
"aku jadi malu sendiri gara gara kelakuan mereka ini" kata Heechul
"gakpapa lah, mereka tandanya peduli dan menerima aku, aku senang malah" jawab Yuhan
Heechul memeluk Yuhan, Yuhan baru inget tentang ia janjian dengan Chunsuk untuk melamar pekerjaan jadi sekalian bahas itu juga
"oh ya chagi, aku tadi ketemu pak Chun" kata Yuhan
"dimana?"
"di tempat acara suju tadi, dia mengira baby Ryung anakku"
"oh bilang saja iya"
"gak lah, salah paham nanti"
"terus bicara apa lagi?"
"aku bahas mau minta lowongan pekerjaan, dan ada, janjian ketemuan lusa"
"lusa? ke tempat kantor pak Chun? kenapa gak bilang aku soal kerjaan? aku bisa bantu carikan"
"gak tau, aku pikir chagi sibuk sama kerjaan sendiri"
"yasudah terus jadinya kapan ketemuan?"
"lusa"
"pas aku kerja ya"
"ya gakpapa aku sendirian"
"oh yaudah, hati hati pokok jaga diri"
"iyaa"
karna larut malam, Heechul menyiapkan selimut dan baju tidur untuk Yuhan, lalu bersiap akan keluar untuk tidur diluar, Yuhan menahan tangannya
"kenapa?" tanya Heechul
"tidur disini saja"
"loh gakpapa diluar kok"
"gakpapa disini"
"ini bed satu orang"
"gakpapa, dempet"
"kesempitan nanti"
"gakpapa kan enak dekat, gak mau ya gakpapa"
"ya mau banget lah"
mereka persiapan untuk tidur dan tidur diranjang untuk satu orang, jadi mereka tidur harus sangat dempet jadi selama tidur sambil berpelukan
paginya..
pergi cuci muka, mandi, persiapan mau ikut ke toko anggur ibu Heechul, dan mereka pergi bertiga
ayah dan kakak Heechul pergi kerja masing masing, Yuhan dan Heechul ikut ibu Heechul ke toko anggur miliknya
disana Yuhan membantu menjaga dan menjualkan buah buah disana membuat ibu Heechul bangga melihat anaknya pintar memilih pacar yang kaya raya tapi mau bekerja keras membantu jualan di toko buahnya tanpa malu
setelah siangnya, Heechul harus pergi ya Yuhan harus ikut pergi
"bi, ini buahnya tinggal segini aku beli ya sisanya apel" kata Yuhan
"bawa saja, cuma sisa lima"
"jangan, Yuhan mau beli anggur sekalian juga"
"bawa sudah, berapa kamu mau ambil"
"jangaaan lah bi"
Yuhan terus dipaksa membawa buah dengan gratis, membuat Yuhan tidak enak, Yuhan membelinya kepikiran untuk bikin salad anggur
Yuhan pergi antarkan Heechul ke tempat kerjanya, lalu balik kerumahnya dan ternyata ada Munha duduk diteras depan rumah Yuhan
"ma? sendirian?" tanya Yuhan
"itu sama appa, appa mengurus Bowni dan Beckly, akhir akhir ini susah makan" kata Munha
"oh iya?"
"iya, amma dapat kabar dari Jazlyn juga kok, katanya setiap dikasih makan selalu gak tersentuh, gak berkurang gitu"
"sakit kali dia ya ma"
"iya kali"
"yaudah biar aku lihat"
baru akan pergi melihat Bowni dan Beckly, Hajun terlihat terburu buru dari kandang Bowni Beckly
"kenapa pa? pa?" tanya Munha
"itu, Bowni, sama Beckly ma, ini.." kata Hajun mengatur napasnya
"Bowni Beckly sepertinya kejang kejang deh bi, Yuhan, seperti sekarat" kata Jazlyn
Yuhan seketika berlari ke kandang mereka dan melihat benar saja sudah terkapar disana keduanya
Jazlyn sigap mengambilkan alat medis milik Yuhan khusus hewan dan Yuhan menangani Beckly
"appa, Beckly sudah mau meninggal" kata Yuhan
"ahh, lalu bagaimana?" tanya Hajun
"biarkan dia melepaskan nyawanya perlahan"
Yuhan menunggu sampai Beckly tidak lagi bernapas dan meninggal, Yuhan menoleh ke arah Bowni juga sepertinya mau meninggal, ia menangani langsung Bowni juga
"apa dia juga akan meninggal?" tanya Munha
"iya ma"
Yuhan melakukan hal sama seperti ia lakukan pada Beckly, menemani sampai ajal Bowni terakhir sembari mengusap badan Bowni
Yuhan pun meletakkan Bowni dan Beckly lalu berdiri dan berjalan mendekati Hajun, Munha dan Jazlyn
"mereka sudah pergi ma, pa, biarkan lebih tenang dulu sampai benar benar kita memastikan sudah meninggal" kata Yuhan
"apa itu sudah meninggal?" tanya Munha
"sudah ma, tapi tunggu beberapa menit dulu"
"lalu mau dikuburkan dimana Yuhan?" tanya Jazlyn
"di rumah pertama ku ya Jazlyn, disana sudah kuratakan dengan tanah khusus untuk pemakaman hewan peliharaan kan kamu tau" kata Yuhan
"oh baiklah"
"kamu bantuin buat pemakaman bisa kan? minta bantuan Unji"
"bisa bisa"
"Yuhan? kamu baik baik saja kan? kenapa tiba tiba pucat?" tanya Hajun
"gak kuat" ucap Yuhan menahan dada
yap, Yuhan pingsan, Hajun dan Munha kaget, tapi Jazlyn menjelaskan kebiasaan Yuhan memang seperti ini, ketika ada hewan meninggal ketika ia bantu sebelum kematian nya, Yuhan akan pingsan setelah hewan tersebut mati
Unji berlari membantu Hajun disana
"lalu bagaimana ini? bawa kerumah sakit kali" kata Munha
"iya bi, biasanya begitu, kalau Yuhan pingsan karna ini pasti kami bawa kerumah sakit"
mereka mengangkat Yuhan masuk ke mobil dan membawanya kerumah sakit
akan separah itu jika Yuhan membantu kematian seekor hewan tapi Yuhan tidak bisa membiarkan hewan itu sekarat sendirian, setidaknya ia menemani hewan tersebut
"yaudah, biar aku yang mengurus dirumah sakit pa, kamu pulang sama Jazlyn dan Unji untuk mengubur Bowni dan Beckly ya" kata Munha
"yaudah, nanti aku cepat balik kok, kabari ada apa apa ya" kata Hajun
"ya pa"
Hajun pergi dan mengurus penguburan Bowni dan Beckly dirumah lama Yuhan, rumah pertama yang Yuhan beli itu memang sengaja Yuhan telah ratakan dengan tanah untuk jadi pemakanan hewan peliharaan nya
setelah selesai, langsung balik ke rumah sakit dan melihat anaknya, Yuhan sudah tersadar dan membaik
"gimana kata dokter ma?" tanya Hajun
"hanya perlu sehari saja disini, besok baru bisa pulang" jelas Munha
"kamu baik baik saja nak?" tanya Hajun pada Yuhan
"iya pa, baik kok"
setengah hari tidak ada kabar, Heechul menelfon Yuhan karna kuatir pada Yuhan, tapi tidak ada yang mengangkatnya
tengah malam, Yuhan membangunkan Hajun meminta hapenya
"kenapa nak?" tanya Hajun
"hape Yuhan pa, minta, gak lihat seharian"
"oh tunggu"
"sudah ini pa, appa tidurlah lagi"
"nanti bangunkan lagi appa kalau ada minta apa apa ya"
"iya pa"
Yuhan membuka dan melihat ada notifikasi telfon dari Heechul
ia menelfon balik dan langsung diangkat oleh Heechul hanya sekali berdering
"chagiya, kemana saja dari siang?" gerutu Heechul
"aku sakit chagi, badanku meriang"
"apa? dimana kamu?"
"dirumah sakit"
"kirim alamatnya, jangan alasan gak enak takut aku ketularan, gak ada panas ketularan"
"iya, aku kirim alamatnya, aku matikan telfonnya"
Yuhan mengirimkan lokasi rumah sakit dan juga kamar rawat inapnya, malah Hajun berpamitan