beberapa member pergi tidur


tadinya Yoongi juga sudah pegi tidur tapi tengah malam ia pikir waktu tepat untuk makan karna makanan tadi sebenarnya begitu kurang


tapi tengah masak ramen cup malah Hoseok keluar dari toilet


"hyung?" sapa nya


"Hobi? ngapain kau?"


"aku dari toilet, perutku mulas daritadi, kebanyakan pedas deh, ha" ucap Hoseok


"ahh"


"kau sedang apa? masak mie? lah bukannya tadi bilang kenyang? katanya lagi gak mood makan?" tanya Hoseok


"emm, emm iya tadi malas, sekarang lagi lapar saja"


disini Hoseok malah jadi curiga, ia malah jadi kepikiran sama dengan Seokjin tadi, ia pikir sekarang jika Yoongi tidak makan makanan dari Yuhan bukan karna kenyang atau dan lainnya tapi karna tidak suka pada orang yang membelikannya


saat sehari setelahnya...


Yuhan baru dari meja kerjanya dan akan pergi keruang kerja Kwan, ia melihat diruang latihan bangtan hanya ada Yoongi


ia masuk, berencana menanyakan kenapa kemarin tidak ikut pergi karna Yuhan ingin dengar alasannya sendiri dari orangnya


"hai Yoongi?" sapa Yuhan


"emm, hai" jawab Yoongi


"kamu sendiri?"


"yaa, seperti kau lihat saja bagaimana"


"eh ya, kenapa kemarin tidak ikut Hobi? aku sudah mengajak kalian tapi hanya kamu tidak datang" tanya Yuhan


"aku lagi malas"


"ahh, kenapa?"


"urusanmu apa?"


"oh okeh"


Yuhan sebagai dulunya fans dari bangtan, tau jika sikap Yoongi dingin jadi tidak akan berpikir keras atau tersinggung


Yuhan akan keluar tapi menyentuh lengan Yoongi, Yoongi kaget dan menahan ekspresi kaget itu dan memerhatikan lengan bekas Yuhan menyentuh lengannya


Yuhan terbiasa memang kontak dengan siapa saja, bahkan tidak pada Yoongi saja