You Should Be Me

You Should Be Me
291



"sering, setiap hari, padahal dia sudah punya pengawas utama disini, tiga temannya jadi pengawas utama tapi tetap dia sering datang untuk memastikan sendiri"


"oh? memangnya siapa tiga temannya?" tanya Yesung


"nona Jaz, nona Na dan nona Mi"


seketika itu semua member disana menoleh kearah Donghae, Shindong dan Leeteuk, karna mereka curiga pasti ketiganya sengaja membawa member lainnya berlibur disini


ketiga nya saling bertatapan dan sepakat pada perjanjian awal mereka yaitu untuk tidak mengakui atau berpura pura lupa saja


"oh jadi sengaja kalian bawa kami kesini rupanya?" tanya Kyuhyun


"emm, aku juga tidak tau apa apa" kata Donghae


"mana ada, yang merekomendasi ke sini kan kalian?" tanya Eunhyuk


"sama sekali tidak tau, bener, aku tau baru ini, baru staff Bobly jelaskan" jawab Donghae


"Shindong hyung dan Leeteuk hyung?" ucap Si-won


"sama"


mereka bertiga bersikekeh sama sekali tidak tau terkait apapun disana


"apa ada masalah yaa?" tanya staff Bobly


"tidak pak"


"sepertinya bermasalah, apa mau dilanjut atau tidak ini?" tanya staff Bobly


"lanjut pak"


mereka lanjutkan jalan mereka, melihat lihat disana sampai akhirnya ketiga member tadi bertemu dengan ketiga teman Yuhan


tentu mereka langsung saling sapa disana, membuat beberapa member yang single jadi iri termasuk Heechul


Heechul jadi semakin teringat Yuhan, ia seperti tidak bersemangat lagi sejak putus dengan Yuhan, hidupnya sudah tidak berwarna seperti saat bersama Yuhan, semua terasa ambar


akhirnya tiga teman Yuhan disana memutuskan ikut jalan dengan member super junior untuk menemani sang pacar masing masing


tak lama benar saja, mereka bertemu dengan Yuhan


tepat ketika mereka melewati area salon, dimana Yuhan baru menyalonkan Woozy


tepat Yuhan baru keluar...


"Yuhan?" sapa Kyuhyun


Yuhan menoleh tapi ia lanjut pergi tanpa menyapa balik sapaan itu


"Yuhan? kenapa kamu pergi begitu saja? kenapa tidak ada kabar kepada kami, kenapa kami kena dampaknya dengan masalahmu bersama Hee hyung?" tanya Donghae


Yuhan hanya diam langkah sejenak lalu pergi lagi tanpa memperdulikan apapun


"kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Heechul


"kenapa? bener kan aku? kalian sejak putus, Yuhan menghindari yang lain, bahkan aku pacar sahabatnya padahal kan?"


"iya, tapi kurasa bukan karna urusan itu Yuhan tidak balik menyapa, jangan kaitkan aku dengan dia" kata Heechul


"sudah melupakan dia sejauh itu?" tanya Yesung


Heechul tidak memperpanjang dan lanjutkan jalannya


disini Heechul merasa dirinya benar benar tidak bisa melupakan sama sekali Yuhan, apalagi ketika melihat Yuhan dengan style barunya


semakin membuat ia teringat tentang mereka ketika bersama dan berduaan di rumah atau apartemen


sebelumnya tentang style Yuhan kali ini memang membuat Namjoon menjadi teringat juga kenangan bersama Yuhan, ditambah kali ini Heechul


sebenarnya bukan hanya mereka saja ketika melihat Yuhan dengan style barunya akan teringat masa masa bersama dulu


jika mantan lainnya melihat Yuhan, semua juga akan susah melupakan karna mengingat selama bersama mereka Yuhan memang se bebas itu berpakaian


setelah urusan selesai disana, semua balik kerumah masing masing, Heechul juga memutuskan balik ke apartemen nya dulu menenangkan dirinya sementara


malamnya...


ia duduk di balik jendela kamar apartemennya, Heechul berpikir pikir ulang disini, ia bisa bertemu Yuhan disini dengan style perubahannya semakin membuat ia sulit melupakan kebersamaan mereka dulu


bahkan itu membuat Heechul apa ia akan memilih Yuhan saja dibandingkan bibi nya


Heechul kini sudah berpikir memilih Yuhan dan dikeluarkan sebagai keponakan Sungwan tidak masalah, toh ia sudah punya nama di industri hiburan kan


kepikiran soal itu, besoknya Heechul menekadkan diri menemui Yuhan


"mau kemana kamu?" tanya kakaknya


"keluar"


"bukannya jadwal mu hari ini kosong?"


"kamu sejak kapan disini?" tanya Heechul


"aku sejak tadi, aku hubungi kamu tidak ada kabar, amma dan appa kuatir noh, disuruhnya aku kesini"


"ahh aku lupa kalau hape ku mati, sampai sekarang pun lupa"


"kamu mau kemana? mau pergi? bukannya tidak ada jadwal?"


Heechul melirik kanan kiri dan memastikan tidak ada siapa siapa lalu betbisik keada kakaknya


"kamu datang kesini dengan siapa?" tanya Heechul


"sendirian, kenapa?"


"bener sendiri?"


"iya lah"


"jangan bilang bilang siap siapa yaa"


"apa?"


"aku mau temui Yuhan hari ini, mau mengajaknya balikan" kata Heechul


"ah serius? yakin kau? gimana sama bibi?"


Heechul menjelaskan kepada kakaknya tentang ia akan menemui Yuhan dan mengajak nya balikan disana


ia menjelaskan jika ia telah memikirkan matang matang semalaman, ia memilih Yuhan, dan memilih meninggalkan Sungwan, tidak peduli bagaimana resiko tentang kariernya


"serius kamu? gimana sama bibi, kau benar benar memilih Yuhan dari bibi sudah matang keputusanmu itu?" tanya kakaknya


"iya nuna, aku serius, aku berpikir aku sudah sangat yakin, serius aku sama dia"


"sungguh? kariermu?"


"biarkan mau bibi apakan yang penting aku sudah punya nama di kpop kan?"


"memangnya kamu sudah ketemu Yuhan?"


"lah ini mau kutemui, tapi aku mohon kamu jangan kasih tau siapa pun"


kakaknya disana hanya diam, tidak sama sekali mencegah nya pergi karna ia pikir Heechul benar, Heechul punya kehidupan nya sendiri, ia punya pilihannya sendiri, sekalipun Heechul memilih Yuhan, orangtua nya akan menyetujui nya juga meskipun taruhannya adalah bibi


ia berpikir juga, mungkin bibi berpengaruh untuk karier nya tapi bukan berarti bibinya berkuasa akan masa depan dan kebahagiaan Heechul


dan itulah yang Heechul pikirkan juga karna ia berhak atas kebahagiaannya sendiri


Heechul sampai dirumah Yuhan, ia melihat rumah itu cukup ramai, banyak beberapa motor disana


dia tidak kepikiran jika Yuhan telah berpindah, ia tidak tau, ia masuk dan disapa satpam jaga disana


"ada yang mau dibantu pak?" sapa satpam


"saya cari Yuhan pak, ada kah? pemilik rumah ini"


"oh nona Yuhan? dia pemilik rumah ini tapi sudah tidak tinggal disini pak, ini rumah dinas di sewa oleh sebuah perusahaan susu"


"ahh, oh, pindah ya pak?"


"yaa pak"


"alamat yang baru?"


"aduh saya kurang paham pak"


"ahh baiklah"


Heechul akhirnya pergi, ia berpikir akan pergi keapartemen Yuhan saja tapi ia ingat, ia tidak punya akses masuk sana tapi tidak masalah, ia tetap datang


sesampanya ia hanya menunggu tapi masuk dua jam tidak ada juga kelihatan sedikitpun Yuhan keluar atau dari luar lalu masuk


ia berusaha dan beranikan menelfon juga tidak bisa nomornya sudah tidak pernah aktif sama sekali


ia jadi kepikiran untuk datang ke Bobly world saja, berharap dapatkan keberadaan Yuhan disana