You Should Be Me

You Should Be Me
157



Yuhan menjelaskan bagaimana Aekyo akan diam jika ia bersalah, ia tidak akan membela dirinya, tidak akan bersuara sedetikpun ketika ia salah


ia akan menjawab jika ia merasa benar


"itu lah Aekyo yang aku tau, kamu tidak akan merubah kebiasaan itu Aekyo" kata Yuhan


"asal kamu tau, berita di agenci dan seluruh staff di kantor bukan hanya terkait kamu, tapi tentang ku juga tersebar" kata Aekyo


"oh ya? tidak ada, semua berita tersebar hanya aku" kata Yuhan


Tanwoo menjelaskan jika berita di seluruh staff ternyata bukan hanya Yuhan tersebar, tapi tentang Aekyo juga


berita dimasa lalu Aekyo tersebar, bagaimana culun nya Aekyo di masa lalu, bagaimana Aekyo tidak memiliki teman dan di kucilkan


mendengar itu, Yuhan kaget..


iya lah, Aekyo yang ia tuduh ternyata juga dalam masalah tersebar berita masa lalu nya, itu tidak mungkin Aekyo kan melakukannya juga?


Aekyo pun mengaku disana jika ia dan Hyohoon memang saling kenal, Aekyo menjelaskan bagaimana mereka kenal, sejak kapan kenal, bagaimana cerita Hyohoon sampai bisa masuk di agenci


karna pengakuan Aekyo inilah, Yuhan bukan marah tapi ia malah jadi berpikir mungkin berita tersebar di masa lalu Yuhan dan Aekyo masing masing dari Hyohoon


ternyata Aekyo berpikiran hal yang sama dengan Yuhan dimana ia juga berpikiran jika Hyohoon lah orang dibalik semuanya


"Hyooo.." ucap keduanya bersamaan


seketika itu Tanwoo menengahi, menanyakan dari Yuhan kenapa menuduh arah pada Hyohoon


lalu kepada Aekyo juga kenapa bisa menuduh arah pada Hyohoon


"tapi kalau Hyo, dia tau dari mana masa lalu aku? bagaimana aku dan kamu dulu?" ucap Aekyo


"aku tidak pernah menceritakan apapun ya, tapi asal kalian tau, Hyo adalah orang yang bisa setara dengan profesor sekaligus mata mata, dia akan cari tau banyak hal" kata Yuhan


keduanya mengambil kesimpulan, Hyohoon datang menghancurkan Yuhan, tapi mereka tidak tau apa motif dari Hyohoon menyebarkan juga tentang Aekyo


"benar benar harus diberi pelajaran anak itu" gerutu Yuhan pelan


"jangan bikin keributan" kata Aekyo


"tidak bisa dibiarkan loh, dia kurang ajar, sudah kukasih pelajaran, malah seperti ini" kata Yuhan


"cuma masalahnya sampai terdengar diluar, kita yang jelek, kalau kita saja gak masalah, bagaimana dampaknya ke agenci juga?" sambar Tanwoo


Yuhan langsung berpikir ulang...


Tanwoo dan Aekyo benar, jika benar terjadi pertengkaran Yuhan dan Hyohoon, itu akan berdampak pada pekerjaan, pada agenci, dan pada circle teman bersama staff lainnya


"aku akan mengatur lain" kata Yuhan


"lebih baik lagi, aku tidak mau ada yang di rugikan" kata Aekyo


Aekyo akan pergi, tapi Yuhan memanggilnya..


"Aekyo.." panggil Yuhan


Aekyo mendengar Yuhan memanggil namanya pun langsung menoleh kearah Yuhan karna ia lama tidak mendengar Yuhan menyebutkan namanya


"maafkan aku" kata Yuhan menunduk


"kau salah apa?" tanya Aekyo


"banyak, aku terlalu sering menyakitimu, aku terlalu banyak membuatmu kecewa" kata Yuhan


"sekarang aku malah merasa aku yang membuatmu kecewa, aku mebuatmu tersakiti karna membantu Hyohoon"


"dia memang segitu beraninya, aku tau bagaimana Hyo"


"tapi aku tidak tau kalau sampai sejauh ini masalah nya"


"kurasa ini masih permulaan dari Hyo, aku yakin akan ada banyak rencana licik nya"


"aku akan membantumu menghadapi dia" kata Aekyo


"benar? kuharap kamu memihak padaku memang untuk saat ini"


"itu pasti"


Yuhan memeluk Aekyo, dibalas pelukan oleh Aekyo, melihat itu Tanwoo jadi ingin memeluk juga


"aku dong mau" kata Tanwoo


"noo!" jawab Yuhan dan Aekyo mendorong Tanwoo pelan


mereka membaik sejak hari itu, saling memaafkan yang banyak mereka lewati yang dimana keduanya sama sama saling menyakiti dan disakiti, mengecewakan juga di kecewakan


Yuhan kembali dengan kesibukannya, beberapa hari kedepan, saat ada di luar negri, untuk pekerjaan bangtan, selesai pemotretan, semuanya tepar, semua beristirahat termasuk Yuhan


Namjoon dapat telfon dari Boseo..


Namjoon tidak langsung mengangkatnya karna bingung, Yuhan ada didekat nya meskilun sedikit jauh, tapi itu malah membuat Yuhan merasa aneh


"siapa telfon? kenapa dibiarin berisik Namjoon?" tanya manager bangtan


"ehh keluarga hyung"


"boleh angkat saja, kita kan lagi break"


Yuhan mendekati Namjoon karna curiga jika yang menelfon Namjoon keluarganya bukan keluarga Namjoon


Yuhan menarik hape Namjoon dan benar, nama Boseo disana, Yuhan menarik Namjoon sedikit menjauh


"angkat" kata Yuhan


"tapi.."


"angkat Nam"


"iya"


Namjoon mengangkatnya dan menspeaker suaranya, Namjoon terus berdoa agar Boseo tidak mengatakan apapun membuat Yuhan jadi tau tentang secret antara Boseo dan Namjoon kemarin


"halo, Nam?" sapa Boseo


"i..iya, Bo?" jawab Namjoon


"dimana? gimana sama nuna, apa kabar?"


"baik kok, Yuhan kerja"


"ahh, aku.." ucap Boseo terpotong


"ini aku" kata Yuhan


"nuna?" ucap Boseo kaget


"aku peringatkan kamu Bo, jangan ganggu hubungan aku dengan Namjoon, aku tidak pernah kan ikut campur hubunganmu dengan Naryu?" ucap Yuhan


"nuna, tapi tolong, jangan begini, aku tidak tau apa apa loh, aku sayang padamu, aku tulus anggap kamu kakakku, aku berapa kali memohon, maafkan aku" kata Boseo


"lupakan aku, alu bukan kakakmu, aku bukan kakakmu yang dulu, karna aku dan kamu bukan siapa siapa lagi" kata Yuhan


Yuhan langsung menutup telfonnya, mengembalikan kepada Namjoon, lalu menatap tajam kearah Namjoon


"dia memang memintaku mengabarimu, tapi aku belum sempat kabari dia tentangmu" kata Namjoon


"lupakan sajalah" kata Yuhan


"Yuhan, tunggu, kamu marah?"


"tidak kok, kecewa saja, kan kubilang, jangan ada ditutupi, siapa lagi mencoba menghubungimu?"


"paman Juan, bibi Yangsi dan.."


"Boseo?"


"iya itu tadi jelas kan"


"lalu dan siapa tadi maksudnya?"


"paman Hajun dan bibi Munha"


Yuhan terdiam, ia sedikit shock tapi bagaimana lagi, Yuhan hampir saja menyerah, terserah mau bagaimana Namjoon, ia sudah tidak peduli Namjoon berhubungan dengan keluarganya


"Han?" panggil Namjoon


"terserah, aku capek mau bagaimana, kamu dan mereka tu sama" kata Yuhan


Yuhan keluar dan semua pekerjaan berjalan dengan baik, meskipun tengah ada masalah, Yuhan tetap profesionalitas


hari berlalu, baliknya bangtan ke negara mereka, Yuhan balik ke apartemennya lagi, ia sudah beberapa bulan tidak bisa balik ke rumahnya karna Namjoon mengintilinya


waktu berlalu..


ketika banyak kegiatan sampai harus menumpuk beberapa foto, Yuhan harus cepat mengurus untuk deadline update photoshoot bangtan


Yuhan bersama Tanwoo, Hyunsoon dan Jijun di ruangan editor membagi tugas agar cepat beres


Tanwoo sebagai pengedit foto atau video, Jijun membantu Tanwoo, Hyunsoon mengecekan ulang, sementara Yuhan bagian pengiriman video sebelum di edit oleh Tanwoo dan Jijun