You Should Be Me

You Should Be Me
167



memang dasar nya Yuhan penyuka pria yang jauh berusia diatasnya, apalagi Heechul terbilang antara delapan sampai sembilan tahun jarak usianya lebih tua Heechul


hingga suatu malam..


Heechul menelfon Yuhan, Yuhan kan setiap balik kerjaan ya pulang, entah ke apartemen Namjoon, ke apartemennya sendiri bahkan ke rumahnya, bergantian agar bisa bergantian juga membersihkannya dengan sama rata


sementara Namjoon wajib ada di dorm kecuali hari tertentu membolehkannya balik ke rumah orang tua nya atau mau ke apartemennya


balik lagi pada malam dimana Heechul menelfon Yuhan


"halo, oppa?" sapa Yuhan


"Yuhan? kamu lagi ngapain?"


"lagi mau tidur"


"yaah, udah mau tidur ya?"


"emm, tapi belum tidur kok"


"ya lah, kan ini telfonan sama aku, kalau tidur, siapa dong ini"


"haha iyaa, memangnya kenapa oppa tanya ini kan dah malam, dah jam tidur"


"gakpapa"


"ahh, mau ngajak jalan kan?" ucap Yuhan


"ahh, kok tau?" tanya Heechul


"yaa biasanya kan begitu, pasti ngajak jalan, kalau malam kemana? sudah malam ini"


"ya gak usah deh, kan mau tidur kamu"


"mau kok aku, mau mau"


"mau pergi?"


"iya mau"


"beneran?"


"iya kemana dulu"


"ada, ditempat dekat rumahku, ada taman kalau malam cantik banget sama bunga bunga lampu"


"oh? yaudah aku siap siap ya"


"okeeh, eh beneran kan?"


"iyaa, beneran, ini aku siap siap, ketemuannya di cafe biasa kita ketemu saja"


"ahh buka?"


"buka lah, itu cafe 24 jam kok"


"wooh, iya kah? baru tau"


"ada dibawa paling tengah dari tulisan menu diatas tempat pesan nya tulisannya"


"wooh, iya udah disana saja deh"


mereka sama sama bersiap siap, lalu berjalan kearah kamar Unji diluar dan mengetuknya


"Unji, dah tidur?" tanya Yuhan


"ya nona?" sapa Unji membukakan pintunya


"aku mau minta antar"


"kemana? malam gini?"


"iyaa, aku ada janjian sama orang, ketemuan di cafe, anterin ayo"


"iyaa okeh"


mereka pun pergi, sampai di cafe itu, Yuhan meminta agar Unji menunggunya dulu


Yuhan turun, menyapa Heechul yang sudah disana tengah makan


"hai" sapa Yuhan


"hai, sini, naik apa kesini?" tanya Heechul


"diantar sama temanku, yaa supirin saja sih"


"oh gitu, yaudah"


"kamu bawa mobil?"


"iya, oh iya udah biarin temanmu pergi balik saja, nanti kamu biar aku antar" kata Heechul


"oh gitu, ya sudah"


Yuhan pesan minum selagi Heechul makan disana sambil mengobrol kecil


"oh ya, gimana cafe ini buka kan?" tanya Yuhan


"eh iya beneran buka 24 jam ya" kata Heechul


"iya lah, aku lihat tulisan itu, kecil sih"


"iya, aku baru ngeh, harusnya sedikit kurang besar itu tulisannya biar jelas"


"haha bener juga"


setelah selesai, mereka membayar tagihan pesanan disana sekalian Yuhan memesan kopi putih


"eoni, sama pesan kopi putih satu" kata Yuhan


"siapa kopi putih?"


"buat temanku"


"oh iya, oh teman mu cowok seh ya"


"iya cowok"


setelah pesanan kopi putih datang, Yuhan dan Heechul keluar, sembari Yuhan membelikan kopi putih untuk Unji


Yuhan mengetuk kaca mobil bagian depan tapi di sebelah kanan, padahal Unji kan ada di balik setir sebelah kiri, karna di sebelah kiri ada mobil lain


Unji membuka kaca mobilnya, tapi ia langsung salah fokus pada pria yang tengah bersama Yuhan


Yuhan memberikan kopi putihnya dan menyuruh Unji balik saja


"ini minuman buatmu, aku belikan kopi putih biar dijalan tidak mengantuk" kata Yuhan


"oh makasih nona"


"sama kamu balik saja deh, lanjutkan tidurmu tadi ya"


"nona?"


"aku balik sama temanku nanti"


"oh baiklah"


Yuhan pun pergi berjalan bersama Heechul tapi sejak awal tadi, Unji terus gagal fokus karna melihat pria bersama Yuhan karna ia merasa asing


apalagi melihat mereka sangat dekat, saling tatap saat berjalan pergi itu terkesan lebih dari teman biasa tapi Unji tidak tau siapa pria itu


Unji jadi pergi, Yuhan sudah ke taman bersama Heechul, mereka jalan sekeliling taman itu


"bagus tidak menurutmu?" tanya Heechul


Yuhan bukan tipe gadis yang menyukai tempat tempat indah, apalagi hanya taman tapi menurut Yuhan cukup bagus, dan tidak mau mengecewakan usaha Heechul mengajaknya, Yuhan berbohong


"bagus, bagus banget kok" kata Yuhan


"suka?"


"suka, lumayan lah"


"ahh"


disini Heechul sebenarnya ingin mengatakan perasaannya tapi ia tidak enak, ia takut nya Yuhan menolaknya


Yuhan kedinginan, tapi ia malu mau meminta jaket milik Heechul tapi sampai jalan cukup lama, Heechul tidak juga peka memberikan jaketnya


"mau pulang apa lanjut?" tanya Heechul


Yuhan tidak menjawab, badannya terasa kaku, tidak kuat kedinginan, jadi tiba tiba ia terjatuh


"astaga Yuhan" ucap Heechul kaget


"aku kedinginan" kata Yuhan dengan lemas


"yaudah ayo aku anterin, arahkan aku dimana alamat tinggau ya" kata Heechul


tapi Yuhan terburu pingsan, jadi tidak sempat mengatakan dimana alamatnya, sementara Heechul belum tau dimana alamat Yuhan


Heechul bingung mau membawa Yuhan kemana tapi ia malu karna dilihati oleh beberapa orang disekitar sana karna Yuhan pingsan


"hyung, bawa pulang, kasihan" kata salah satu orang disana


"iya oppa, dia kedinginan, kamu gak pinjami jaket padanya" kata yang lain


Heechul cukup malu, karna ia dianggap tidak peka, meskipun ia memang tidak peka


jadi ia langsung memakaikan jaketnya lalu menggendong Yuhan dengan entengnya dan membawa nya ke mobilnya lalu membawa nya ke rumahnya karna tidak mungkin Heechul membawa ke dorm nya kan


setelah sampai, Heechul mengangkat Yuhan dan membawanya masuk lalu ditidurkan di sofa ruang tamunya


"weeeh, siapa kau bawa ini nak?" tanya ibu Heechul kaget


"ini teman ku ma, tapi dia pingsan kedinginan" kata Heechul


"astaga kasihan, kenapa ditidurkan disini? tidurkan didalam lah" kata ibunya


"kamar siapa ma? kamar ku masak?"


"ya kamar siapa lagi, kan temanmu"


"nak, bukan pacarmu kan ini?" tanya ayah Heechul


"bukan lah pa, pacarku bukan dia, dia temanku"


"apa dia pacar kedua ya?" tanya ayah Heechul


"papa apaan sih" bisik ibunya


"bukan paa, dia teman"


"bawa masuk kamarmu, ada ada saja papa bilang, sudah bawa masuk"


Heechul membawa Yuhan masuk ke kamarnya dan menidurkannya


melihat Yuhan tertidur, Heechul tersenyum dan tidak menyangka karna kamarnya baru pertama kali di tiduri seorang gadis


tiba tiba kakak perempuan Heechul baru datang, diberitahu oleh ibu Heechul jika Heechul membawa pulang gadis cantik sekali dan masih terlihat sangat muda


"siapa ma? pacarnya itu?" tanya kakaknya


"bukan, amma tau pacarnya kan dibawa kemari, bukan dia, beda, asing buat amma"


karna penasaran jadilah kakak perempuannya berjalan kearah kamar Heechul dam mengintipnya