You Should Be Me

You Should Be Me
114



"ya gak harus gitu juga lah, terkesan matrealistis gak sih" ucap Haejin


"ya gak masalah lah, aku saja, dapatin dia ini, kalau aku kaya raya, kukasih semua dia minta, sumpah ini, gak bakalan siakan dia" jawab temannya itu


"iya deh, dasar cowok memang, lebih pilih yang mulus dari pada yang tulus"


"kalau ada yang mulus plus tulus kenapa tidak"


"memangnya kau tau gadis tadi tulus? aku sih enggak"


"ya kamu kan kenal, temannya, apalagi terlihat pria nya sepertinya bukan orang sembarangan"


"nah makanya, masih yakin yang mulus selalu tulus?"


"masih lah"


"dasar"


sementara Yuhan yang jalan bersama Namjoon, melihat lihat dan memerhatikan sebuah mobil bagus sekali


Yuhan merasa ia perlu ganti mobil, mobil miliknya modelnya sudah lama, ia tertarik sama salah satu pajangan mobil dalam mall itu


tapi ia tidak mengatakan pada Namjoon, ia tidak mau egois untuk Namjoon membelikan keperluan pribadinya yang sangat mahal


cincin itu saja sudah cukup seharga dua mobil, masak mau minta belikan mobil juga


tapi Namjoon pengertian, ia tau Yuhan memerhatikannya


setelah semua urusan selesai, Yuhan pergi ke toilet, Namjoon menunggu di dekat mpbil tadi dipajang


Namjoon memotret mobil itu diam diam tanpa ketahuan Yuhan, mengirimkannya kepada Hyunsoon agar membantunya membelikan mobil yang sama persis dalam foto itu


sebenarnya Yuhan dan Namjoon adalah orang yang sama sama pengertian dan peduli pada pasangan


bedanya jika Namjoon dari dulu memang selalu perhatian, pengertian dan peduli kepada pasangan tapi Yuhan baru sekarang merasakan semuanya


karna sebelumnya terbilang ia selalu menarik pacarnya agar mengikuti segala kemauannya dengan paksaan atas nama cintanya


Yuhan selesai, mereka balik ke dorm, sesampainya Yuhan berniat membuatkan Namjoon makanan didapur


lagi lagi Namjoon paham Yuhan tidak bisa memasak, jadi ia menemani Yuhan berniat membantunya


"Han, aku bantuin ya" kata Namjoon


"ngapain, aku hanya buatkan macaroni pasta"


"iya gak papa, aku temani sekalian"


"iya udah"


seperti biasanya, Namjoon sang destroyer atau dewa penghancur itu datang


ia mematahkan pisau yang harusnya memotong wortel untuk sup


"Han, yaaah, patah pisaunya" kata Namjoon


"kan aku bilang juga apa ya kan?" tanya Yuhan


"maaf sayang"


"gak apa, sini biar aku, kamu aduk merasa ini macaroni nya"


"okeh Han"


Yuhan lanjutkan memotong wortel dengan pisau lainnya karna itu patah jadi Yuhan buang saja


tapi malah ke-ricuh-an dilakukan Namjoon lagi saat membantu mengaduk macaroni dimana malah Namjoon terlalu kuat mengaduk membuat ambrol pegangan pengaduk


"ya sayang, hancur juga"


"aduh udah deh Nam, duduk saja, aku siapin sendiri saja"


"duduk saja disini ya biar temani kamu saja"


"iya deh"


Yuhan memasak beberapa makanan dengan bahan dibelinya seperti biasanya ia tidak akan pernah mau makan daging jelas ia tidak akan pernah memasakkan daging untuk Namjoon


ia memasak macaroni pasta, toppoki basah dan sup daging tapi tanpa daging, jadi sup isinya sayuran saja tapi dengan kaldu daging sapi


setelah semua jadi, mereka makan..


"cincin nya belum dipakai Han?" tanya Namjoon


"belum lah, kan nanti tunggu pertemuan sama keluarga mu"


"oh memangnya harus begitu?"


"iyaa, kan mau ketemu sama keluargamu dulu, baru kamu kasih ke aku dan pakaikan"


"okeh siap, aku atur waktu lagi sayang buat ketemu keluargaku ya"


"siap"


tengah makan malah Hyunsoon datang


"ahh itu Hyun Han" kata Namjoon


"iya, sekalian Nam, suruh dia makan disini, ini kita masak pad kok bertiga, daripada gak habis"


"iya"


dari semua staff, Yuhan memang paling dekat dengan Hyunsoon, apalagi Namjoon


segala keperluan Namjoon apapun itu selalu diuruskan oleh Hyunsoon, jadi tidak akan ada ke-ter-tutup-an diantara Namjoon dan Hyunsoon termasuk hubungan Namjoon dengan Yuhan


jadi hanya ketika dengan Hyunsoon mereka bebas menjadi pasangan kekasih


setelah makan..


"hyung, jadi beli kan?" tanya Hyunsoon


Namjoon memberikan kode pada Hyunsoon agar tidak memberitahu Yuhan, Hyunsoon langsung paham kode itu


"apa nya?" tanya Yuhan


"ahh, baju, buat pergi keluar kota" jawab Hyunsoon


"oh, mau keluar kota?" tanya Yuhan


"iya, besok malah, memangnya Namjoon hyung gak bilang?" tanya Hyunsoon


"pamit lah aku kemarin Han" kata Namjoon


"iya iya aku ingat kok, jadi kemana?"


"ke gwanju"


"waah tanah kelahirannya Hobi gak sih?"


"iya disana"


"waah asih, sayang aku gak ikut, dikantor kerjaan menumpuk"


malamnya, Namjoon pamitan pergi untuk balik ke dorm bersama Hyunsoon


sampai dimobil, Namjoon pun melakukan perjalanan dengan Hyunsoon, dierjalanan, Hyunsoon menanyakan seputar hubungan Namjoon sejauh apa


"gimana hyung hubungan mu, masih lancar kan?" tanya Hyunsoon


"masih lah, tau sendiri tadi"


"iya sih, apa sudah pernah melakukan hubungan?"


"hubungan? maksudnya hubungan gimana?"


"lah hyung, masak gak tau, ya hubungan, dewasa gitu, ****"


"ahh tidak pernah"


"lah serius? masak se-apartemen tidak pernah melakukannya? tapi tidur di ranjang sama kan, jangan jangan beda kamar?"


"ya sama sih, tapi buat gituan gak pernah"


"lah ya cepat lah gitu"


"iya nanti deh, setelah aku melamarnya, aku sudah janji kepadanya mempertemukan dengan orang tuaku"


"loh bukannya sudah?"


"iya ini untuk pertemuan lamaran pertunangan gitu"


"ahh serius?"


"ya dong, nanti nanti saja itu sih buat gitunya"


"terus kenapa tadi soal mobil itu gak boleh Yuhan tau?"


"itu mau kupakai buat kado pas lamaran"


"lamaran? bukannya harusnya cincin kah?"


"iya cincin lah, sudah ada cincin nya, nanti juga kukasih pas di acara ketemu keluarga, ayo kalau kanu mau datang"


"kapan itu?"


"pastinya selepas dari gwanju"


"yaa, aku ada janjian sama keluarga juga buat pergi jalan, karna dapat libur kan setelah kalian dari gwanju


" yaah, yaudah"


"pengen sih hyung, arrrgh gak bisa"


"hehe gak apa lah, santai aku"


Hyunsoon salah satu bukti dan saksi hidup sejarah dari awal Yuhan Namjoon pertama kenal sampai kini menuju jauh lebih serius yaitu bertunangan, tapi Hyunsoon menjaga itu sebagai rasa rispect dan menghargai Namjoon dan Yuhan sebagai sahabat bahkan bukan sekedar rekan kerja saja


"oh malam ini sekalian deh buat pergi ke fast mall, kita lihat itu mobil" kata Namjoon


"oh siap, masih ada dua jam kita harus sampai di dorm"


"masih lama kan"


"iya"


mereka pergi, sesampainya, mereka transaksi dan fiks membeli mobil itu dan membawa nya pulang


Namjoon menyimpannya dulu di parkiran apartemennya tapi tidak memberitahu Yuhan dulu agar ia bisa membuat sureprize dan berharap Yuhan tidak akan menyadari soal mobil itu diparkiran