You Should Be Me

You Should Be Me
249



malah disini Ryungbo mengatakan kalau kemarin malam Yuhan dicium sama pria


"tapi kemarin, waktu mau bobok sama bibi Yu, aku melihat ada pria gitu pa cium pipi bibi Yu" kata Ryungbo


"wooh iya kah? siapa?" tanya Boseo


"gak tau, paman temannya bibi mungkin"


"ahh paling Heechul oppa itu" jawab Naryu


"gimana nak ciri cirinya atau namanya?"


"gak tau deh pa, lupa"


"bagaimana bisa nuna ini berciuman depan anak bayi, asssh ada ada saja"


"ehh tunggu, tapi kan Heechul oppa ini bukannya pergi keluar kota ya? kan yang pamit gitu, mau ke jeju tiga hari" kata Naryu


"eh iya juga, emm nak, kamu tau gak siapa? apa paman Heechul?" tanya Boseo


"bukaaan, aku tau paman Heechul" jawab Ryungbo


seketika itu keduanya kaget


"loh bukan? diapa terus ya?" tanya Boseo


"gak tau pa, aku lupa, aku mengantuk itu jadi gak ingat orangnya"


"siapa eh, masak Unji? kaga mungkin lah" kata Naryu


"paman Unji bukan?" tanya Boseo


"bukan pa, paman Unji kan yang sering menggendongku, dia baik"


tapi karna memang Ryungbo masih tidak bisa menjelaskan jadilah mereka berdua terdiam dalam rasa penasaran karna mau memaksa Ryungbo pun percuma, anak mereka benar benar belum tau apapun hanya saja melihat sekilas, jelas lupa lah


Boseo dan Naryu menganggap pria itu adalah Heechul, karna kan Yuhan bukan tipe yang mudah berselingkuh


hari terakhir dari week end sebelum besoknya kembali sibuk dengan pekerjaan dikantor lagi


Yuhan banyak sekali acara hari ini, ia pergi dulu ke Bonaseo dan memastikan beberapa barang dan kebutuhan untuk nanti pertemuan karna ia penanggug jawabnya


"hai eoni, sendirian saja?" sapa Naryu


"iya, gimana Bonaseo? apa yang aku butuhin nanti?"


"gampang, nanti biar Boseo melengkapi, hitungan akhir saja lah"


"oh gitu ya? okeh deh, siap, eh kemana Ryung?"


"ada didalam sama bapaknya"


"oh yasudah biarin, aku juga mau langsung ini, masih banyak kali yang kukerjakan"


"okeh siap, hati hati eoni"


"okeh"


"kamu bawa mobil atau motor?"


"mobil, biar gak panas"


"oh iya"


"bye"


Yuhan pergi lagi ke apartemennya, ia membersihkan semua apa yang ada di apartemen itu, ia jarang sudah ke apartemen itu


sesampainya..


ia membersihkan semua nya, mencuci semua baju, membereskan semua ruangan, ia merasa aneh, kenapa sepertinya ruangan apartemennya seperti bau yang ia kenali


mencium lagi dan mencari sumber baunya tapi tidak ada seluruh isi dalam apartemen, tapi seperti melekat baunya


"apa ya.. bau nya enak tapi apa, parfum sih, cuma parfum siapa aku sepertinya mengingat" gerutu Yuhan


Yuhan tidak mau ambil pusing, ia pun memikirkan bagaimana jika ia mau dijual saja apartemennya ini, tapi dia tidak rela juga mengingat apartemennya strategis dan bagus dari view balkon ke alam, dan juga disana sangat aman ketika mau beristirahat penjagaan nya ketat


Yuhan pun memutuskan pergi lagi karna tidak banyak waktu


saat keluar, satpam jaga melihati Yuhan, ia seperti bingung kenapa bisa papasan? padahal Namjoon baru saja datang dan Yuhan baru saja pergi


yap, Namjoon datang memang sejak malam kemarin, tidur di apartemen Yuhan, untuk ia menghilangkan rasa rindunya kepada Yuhan tapi pagi tadi ia keluar dan baru kembali lagi melihat sudah ada Yuhan


makanya Namjoon diam tidak masuk apartemen itu menunggu Yuhan pergi


ketika Yuhan pergi dan Namjoon masuk lagi, semua yang di apartemen itu sudah rapi, bersih dan wangi


tidak tega kalau mau merusaknya lagi, Namjoon memutuskan pergi lagi saja, lain kali datang lagi tentunya


bicara Namjoon, sebelum hari dimana ia memutuskan datang, ketika baru dari luar negri bersama bangtan


orangtua nya menginterogasinya


"Namjoon, kenapa kamu tidak bilang sama kami kalau sudah tidak berpacaran dengan Yuhan?" tanya ibunya


"amma tau dari siapa?"


"dari Yuhan, kemarin appa dan amma pergi membeli baju buat acara kantor appa mu, eh ketemu" kata ibunya


"kenapa gak bilang kalau putus putus saja, kami malu loh kemarin itu kejadiannya" kata ayahnya


"kenapa?"


"iya lah, mana amma menyapa nya dengan santainya, bahkan appa mengatakan kapan menikah dengan mu, eh tau nya kalian putus" kata ibunya


"oh, terus?"


"eh tau nya pacarnya yang baru ada disamping"


"oh Yuhan sama pacar barunya pas ketemu kalian gitu?"


"iya, kamu ini gak bilang, malah bilang masih kan, ya kami pikir pria itu temannya" kata ibunya


Namjoon menjelaskan semuanya bagaimana ia dan Yuhan berakhir, mendengar itu mereka kaget karna hanya hal sepeleh ternyata


"karna begitu saja kamu lepaskan Yuhan? astaga Namjoon?" gerutu ibunya


"ya gimana dong, bingung aku disuruh pilihnya"


"ya kan bisa memilih bangtan tapi tetap mempertahankan Yuhan, diam diam pun tak masalah" kata ayahnya


"susah pa"


"susah apa, lihatlah dirimu, kehilangan gadis yang mencintaimu tulus kan? kamu itu nanti akan hidup dengan perempuan yang menerima kamu, bukan dengan bangtan" kata ibunya


"nah, bangtan kan hanya kontrak, beberapa tahun lagi berakhir, dengan Yuhan? dia akan selamanya menerima dan menemani kamu" kata ayahnya


"nanti Namjoon pikirkan lagi kok soal ini"


beberapa bulan berikutnya, tidak ada kabar sama sekali terkait Yuhan, sama sekali, baik kabar langsung atau di media


Namjoon merasa rindu, apalagi ia tidak ada nomor hape baru Yuhan, karna ia tau Yuhan akan ganti nomor ketika mengakhiri hubungan lamanya


ia juga tidak tau kemana menemui Yuhan, dimana alamat rumahnya dan alamat kantor baru Yuhan bekerja hanya ada apartemen Yuhan yang masih ia simpan kartu akses masuk dan kunci pintunya


Namjoon kini mulai dekat lagi dengan seorang gadis, bernama Min Si


seorang gadis yang terkenal ektrovert sama dengan Yuhan, mereka belum berpacaran tapi masih dekat saja


Minsi sendiri adalah seorang seniman ukir, ia seorang gadis yang memiliki prestasi besar dalam seni ukir, seni gambar, seni lukis, dan lain lain


kedekatan mereka tidak terlalu berkesan, bahkan biasa saja, karna tidak sengaja pertemuan mereka ketika Namjoon datang ke toko lukis milik Minsi di myeongdong


balik lagi cerita dari kehidupan sisi Namjoon dimulai ketika pertemuan kembali Yuhan dengan Namjoon di Myeongdong waktu itu


dimana Namjoon duduk di bangku pinggiram toko di myeongdong dan terdiam disana memikirkan tatapan mata Yuhan


"oh God, aku sudah lama tidak melihat tatapan itu" ucap Namjoon


Namjoon mulai mengalihkan semua nya dan ia lanjut mencari keberadaan bangtan dan beberapa staff nya