
Yuhan pergi keruangannya untuk pekerjaannya, lalu siapa Woohae?
Woo Hae bukan staff biasa, ia adalah satpam utama sekaligus pengawas satpam dan pengawas lobi utama kantor Yuhan
Woohae sebelumnya sudah bekerja dengan Yangsi, dan berhenti karna beberapa masalah dengan keluarganya lalu meminta kerjaan lagi pada Yangsi tapi karna Yangsi sudah cukup pekerja jadi ia mengirimkan saja untuk kantor Yuhan
Woohae berusia lima tahun diatas Hongjuan dan Yangsi, jadi bisa dikatakan sosoknya sangat lembut dan baik seperti seorang ayah
tak lama Woohae menunggu, seseorang pria datang..
"ada yang mau dibantu?" sapa Woohae
"ahh pak, ini alamat nya betul, apa ini perusahaan atas nama nona Yuhan?"
Yuhan menerapkan staff memanggil nama "nona" karna lebih feksibel dan enak didengar
nona ya, pakai o
bukan nuna, pakai u
karna akan beda artinya lagi
makanya setiap pelamar apalagi dapat informasi pekerjaan dari orang dalam perusahaan pasti akan menyebut nama Yuhan dengan sebutan nuna meskipun pelamar belum tau bagaimana sosok Yuhan
lanjut..
"iya, ada perlu apa?" tanya Woohae
"ahh saya Unji, pelamar hari ini dan dapat informasi lowongan pekerjaan dari pak Bo"
pak Bo adalah nama untuk Boseo di kantor Yuhan, semua staff terbiasa menyebutkannya itu
"oh okeh, mari saya antarkan keruangan, tadi nona sudah mengatakan pada saya agar mengantarkanmu"
"terimakasih pak"
saat masuk dan berjalan menuju ruangan Yuhan, pelamar itu sudah bisa memastikan jika pemilik perusahaan adalah penyuka warna ungu muda dan pink muda karna diseluruh sisi tembok, ruangan, dan semua perabotan dalam kantor dominan berwarna ungu muda, pink muda dan putih
yaa itu memang warna kesukaan Yuhan, bahkan warna mobil milik Yuhan pun berwarna sama
setelah sampai..
"pak Woohe" sapa salah satu staff
"ya?"
"pak, tolong ini bantu saya untuk mengurus toilet, saya butuh bantuan"
"oh boleh, ahh pak, kamu bisa langsung saja ya masuk kepintu itu, pintu berwarna putih susu" kata Woohae
"siap pak terimakasih"
"ketuk saja, lalu buka, tidak perlu menunggu jawaban atau menunggu dibukakan pintu ya"
"siap pak"
memberitahu cara masuk dan menemui Yuhan, karna Yuhan berbeda dari bos diluar, jadi jika akan menemui Yuhan diruangannya hanya perlu mengetuk baru membuka pintunya tanpa menunggu jawaban atau membukakan pintu
karna Yuhan tidak akan perna mau membukakan pintu dan sekedar menjawab pun tidak mau, jadi ada yang mengetuknya ya ia biarkan mengetuk terus
Woohae bertugas hanya membantu mengantarkan saja seperti permintaan Yuhan, lalu Unji mengetuk pintu itu dan masuk
"permisi" sapa Unji
"ahh? yaa, silahkan" jawab Yuhan
tapi karna dasarnya memang tidak pernah tau siapa dan bagaimana Yuhan, jadi Unji pikir didepannya bukanlah Yuhan, karna melihat dari gayanya bukan seperti pemilik perusahaan lebih kepada anak dari pemiliknya
"permisi adek, saya mau tanya ini benar kah ruangan nona Yuhan? saya Unji, pelamar baru" kata Unji
"wooh, kamu memanggilku siapa barusaja? adik? aku Yuhan"
"ahh adek, kakak tidak bercanda dulu ya, mau ketemu sama nona Yuhan dulu, nanti deh kenalan sama kakak dan bermain, gimana?"
"ahh kau ya.." kata Yuhan
beruntunglah, Woohae datang..
"ahh nona Yuhan, maafkan saya, tadi saya tinggal dia buat bantu staff cleaning di toilet ada yang butuh bantuan" kata Woohae
"wooh, nona?" tanya Unji kaget
"ahh iya, dia nona Yuhan, pemilik utama perusahaan ini, maaf saya belum sempat membahas soal nona Yuhan tapi saya balik kesini karna kuatir" jawab Woohae pada Unji
"ahh astaga maafkan saya nona" kata Unji
"ahh beruntungnya kau memanggilku adek, gak papa lah, yang penting dianggap masih muda dari usiaku, kalau sampai memanggilku diatas usiaku, aku marah" jawab Yuhan
"maaf kan nona" kata Woohae
Woohae pergi, Unji duduk dan memberikan berkasnya, ia hanya berpikir dalam hatinya
"kalau bekerja dengan bos seperti ini, aku sangat betah, ahh bodoh nya aku kenapa mempermalukan diriku tadi" gerutunya dalam hati
Yuhan mulai membaca bio tentang Unji, lalu siapa Unji? calon staff baru, pelamar hari itu, orang yang dibawa oleh Boseo, entah apa cerita Boseo dengan Unji saling kenal tapi yang pasti Boseo mengatakan bahwa Unji tidak akan mengecewakan
Unji atau memiliki nama asli Dong Eon Ji, pria kelahiran 1992 itu sebenarnya sudah berusia dua tahun dibawah Yuhan
"kamu kelahiran 1992" tanya Yuhan
"yaa nona"
"ohh okey, siapa yang membawa mu kesini?" tanya Yuhan lagi
"Boseo"
"apa Boseo menjelaskan soal dirinya di perusahaan ini?"
"yaa, ini milik kakak perempuannya"
"kamu dengan Boseo memiliki jarak usia berapa?"
"lebih tua saya dua tahun"
"ahh okeh, lalu tebak berapa tahun kelahiran saya?"
"ahh nona, maafkan aku"
"oh tidak, bukan soal tadi kok, tadi saya lupakan, saya hanya mau kamu tebak saja"
"ahh serius nona?"
"iya, tebak saja kan saya bilang?"
"emm.."
"berapa tahun lahir saya?"
"emm 1990?"
"hemm" jawab Yuhan meringis
"ahh nona, maafkan saya nona, sungguh maafkan"
"kamu tau usia saya sejak awal bukan?"
Unji menjelaskan ia memang tau nama Yuhan, tau Yuhan kakak perempuan Boseo, dan tau usia Yuhan empat tahun diatas Boseo
tapi masalahnya Unji tidak tau jika gadis didepannya itulah Yuhan
"oh okeh saya paham, jadi sekarang paham kan? saya kelahiran 1990, masih dua tahun diatasmu, kurasa kau perlu memanggilku lebih baik lagi" kata Yuhan
"siap nona maafkan saya"
"okeh saya terima, bisa mulai kerja bahas sama Bo"
Yuhan menyelesaikan hari itu, ia mengantarkan Unji keruangan Boseo lalu pamitan pergi juga pada Boseo
waktu berlalu..
sebulan sudah tidak bersama, Yuhan dan Changsuk sama sama sibuk masing masing
itu membuat Suju, salah satu idol yang cukup mengikuti kisah cinta Changsuk jadi bertanya tanya
"hai pak ceo" sapa Leetuk
"hai Leetuk? kalian tidak ada jadwal?"
"baru selesai, nanti ada lagi malam, ini balik ke dorm"
"ahh"
"oh, aku tidak pernah melihat nuna pacarmu, kalian sudah.."
saat Leetuk akan melanjutkan obrolan itu, Heechul langsung menginjak kaki nya bermaksud memberi kode agar tidak membahas hal sensitif
"ahh Yuhan? dia sedang sibuk dengan kantor nya, dia punya usaha sendiri jadi sibuk sendiri lah" jawab Changsuk
"ooh ya? ceo juga kah?" tanya Yesung
"iya dia adalah ceo tapi di produksi berbeda dari saya"
"ahh, baiklah pak, kami hanya iseng tanya, maafkan kami pak" kata Heechul
Suju debat disana, sebagian mengatakan pertanyaan itu konyol, dan sebagian tidak mempermasalahkan karna penasaran juga kalau tidak pernah lagi bersama ya putus lah
tapi ternyata tidak..