You Should Be Me

You Should Be Me
120



tapi selama itu pula tidak ada staff lain tau bahwa Yuhan dan Hyohoon pernah memiliki hubungan


Yuhan memang menjaga dan menutup privasi itu begitu rapat karna ia tidak mau konsen kerjanya terbelah, ia juga tidak mau Namjoon sampai mendengar nya juga karna bagaimana pun Namjoon sudah bukan pacarnya tapi tunangannya


ketika Yuhan ada di meja kerjanya, keadaan ruangan disana memang cukup sepi, yaa masih ada beberapa staff lain


"Yuhan" sapa Hyohoon


"iya, kenapa?" sapa Yuhan


"apa masih ada sedikit saja perasaan dihatimu buatku, sedikit saja" tanya Hyohoon


"kenapa selalu menanyakan itu, selalu seolah kamu berusaha untuk membuatku mengatakan aku masih menyukaimu"


"aku hanya ingin tau"


"lalu kalau tau?"


"aku akan menjaga mu sungguh"


"maafkan aku, tidak untuk itu"


"berarti sudah tidak ada lagi perasaan padaku sekedar rindu?"


"ada, tapi perasaanku adalah biasa"


Yuhan pergi tanpa mau dengar apapun dari Hyohoon


sepanjang hari, sejak kehadiran Hyohoon di kantor, Yuhan seperti di kejar sebuah masalah


ditambah masa lalu yang ia pendam begitu sakit dari masalalu yang pernah dijalaninya, malah hadir kembali


ketika ada waktu kosong sedikit, Yuhan yang kangen pada Namjoon pun memutuskan pergi ke dorm


sesampainya disana ada beberapa staff dorm termasuk Aekyo


saat Yuhan masuk menyapa beberapa staff disana, Aekyo mulai perlahan pergi dan tidak ingin duduk disana lagi


"eoni, ada apa kamu tumben datang?" sapa staff disana


"hehe gak ada, lagi pengen kesini, lama pula ya"


"apanya nuna?"


"aku gak kesini nya ternyata lama"


"haha sini lah mengobrol" kata beberapa dari mereka


disana Yuhan mengobrol dengan beberapa staff dorm, membahas kerjaan mereka di dorm selama tidak ada bangtan


ternyata bangtan sudah pergi lagi untuk syuting variety show mereka keluar kota lagi


dari gwanju kemarin, bangtan ke beberapa kota lainnya juga, untuk urusan syuting mereka di run, pantas saja Namjoon tidak pernah balik ke apartemen


tadinya Yuhan mau bertanya soal kedekatan Tanwoo dan Aekyo di mata staff dorm disana tapi tidak jadi karna kurang enak saja tanya tanya itu apalagi baru saja Yuhan melihat Aekyo


setelah mengobrol banyak, Yuhan balik ke apartemennya dan mandi, lalu duduk di depan telvisi tanpa menyalakan televisinya


ia menelfon Namjoon...


"halo?" sapa Yuhan


"halo, iya Han"


"kamu dimana Nam?"


"di kamar ini, ditempat syuting, yang lain pada tidur makanya aku aman hehe"


"oh hehe enak dong, emm Nam, lama gak balik ke apartemen, aku kangen ini"


"iya, minggu ini sudah pulang kok, aku ke apartemen agak lama nanti deh"


"beneran Nam?"


"iyaa sayang, maaf ya jadi ninggalin kamu lama"


"iya gakpapa sih Nam, aku kangen sama kamu nya"


"hehe sabar ya sayang aku, eh kamu masih diapartemen?"


"masih?"


"gak balik kerumah mu lagi?"


"gak sayang, hanya datang untuk sesekali saja"


mereka mengobrol malam itu dengan bebas, karna disituasi Namjoon, semua sudah tertidur kecuali dirinya makanya bisa bebas telfon begitu dengan Yuhan


setelah telfon selesai, Yuhan menutupnya dan tidur untuk besok kembali bekerja


hari hari pun dilalui oleh Yuhan dengan banyaknya pekerjaan ia kerjakan dikantor


ketika Yuhan datang kerumah nya seperti biasa, hanya untuk mengirim baju kotor ke laundry, lalu balik kerumah membawa baju baju yang bersih


"Yuhan?" sapa Nania


"hai Na, gimana Woly?" tanya Yuhan


Naina menjelaskan bagaimana keadaan Woly akhir akhir ini sangat baik, Yuhan bermain dengan Woly disana beberapa menit


ia juga bermain dengan Wren dan Withe juga untuk menghilangkan rasa rindunya


tapi ia belum bisa turun tangan mengurus ular ular Yashimi


"aku belum sempat ini pergi mengurus ular nya" kata Yuhan


"ahh gak papa lah Yuhan, ada aku" jawab Jazlyn


"iya makasih Jaz, kamu gak kerepotan kan ngurus dua hewan sekaligus?"


"gak lah, aku biasa kok, aku suka akhir akhir ini dengan ular" jawab Jazlyn


"mengenang mantan" sindir Nania


Yuhan tertawa bukan main atas celotehnya Nania yang menyambar menggodai Jazlyn, Jazlyn hanya menepuk gemas pada lengan Nania karna kesal


hari itu kebetulan ia ada waktu senggang lama jadi bisa sedikit lama juga me time dengan hewan hewan peliharaannya


saat Yuhan selesai, ia akan pergi tapi sebuah mobil berhenti didepan gerbang rumahnya, Yuhan yang mau keluar jadi bingung, kan ia mau keluar


"siapa Yuhan?" tanya Misilia


"aku tidak tau juga, mau keluar ini malah dia disitu, siapa sih" gerutu Yuhan


tapi Yuhan kaget ketika dua orang yang keluar disana adalah orang tua kandungnya


mereka datang kerumah Yuhan tapi bagaimana bisa tau alamat itu


"loh.. bagaimana bisa tau alamat ini?" tanya Yuhan


"kami berusaha buat menemui kamu nak, kami hanya mau bilang, kami butuh kamu sekarang" kata Hajun


"kemana kamu selama ini? selama aku bersama orang tua palsu?" tanya Yuhan


"itu kesalahan kami, kami akui"


"kenapa kami datang karna masalah ini juga, kami mau menebus kesalahan kami nak" kata Hajun


"terlambat, disaat aku sudah bisa hidup mandiri tanpa kalian, kalian datang"


"nak, dengarkan saya, saya adalah ibu kandungmu, saya meminta maaf karna meninggalkanmu, sungguh, berikan kami kesempatan untuk bisa memperbaiki hubungan kita" kata Munha


keduanya terus meminta kesempatan agar Yuhan mau menerima mereka, tapi Yuhan terus menolak


Yuhan malah terus menanyakan bagaimana bisa mereka sampai disini, tapi tidak dikatakan mereka dari mana mereka tau


"siapa memberitahu kalian tentang alamat ini?" tanya Yuhan


"nanti kami jelaskan" kata Munha


"siapa, jawab saja, apa mam Yangsi atau pap Juan?" tanya Yuhan


"kami datang meminta kamu menerima kami nak, membahas soal rumah alamat ini kami tau bukan dari Yangsi atau Juan" kata Hajun


"lagipula masih satu kota sama, jadi tidak mudah menemukan kamu" kata Munha


Yuhan berpikir kalau sampai Yangsi dan Hongjuan yang memberitahu mereka, ia akan tambah marah kepada keduanya


tapi ada pesan masuk dari Unji, mengatakan ia sudah dapat tempat permintaan Yuhan


"aku harus pergi" kata Yuhan


tidak jadi membawa mobil nya yang baru dibelikan Namjoon, ia membawa motor milik Jazlyn karna mau keluar dengan mobil pun tidak bisa karna ada mobil Hajun dan Munha diluar


"Jaz aku bawa motormu saja ya, kalau kamu mau keluar pinjam motor Na atau Mi"


"iya Yuhan"


disini Jazlyn, Nania dan Misilia memang sudah tau tentang masalah Yuhan bukan anak kandung Yangsi dan Hongjuan tapi mereka baru tau sosok orang tua kandung Yuhan yang sebenarnya baru kali ini dan mereka sepakat jika yang sekarang memang sangat mirip dengan Yuhan