
Namjoon membiarkan Yuhan masih tidur dalam pelukannya di posisi itu agar Yuhan tetap merasa nyaman
"masalah ini justru membuat aku bahkan tidak pernah berpikiran akan meninggalkan mu sedikit pun" ucap Namjoon dalam hatinya
yaa.. keyakinan Namjoon mantap dihatinya masih ada untuk Yuhan, ia yakin kepada perasaannya itu
tak sama dengan kebanyakan pria lain bahkan hampir seluruhnya jika pada posisi Namjoon terkadang berpikir ulang untuk melanjutkan
tapi Namjoon masih kuat berdiri dengan banyaknya masalah dihadapi Yuhan
hingga malamnya, sekitar jam 11 malam, Yuhan kaget dan terbangun, ia pikir sudah siang tapi ternyata masih malam
Yuhan melihat Namjoon tidur, ia tersenyum dan menatapi wajah Namjoon
ia tidak tau lagi rasa bahagia yang bagaimana ia ingin ungkapkan memiliki sosok yang kuat bertahan untuknya
bahkan pria yang ia pikir tidak akan bisa membuatnya bahagia,
pria yang dianggapnya tidak akan mampu membuatnya menjadi sangat istimewa,
dan pria yang sama sekali bukan masuk tipe ideal seorang Yuhan,
tapi dialah yang paling bisa mengerti Yuhan
"makasih yaa.. sudah membuatku merasa memiliki setidaknya satu orang didunia yang sangat peduli" ucap Yuhan mencium kening Namjoon
mungkin Namjoon bukan pria pertama dalam hidupnya tapi Namjoon lah pria pertama yang membuat Yuhan jatuh cinta begitu tulus dan aman menjadi satu kesatuan
kali ini apa dirasakan oleh Yuhan adalah benar benar cinta sebenarnya.
Yuhan memindahkan Namjoon dari sofa ke kamar tanpa bantuan siapapun bahkan Yuhan kuat mengangkat tubuh besar Namjoon dipundaknya untuk ia pindahkan
Yuhan lanjutkan menonton televisi dan melihat siaran yang menayangkan hewan hewan buas, tumbuhan tumbuhan, kehidupan liar flora dan fauna
itu membuatnya lebih lega dari pikiran bertumpuknya bahkan hingga tertidur didepan televisi sambil televisi menyala
meninggalkan Yuhan bersama Namjoon sudah aman karna sudah sama sama tertidur, bagaimana kedua orang tua angkat dan orang tua kandung Yuhan?
setelah Yuhan pergi hari itu dari rumah Yangsi, tadinya mau dikejar oleh Yangsi tapi Hongjuan melarangnya
"pap, sana loh kejar dia itu" kata Yangsi pada Hongjuan
"biarin lah dia pergi" jawab Hongjuan
"kok biarin? gimana sih? aku saja yang mengejar"
"eh jangan, ngapain, udah gak perlu"
"kamu ini gak kuatir sama dia?"
"kuatir iya, tapi biarlah, ini memang harusnya dia tau, lagian kamu gak bilang sejak awal dengan baik baik kan" kata Hongjuan
"jadi kalian gak bilang sama Yuhan soal siapa dia?" tanya Munha
"ya ngapain, dia anak saya, buat apa saya bilang dia ternyata bukan anak saya, jelas jelas saya yang mengurusnya" jawab Yangsi dengan nada cepat
"loh, tapi kan harusnya kalian jelaskan lah, dari kemarin gitu sudah dijelaskan gitu, jadi bisa menerima kami kan saat ini" kata Munha
"ya gak perlu, kalian saja tanpa kabar, tidak ada kabar sama sekali, sejak Yuhan ulang tahun pertamanya saja kalian tidak sekalipun datang" kata Yangsi
"tapi aku masih sering mengirim kan uang kan buat kehidupan Yuhan" jawab Yangsi
"tapi lihatlah, apa kau tidak dengar bahkan Yuhan tidak peduli"
"mam, udah lah jangan gitu" kata Hongjuan
"biarkan saja, biar mereka tau, bagaimana susah nya kita tiba tiba datang seenaknya, perginya kemarin juga seenaknya" kata Yangsi
"aku berapa kali, berkali kali, minta maaf kepada kalian, sungguh, aku datang bukan untuk menyusahkan kalian" jawab Munha
"kupikir kamu tidak menyusahkan kami tapi menyusahkan Yuhan nantinya" kata Hongjuan
"gak Juan, percaya kepadaku, aku dan Hajun akan tetap membantu ekonomi kalian kok" ucap Munha
"oh tidak perlu, aku sudah mampu sendiri" kata Yangsi
bahkan Yangsi menjelaskan jika Yuhan tetap mendapatkan bulanan dan biaya semua ditanggung Hongjuan dan Yangsi sendiri
"jadi aku berhak dong atas Yuhan?" tanya Yangsi
"dan coba diingat, kalian bisa lihat Yuhan seperti apa sekarang?" ucap Hongjuan
Hongjuan juga menjelaskan seperti apa ia mendidik Yuhan, bahkan Hongjuan membuktikan bahwa ia tidak pernah menyakiti Yuhan makanya Yuhan masih bertumbuh dewasa dan berkembang seperti Yuhan sekarang
"dan itu bukan hasil turun tangan kalian, tapi kami" kata Yangsi
"kalian lebih baik, intropeksi kesalahan kalian apa dulu, biarkan semua tenang disini, kami tidak mengusir kok, hanya berharap tenang dulu sementara ini" kata Hongjuan
"oh, sama satu lagi, tidak usah memikirkan bagaimana membantu ekonomi kami, karna kami lebih mampu"
jadi tidak perlu kuatir jika Munha berpikir untuk membantu karna Yangsi dan Hongjuan mampu
ditengah gaduh ributnya Yangsi dan Munha yang sama sama aduh mulut soal Yuhan tapi ditengahi oleh Hongjuan lalu kemana Hajun tidak bersuara sejak tadi?
yap Hajun disana diam, karna ia masih memikirkan sebuah hal yang tidak disadari oleh ketiga orang lainnya disana
yaitu soal Yuhan datang dan pergi bersama seorang pria
"Juan, Yangsi.. pria bersama Yuhan tadi siapa?" tanya Hajun
Yangsi dan Hongjuan saling bertatapan
"dia bukan anak kalian yang satunya kan, karna aku tau anak kalian laki laki itu" kata Hajun
"siapa?" tanya Munha pada Hajun
"yang tadi duduk di samping ku, dia duduk disini" jawab Hajun sambil menunjuk tempat barusaja diduduki Namjoon
"pria itu pacar Yuhan" kata Hongjuan
"pacar Yuhan? sejak kapan?" tanya Hajun
"sejak.." jawab Hongjuan melirik Yangsi
"cukup lama sih" jawab Hongjuan melanjutkan ucapannya
"kenapa tidak memberitahu kami?" tanya Hajun
"untuk apa? kalian saja baru datang kan, setelah 25 tahun lebih Yuhan hidup" kata Hongjuan
"pertemukan aku dengan dia Juan.." kata Hajun
"untuk apa kamu ikut campur urusan Yuhan? Yuhan sudah dewasa Hajun, biarkan dia memilih jalannya mau bagaimana" kata Hongjuan
"aku hanya ingin kenal dengan pacarnya"
"lalu membantumu menghasut Yuhan begitu?"
"tidak lah, pikiranmu kenapa begitu, aku hanya ingin kenal sama pria itu, karna Yuhan membawanya kesini berarti sudah mengenalkannya kepada kalian kan"
"memang sudah Yuhan kenalkan kepada kami" jawab Hongjuan
"kenalkan aku kepada nya juga" kata Hajun
"aku saja baru kenal, Yuhan mrngenalkan sekitar beberapa bulan lalu"
"itu sudah lama"
"kalau mau berkenalan, kenalan saja langsung, jangan lewat aku atau Yangsi, kami tidak berhak atas itu"
"ya bantu bicara kepada Yuhan"
"bicaralah sendiri, kamu lihat kan tadi bagaimana Yuhan juga memutuskan meninggalkanku dengan Yangsi?"
"apa kalian membolehkan aku jika mendekati Yuhan?"
"hak mu, tapi jangan lagi libatkan aku, aku dan Yangsi mengurusi urusanku sendiri kepada Yuhan, urusanmu dan Munha terserah bagaimana kamu mengurusnya" jawab Hongjuan dengan yakin