
"iya bener juga sih" jawab Jijun yang memeriksa identitas Yuhan
"bener ini ya?" tanya Kwan pelan
"iya, saya sudah melihat tadi berkasnya
"apa ada yang salah? atau memang masuk kesini seketat itu sampai sampai setiap orang ku sapa meminta identitas?" tanya Yuhan
"ahh, tidak, kalau saya boleh jujur saja sama kamu, saya tidak bisa berhenti berpikir bagaimana kamu memiliki wajah seperti anak sekolah dasar padahal usiamu sudah masuk tua"
"ahh, karna itu, aku jadi malu, apakah itu pujian? atau jangan jangan sebuah hinaan?"
"pujian dong, eh ya salam kenal, saya Kwan"
"Yuhan"
"salam kenal juga, saya Jijun"
"yaa salam kenal yaa"
"ehh kita hanya beda lima tahun, aku 1985, tidak begitu tua kan darimu" jawab Kwan
"ahh baiklah"
"panggil oppa, tidak masalah"
"hahah bisa saja, siap deh"
hari ini hari pertama kali kerja, Yuhan melihat seluruh pekerjaan disana, sesuai perjanjian, ia masuk staff sebagai staff bangtan tapi pada bagian apa belum tau
mengingat Yuhan masuk agenci itu bukan berdasarkan lowongan yang ada tapi karna sebuah hal penting menjalan kan sebuah misi
dihari ketiga, akhirnya Yuhan diputuskan bekerja sebagai fotografer bangtan, karna staff utama di agenci itu termasuk ceo sendiri sudah memastikan Yuhan pantas pada posisi itu
mengingat Yuhan juga kelulusan dari multimedia jadi akan paham dalam pemotretan
berjalannya waktu, Yuhan sudah seminggu bekerja, tapi selama itu pun belum bertemu bangtan sama sekali karna bangtan dengan bersamaan berada di pulau jeju untuk fanmeet bersama fans mereka yang ada di daerah sana
setelah seminggu kemudian barulah bertemu..
"nah, itu bangtan" ucap Kwan
"hyuung, ahh Yuhan?" sapa Namjoon
"hai Namjoon, hai semua" sapa Yuhan menyapa bangtan
"hai nunaaa" sapa Seokjin
"haai Jin" sapa Yuhan tersenyum lebar
disini momen dimana Kwan baru melihat seorang Seokjin memanggil sebutan nuna pada seorang Yuhan yang bahkan jika dilihat sekilas, orang tidak tau kelahiran mereka berdua akan mengira jika Seokjin lebih tua dari Yuhan
seorang Seokjin saja memanggil Yuhan sebutan nuna, tentunya member lain pun sama memanggilnya nuna tapi tidak dengan Namjoon dan Hyunsoon karna keduanya sudah terbiasa memanggil nama
"oh jadi kerja apa dia?" tanya Seokjin
"ini semingguan ini sudah penentuan juga sama ceo dan beberapa staff, dia sebagai fotografer kalian" kata Kwan
"fotografer? apa sudah lihat hasil jepretannya? itu penting sekali, kalau hasilnya buruk apa tetap dibagian itu hyung?" bisik Namjoon
"ahh hasilnya sangat bagus, Yuhan pas sekali pada pekerjaan ini"
Namjoon kuatir malah pekerjaan dikerjakan Yuhan jadi keteteran tapi semua meyakinkan nya jika Yuhan memang bisa posisi itu
Kwan memberitahu semua hasil photo diambil oleh tangan Yuhan, benar benar semua estetik..
Yuhan tidak begitu suka memotret tapi memang dasarnya Yuhan bakat dalam pemotretan
sejak hari itu ditentukannya pekerjaan Yuhan bahwa ia adalah photografer bangtan (photografer bukan kameramen)
jadi photografer memang sama dengan kameramen karna pekerjaannya membawa kamera
tapi dalam sistem pekerjaan utama nya berbeda, kameramen khusus untuk mengabadikan melalui video sedangkan photografer hanya sebagai pemotret saja
Yuhan resmi bekerja sebagai staff pemotretan untuk bangtan dan dibutuhkan setiap bangtan akan photoshot
hari berlalu..
seminggu bekerja, seminggu itu pula Yuhan ikut kemana bangtan pergi
ketika dihari Yuhan akan pergi bekerja, pagi sekali adiknya datang kerumah barunya
sebenarnya Yangsi, Hongjuan dan Boseo sudah datang dan room tour rumah baru Yuhan, tapi Boseo datang lagi, memang begitu lah kedekatan mereka
"Boseo?" sapa Yuhan
"kau akan pergi nuna?"
"iya kan aku kerja lagi"
"oh yang di tempat bangtan itu? beneran jadi masuk kerja disana?"
"aku kebetulan saja lewat sini, ada meeting dekat disini, aku jadi kepikiran mampir sebelum ketempat meeting"
"oh, yaaah aku mau pergi"
"yasudah kuantar nuna"
"loh gak keburu?"
"gak kok, ayo dah, sekalian mastiin beneran kamu kerja disana"
"kamu masih belum percaya?"
"bukan gitu nuna, tapi iya haha, sedikit sih" jawab Boseo
mereka pergi..
sesampainya..
dan benar berhenti di depan agenci itu
"kau serius nuna? waah" ucap Boseo
"yaa lah"
"enak bisa ketemu sama bangtan terus ya, bisa kerja sambil cuci mata bener bener dah"
"haha iya iyaa, yaudah thanks yaa"
jadilah Yuhan pergi kerja diantarkan Boseo, tanpa tau nanti pergi lepas kerja sama siapa pulangnya
mulai pekerjaan lagi hingga lepas kerjaan, Yuhan bersiap siap dan berjalan kearah keluar kantor hingga keluar gerbang berencana akan pergi pulang dengan jalan kaki
tapi Kwan menyapanya..
"Yuhan.. pulang jalan?" tanya Kwan
"iyaa, aku tidak membawa kendaraan, tadi diantarkan adikku"
"ayo kuantar, kita kan searah"
"wooh boleh, ayo"
Yuhan pulang dengan motor Kwan, Yuhan tidak masalah naik motor, ia juga pergi pulang kerja membawa motor, mobilnya dipakai jika penting saja dibutuhkan
setelah sampai, Kwan speechless...
karna melihat dari luar saja, terlihat gerbang tinggi menjulang nan anggun nan mewah, beberapa kandang didalam itu juga banyak, rumah didalamnya terbilang cukup tinggi dan mewah juga
"ayo mampir?" sapa Yuhan
"belum sempat Yuhan, nanti deh kapan gitu ya"
"iyaa iya bener mampir kapan kapan?"
"siap, aku keburu sekarang, jadi gak sempat dulu, penting aku sudah tau ini rumah mu kan?"
"iyaa"
karna kepentingan lain mendesak, jadi rasa penasaran itu harus tetap dirasakan setidaknya ia tau rumah Yuhan, dan Kwan lah pertama kali tau rumah Yuhan dari semua orang asing dikenal Yuhan karna Yuhan masih belum memberitahu siapapun diluar termasuk orang terdekatnya jadi Kwan yang pertama tau
tapi disini Kwan menjadi merasa menciut melihat siapa Yuhan sebenarnya yang bukan orang biasa saja dilihat dari apa yang ia lihat
hari berlalu..
seminggu berjalan kemudian, dimana pekerjaan Yuhan mulai diikuti dengan kebersamaan nya dengan bangtan
jika sebelumnya tidak ada bangtan karna sering keluar kota, kali ini bangtan datang karna sudah ambil job dalam kota saja
disini juga Namjoon mulai tau siapa siapa saja yang mencoba mendekati Yuhan yaitu Seokjin dan juga Kwan
"nuna, kau pulang kan? ayo kuantar" kata Seokjin
"ahh tidak Jin, aku pulang sendirian"
"kamu selalu menolak buat kuantarkan?"
"bukan nolak, aku tau kau lebih banyak kerjaan"
melihat Seokjin terus merayu agar bisa pergi mengantarkan Yuhan, Yuhan akhirnya mengalah dan mengiyakannya
Namjoon menghampiri Seokjin dan Yuhan disana
"hyung, kamu mau kemana? kita ada kerjaan lagi" kata Namjoon
"loh katanya gak ada kan?" ucap Yuhan
"tadi kau bilang tidak ada, kenapa kau bilang ada?" tanya Seokjin pada Namjoon
"mendadak hyung" jawab Namjoon