
"sore paman? saya Namjoon, temannya Jijun, mau bertemu Jijun, ada?" sapa Namjoon
"oh ada, baru dia beristirahat tapi tidak apa, biar saya panggilkan, masuklah"
tak lama Jijun menghampiri Namjoon dan mengobrol disana, Namjoon menanyakan apa alasan Jijun berhenti
Jijun menjelaskan alasannya karna ia tidak enak lanjutkan pekerjaan disana padahal sudah tiga bulan non aktif, meskipun karna kecelakaan tapi ia tetap sudah banyakkan pertimbangan soal ini
Namjoon menyayangkan keputusan itu tapi ia tidak berhak melarang keputusan Jijun
mereka pun sharing, Namjoon sharing apa saja selama dilakukannya bersama bangtan selama Jijun sakit, siapa yang mengantarkan kemana mana dirinya ketika Jijun tidak ada
karna seperti yang sudah tau, Hyunsoon sebagai staff utama bangtan khusus member Namjoon sudah berhenti bekerja dan penggantinya adalah Jijun, tapi Jijun juga kecelakaan dan tidak bisa masuk bekerja
banyak hal Namjoon jelaskan yaa sekalian untuk merayu Jijun agar bisa kembali lagi bekerja tapi tidak membuahkan hasil
giliran Jijun yang sharing masalah nya selama sakit kepada Namjoon, banyak hal yang menghantui pikirannya saat ini
"bahkan sampai sekarang aku masih kepikiran, bagaimana jika sampai Yuhan tau tentang sepeda itu, kenapa dia tidak datang menjengukku? tidak mungkin kalau dia tidak tau masalah ini" kata Jijun
"kamu masih kepikiran soal itu? kurasa kalau soal sepeda, Yuhan tidak akan mempermasalahkan kok, kamu kalau berhenti kan juga gak bisa menyicil mau ganti motornya?" ucap Namjoon
"ya sih.. tapi tidak dulu lah hyung, masih tidak kepikiran apapun aku"
"memangnya apa masalah selain itu membuat kamu buyar fokus? masak perkara sepeda?" tanya Namjoon
"yaa, tapi salah satu aku masih belum fokus bekerja meskipun sudah pulih karna memikirkan ini memang"
"kok lucu kamu ini"
"ya kan gini deh, percuma kan mau bekerja tapi fokus tidak teratur malah ke hal hal lain?"
"iya sih, terus gimana? apa kamu sudah bertemu Yuhan?" tanya Namjoon
"belum lah hyung, tidak ada kabar dia kudapat"
"emm"
"atau hyung tau ya kabarnya, tinggal dimana atau apa gitu kabarnya"
"aku pula kau tanyakan, tidak ada lah aku tau dimana dia tinggal, beberapa kali bertemu tapi kan tidak mungkin aku menyapanya lalu tanya tanya gitu"
"oh ya juga sih, terakhir ketemu sama dia dimana hyung?" tanya Jijun
"sama Yuhan?" tanya balik Namjoon
"iya"
"dimana yaa?"
"masak lupa?"
"di gedung acara award lah" jawab Namjoon pelan
"ahh, iya okeh, pas itu, aku paham" jawab Jijun
Jijun tidak melanjutkan pertanyataannya karna ia tau ketika saat itu bagaimana perasaan Namjoon bertemu dengan Yuhan bersama anak dan pacarnya
"memangnya benar ya itu anak Yuhan?" tanya Jijun
"tidak tau lagi" kata Namjoon
"loh, terus kenapa ada yang yakin kalau itu anak Yuhan, dari mana beritanya?" tanya Jijun
Namjoon menjelaskan jika ia sempat mengikuti Yuhan dan Heechul di gedung acara itu
menurut yang dilihat oleh Namjoon ya memang terkesan itu anak Yuhan dan Heechul karna semua staff dan member sangat welcome dengan kehadiran anak tersebut
Jijun jadi merasa bersalah dengan pembahasan itu, pasti itu sangat membuka luka dari Namjoon sendiri
"hyung.. maafkan aku ya, bukan bermaksud membahasmu" kata Jijun
"ahh santai lah"
tapi ternyata mendengar percakapan itu, Sangja dan kedua anaknya yang mendengarkan jadi mendengar nama Yuhan membuat Sangja baru ingat nama anak Munha yang ia buru itu Yuhan
"appa ngapain disini pa?" tanya Yungju
"oh ini appa lihat teman Jijun, appa penasaran menguping pembicaraan apa, kok terlihat penting"
"siapa sih?"
"itu loh, siapa tu gak tau, sepertinya bukan orang biasa appa lihat"
"gak tau, tapi iya dia deh, memangnya apa yang appa dengarkan?" tanya Yungju
"appa merasa aneh dengan pembahasan mereka soal gadis disitu"
"siapa pa?"
"Yuhan?" tanya Sangja pada kedua anaknya
"ahh Yuhan itu sahabatnya Jijun, dekat kok sama Jijun dia" kata Yungju
"iyaa aku tau juga, dan aku baru baru tau sih pa, kalau pria bersama Jijun itu adalah mantan pacar Yuhan, bahkan sampai tunangan loh mereka" jelas Jungji
"serius kamu bicara ini?" tanya Sangja
"lah iya lah pa" jawab Jungji
"memangnya kalian sudah pernah tau bagaimana Yuhan? ciri cirinya bagaimana?"
"pernah lah, sering bertemu, dia kan sahabat Jijun" jawab Jungji
"iya ciri cirinya bagaimana?" tanya Sangja
kedua anaknya menjelaskan ciri ciri Yuhan, dimana sama dengan yang ia lihat ketika Jijun dirumah sakit
Sangja langsung mengingat yang sempat ia lupakan ciri ciri dari Yuhan yang hampir ia temukan
"ohhh, dia, dia pernah datang ke rumah sakit ketika Jijun dirawat" jelas Sangja
"iya kah pa? lalu appa ajak mengobrol?"
"ya gak sampek, appa datang dia sudah pergi"
Sangja menjelaskan ia ingat betul, mereka berpapasan saat itu dengan ciri ciri yang sama dengan yang disebut kedua anaknya
"tapi appa tanya sama bangtan yang bantu jaga pas itu, kata pria itu, yang duduk sama Jijun sekarang memang Yuhan" jelas Sangja
"iya kah? waah, appa gak kejar buat cari dia?" tanya Jungji
"kejar, tapi sudah jauh, tidak appa temukan"
"kenapa appa baru bilang? soal ini, aku Yuhan tau sekali" kata Jungji
"jadi maksud appa, apa hubungannya Yuhan dengan amma?" tanya Yungju curiga
"ya itu anak Munha dengan pria selingkuhannya" jawab Sangja
"serius?" tanya keduanya kaget
tapi ternyata mendengar percakapan itu, Sangja dan kedua anaknya yang mendengarkan jadi tau nama Yuhan
tak lama Namjoon pun berpamitan..
"aku pamit dulu deh, lain kali bisa lewat pesan saja kalau mau urusan denganku ya"
"siap hyung"
"kamu masih ada kan nomorku?"
"ada, ada hyung"
"eh dari tadi aku mendengar kamu memanggil nama ku sebutan hyung, kamu kan lebih tua dariku" kata Namjoon
"ya sih, tapi gak enak saja"
"apa nya gak enak? aku lebih mudah darimu, kamu usianya sama dengan Yuhan kan, Yuhan lebih tua dari ku"
"iya sih"
"kamu juga sudah tidak bekerja di agenciku, panggil nama saja"
"waaah ya jangan lah"
Namjoon keburu pergi karna taksinya sudah datang, baru juga Jijun masuk, Sangja sudah menginterogasi nya
"kamu kenal sama Yuhan kenapa tidak bilang sejak awal kepada paman?" tanya Sangja
"loh, ya gak ada hubungannya kan paman, tapi Ju hyung dan Ji hyung tau kok soal Yuhan" jelas Jijun
"tapi paman baru tau semua hari ini, mendengar percakapan kamu dengan pria tadi"
"memangnya kenapa sama Yuhan? paman kenal sama dia?" tanya Jijun