
Misilia menjelaskan apa yang ia ketahui, Jazlyn juga menjelaskan apa yang ia alami, sedangkan Nania belum ada kesempatan apapun
sementara Yuhan sampai di dorm, mereka turun lalu masuk ke dalam dorm
hari berlalu...
dimana keesokan hari nya saat Yuhan duduk dimeja kerjamya di agenci, seperti sebelumnya, pekerjaannyaenumpuk jadi harus satu persatu dan perlahan ia selesaikan
tengah Yuhan sibuk, Aekyo yang berada di kantor agenci untuk menaruh laporan mingguan juga melihat Yuhan sibuk tapi ia mendapatkan pesan masuk dari Hyohoon secara bersamaan ketika ia melihat kesibukan Yuhan
Aekyo membaca pesan masuk dan diajak ketemuan oleh Hyohoon jam makan siang ini, Aekyo mengiyakannya
mereka jadilah bertemu dan Hyohoon meminta bantuan agar Aekyo membantu nya untuk meneror Yuhan
Aekyo jelas menolak, ia memang dikecewakan di masa lalu tapi ia tidak pernahau menjadi orang jahat apalagi pada orang yang pernah sangat baik dengannya
"bisa kah?" tanya Hyohoon
"oh, maafkan aku kalau soal itu aku tidak bisa" kata Aekyo
"bantu lah sedikit, aku tidak akan membawamu lagi lebih jauh, aku hanya butuh bantuan"
"kamu salah orang kalau mau menjahati orang lain bekerja sama bukan denganku"
"iya tau, tapi aku bukan mau ajak kerjasama"
"itu tadi?"
"aku bilang membantu, bantu saja aku, bukan terlibat kok, aku tidak membawamu, sungguh"
"hemm kau berjanji?"
"iyaa, aku berjanji bahkan bersumpah"
"baiklah, apa yang mau kubantu?"
tapi rayuan maut Hyohoon membuat Aekyo akhirnya mau membantu juga
Hyohoon kali ini hanya meminta untuk mengantarkan surat yang sudah Hyohoon tulis dengan tangannya sendiri
Aekyo merasa itu hal mudah, hanya meletakkan disalah satu tempat biasa dipakai Yuhan, dan Aekyo menerimanya
tapi tanpa Aekyo tau apapun isi surat itu, Aekyo bukan tipe yang sangat ingin tau kecuali dia diberitahu, jika tidak, ya dia akan diam tanpa usil sama sekali
jadilah Aekyo balik ke apaertemen untuk pertemuan dengan Kwan terkait laporannya, dan saat akan menuju ruangan Kwan, Aekyo melihat Yuhan membereskan mejanya dan membawa kamera nya lalu pergi
Aekyo berpikir itu pasti akan pergi menemui bangtan dan melakukan pekerjaannya jadi merasa aman Aekyo langsung menaruh surat titipan dari Hyohoon untuk ia taruh di sekitar meja kerja Yuhan
tapi Aekyo bingung taruh dimana agar aman tapi Yuhan cepat melihatnya
karna terburu takut ada yang mengetahui rencananya, ia memikirkan menaruh nya dibawa keyboard komputer di meja kerja Yuhan itu dengan sedikit terlihat agar Yuhan mengetahui suratnya
dan hampir saja ketahuan karna Kwan memanggilnya
"Aekyo? kenapa dari mana sudah kutunggu" kata Kwan
"ahh astaga pak, oh ya ini, saya sudah bawa"
"ayo keruangan"
Aekyo merasa lega karna Kwan tidak menanyakan lagi soal mengapa Aekyo ada di sekitar ruangan kerja staff kantor disana, Aekyo pergi dengan aman dan tanpa ada yang tau
barulah tak lama Sunmi duduk di meja nya yang ada tak jauh dari meja Yuhan disusul oleh Haneul yang duduk tepat disamping meja kerja Yuhan tanpa menyadari adanya kertas surat itu
Yuhan ikut datang, lalu duduk dan akan mengurus pekerjaannya, tadinya belum sadar tapi ia menyadari kertas itu saat akan mengetik dari keyboard komputernya
Yuhan mengambil tanpa membukanya dulu, dan menoleh sekitarnya tapi tidak ada ia mencurigai
"ahh jangan jangan Nam" ucap Yuhan
Yuhan membuka baru membaca nya dan sebuah kata kata rindu, seperti puisi tapi bukan, hanya ungkapan rasa rindu, yang isinya..
"aku rindu sama kamu,
kamu tidak terlihat dan seakan meninggalkanku,
kenapa terasa sangat lama,
kamu tau kan aku tanpa kamu sehari terasa sudah setahun hidup tanpa siapa siapa
tolong, temui aku, atau aku akan paksa menemuimu"
isi dari surat tulisan tangan itu
"iya pasti Nam sih, masak Nam, baru berapa hari juga kangen kangen aja udah" gerutu Yuhan
"kenapa Yuhan?" tanya Haneul
"ahh tidak eoni, oh ya, eoni lihat ada orang ke meja ku tidak?"
"tidak, aku baru datang sebelum kau datang"
"ahh"
"ada bunga lagi?"
"bukan"
"gak ada, aku hanya tanya saja"
"ahh kupikir ada kado misterius lagi"
"haha tidak tidak"
Yuhan melanjutkan lagi kerjaannya, sorenya saat akan pulang berpapasan dengan bangtan, Yuhan menyapa mereka
"hai, pada selesai?" sapanya
"iyaa nuna"
"waah selamat istirahat ya"
"siap nuna, kau juga" jawab Hoseok
"kamu jadi balik sama siapa lagi?" tanya Seokjin
"ahh, sendiri kok" jawab Yuhan melirik Namjoon
"sendiri? perlu diantarkan?" tanya Namjoon
"wooh, tidak"
"biar Hyun antarkan" kata Namjoon
"tidak usah, ngapain, dia beda arah kan kasihan"
"oh okeh, benar sendirian ya" ucap Namjoon
"iya"
"yaudah nuna, kami balik ya" kata Hoseok
"yaa, byebye"
"bye nuna" sapa Seokjin
"ahh Nam, aku mau bicara" kata Yuhan pelan sambil menahan lengan Namjoon
"yaa?"
"kamu tadi ke meja ku?"
"tidak"
"tidak? kamu tidak tau soal surat ini? ku pikir kamu"
"surat?" tanya Namjoon
"ini"
Namjoon melihat dan membacanya, ia kaget dan bingung
"siapa kasih ini, ini bukan tulisanku" jawab Namjoon
"tidak tau lah, di meja ku, kupikir kamu, kan yang bunga itu kamu"
"bunga itu memang aku, tapi ini sangat bukan aku"
"siapa?"
"Namjooon" teriak manager Sejin
Namjoon membawa surat itu dan menyimpannya, Yuhan jadi kepikiran siapa yang mengirim itu kalau bukan Namjoon
ia mengingat siapa yang mendekatinya di kantor itu, tapi tidak ada, selama ini ia hanya dekat dengan member bangtan saja
bangtan pergi, Yuhan pun menunggu sampai bangtan benar benar jauh, tak lama Kwan datang
"siap? kau ada jadwal ke dorm?" tanya Kwan
"tidak, apa kau ada?"
"tidak makanya aku tanya, yaudah ayo"
Kwan akan menemani Yuhan pulang dan itu sudah seperti perencanaan yang alami, dimana Kwan datang pas ketika bangtan pergi jadi tidak sampai Namjoon tau
malamnya..
ketika Namjoon di dorm, ia melihat surat yang Yuhan maksud
Namjoon sendiri malah jadi kepikiran juga, ia sampai membaca berulang ulang, bahkan sampai mencocokkan tulisan demi tulisan dari setiap tangan member bangtan
bahkan melihat satu persatu semua tulisan staff dorm tidak ada yang mirip, semua nya sangat berbeda jauh, jauuuh sekali, karna tulisan dalam kertas itu begitu rapi tanpa ada kotor sedikitpun
"Jin hyung?" ucap Namjoon berpikir banyak hal
"ahh bukan, bukaaan, aku tau tulisan Jin hyung" gerutu nya lagi
"Hobi?" ucap Namjoon berpikir lagi
"bukaaan, Hobi aku tau juga, sama sekali bukan" gerutunya lagi
"Hyun..? apa lagi dia, sama sekali tidak mungkin itu dia, aku kenal dia siapa" jawab Namjoon lagi, bicara sendiri