
dan sama sekali Unji tidak keberatan, apalagi dengan tawaran gaji sangat mahal, tapi Unji tidak tergoda gaji tinggi
"soal aku, aku sama dengan Na nuna" kata Unji
"sama gimana?" tanya Yuhan
Unji menjelaskan yang penting ada jatah tempat tinggal, ada jatah makan, kesibukan semua sudah cukup
tapi jika pekerjaan ditawarkan Yuhan pada tiga temannya itu tadi, lalu Unji?
pekerjaan Unji jelas, menjadi asisten pribadi Yuhan dan boardiguard yang menemani Yuhan dalam segala hal dari Yuhan bangun hingga Yuhan tidur kembali dan itu setiap hari
dan sama sekali Unji tidak keberatan, apalagi dengan tawaran gaji sangat mahal, tapi Unji tidak tergoda gaji tinggi
"tidak perlu bayaran kepada nona, aku bisa menjaga mu sudah sangat bahagia" kata Unji
"iya aku paham, aku juga paham dikatakan tiga teman ku lainnya itu tadi, tapi tenang soal uang, aku jamin ada perbulanan nya"
Unji menjelaskan bisa bersama Yuhan, bisa menjaga Yuhan, bisa menemani kemana Yuhan pergi, itu saja sudah sangat senang karna Unji sudah seperti bersama kakak perempuannya ketika dengan Yuhan
Unji menundukkan kepalanya seolah memikirkan sebuah hal sedih..
"kamu ada masalah?" tanya Misilia
"iya, tiba tiba menunduk?" tanya Nania
"kenapa Unji?" tanya Yuhan
"aku tiba tiba teringat oleh kakak perempuanku" jawab Unji
"kakak perempuan? kamu ada kakak perempuan memangnya? bukannya kamu anak tunggal ya?" tanya Yuhan
"aku anak kedua"
diceritakanlah oleh Unji dalam keluarganya itu sebenarnya Unji punya kakak perempuan seusia dengan Yuhan tapi meninggal bunuh diri karna masalah berat dialaminya
Unji menjelaskan mengapa ia bekerja sangat setia untuk Yuhan, karna Yuhan mirip dengan nuna nya yang pekerja keras, nuna nya juga sempat memiliki mimpi menjadi gadis muda yang sukses yang sama seperti Yuhan
untuk itu, ketika bersama Yuhan dari awal, Unji selalu memilih bersama Yuhan, ia bahkan meninggalkan Boseo padahal tawaran dari Boseo untuk pekerjaan Unji sebagai manager utama di Bonaseo resto
tapi memilih sebagai satpam penjaga rumah Yuhan saja karna alasan ini
ia merasa ada sosok nuna nya didalam diri Yuhan, melihat bagaimana kehidupan Yuhan dalam banyak masalah
masalah rumit soal keluarga, belum masalah dengan beberapa "mantan pacar" yang pernah berpacaran dan akhirnya putus dengan rentetan masalah
"astaga jadi kamu ada cerita begitu kenapa gak katakan kepadaku?" tanya Yuhan
"aku pikir sudah cukup aku dan keluargaku saja menyimpannya"
"lalu kenapa kau buka?" tanya Misilia
"aku pikir kalian seperti nuna ku, apalagi nona Yuhan" jawab Unji
"mungkin aku dan nuna mu sama, semua masalah kami berat, tapi tidak sampai hati ia memikirkan sampai bunuh diri kok, jadi aku bisa menggantikan nuna mu kalau kamu mau" kata Yuhan
"kamu serius nona? aku sangat mau jadi adikmu" jawab Unji
"iya serius lah, panggil aku nuna saja, terkesan adik kakak seperti aku dengan Boseo, lupakan nona, kan kamu sendiri bilang ini bukan pekerjaan tapi seperti keluarga" kata Yuhan
"SERIUS?" tanya Unji lagi
"iyaa, sini peluk aku, sebagai kakakmu" kata Yuhan
Yuhan berpelukan dengan Unji disana, Dajin datang, pas sekali melihat Unji dan Yuhan datang, tadinya mau marah, tapi tidak mungkin mereka ada hubungan dibelakang Unji didepan teman teman Yuhan disana
makanya ia tidak lanjutkan kemarahannya maupun cemburu atau kesal melihat situasi pelukan pacarnya yaitu Unji dengan Yuhan disana
"hai Dajin?" sapa Yuhan
"eoni, selamat ya atas kepindahannya dengan usaha usaha barunya"
"terimakasih ya Dajin, kamu kesini sendiri?"
"iya lah, Hejin eoni di toko laundry"
"kan bisa bareng, tau kesini, kenapa gak diajak?" tanya Unji
"ya gak bisa lah, aku sama dia saja gantian kalau mau pergi, kalau aku pergi, eoni disana, kalau eoni pergi, aku disana, biar gak sama sama pergi, tetap harus fokus kerjaan"
"bener itu" sambar Yuhan
lima hari kemudian..
beberapa staff melamar pekerjaan disana mulai diseleksi, Yuhan turun tangan memastikan semua pekerjaan mereka benar benar berada ditangan yang benar
dua hari kemudian..
atau genap seminggu sejak kepindahan Yuhan..
semua usaha mulai dibuka..
urusan pekerjaan aman, Yuhan juga sudah mulai membuka kebun binatang nya dan beberapa usaha semuanya sudah resmi pembukaan
pekerjaan berjalan dengan lancar, usahanya ini sudah langsung banyak peminat yang datang
Yuhan sejak pindahan dan usaha nya mulai berjalan, yang ia lakukan hanya datang pengawasan ke beberapa tempat usaha nya
"Unji, hari ini kita ke makam yaa" kata Yuhan
"makam?"
"makam Bobe Nickly"
"oh baik"
Yuhan juga menyempatkan dirinya untuk datang kerumah lama nya, terdapat tiga rumah lama dimana salah satunya sengaja diratakan dan hanya ada tanah saja tapi tetap dengan pagar dan tembok keliling seluruh tanah itu untuk dijadikan oleh Yuhan untuk makam khusus hewan peliharaan Yuhan
jadi masih sedikit di kubur disana, ada dua peliharaan Jazlyn, satu peliharaan Nania, ada juga peliharaan Munha yaitu Bowni dan juga peliharaan Hajun yaitu Beckly yang pasti tentu ada Bobe dan Nickly
Yuhan sampai di makam itu dan mulai masuk lalu duduk disamping makam kedua harimau kesayangannya itu
"kalian sudah tidak disini bersamaku, aku sangat kesepian, didunia banyak sekali orang yang peduli kepadaku, tapi aku tidak merasa kan kebebasan seperti aku bercerita itu kepada kalian" ucap Yuhan pelan
Unji melihat itu merasakan betapa besarnya kasih sayang Yuhan terhadap hewan peliharaannya itu..
mungkin Unji adalah orang baru yang tinggal bersama Yuhan, tidak selama seperti Jazlyn atau Nania dna Misilia, tapi ia tau bagaimana kedekatan Yuhan dengan dua hewan peliharaannya itu semasa mereka hidup
Yuhan cukup lama disana, mengobrol sendiri seolah ada Bobe dan Nickly disana
Yuhan berpikir disana, bahwa tidak ada manusia yang bisa membuatnya bahagia sepenuhnya seperti ia begitu bahagia bersama hewan peliharaannya
setelah disana sekitar dua jam, Yuhan balik kerumahnya, Yuhan baru masuk melihat beberapa hewan peliharaan Yuhan, Yuhan satu persatu bermain bersama mereka
mulai dari Withe si harimau asuhan Jazlyn, lalu ke Wren si serigala asuhan Misilia, pergi lagi ke Woly si singa asuhan Nania, dan terakhir ke Woozy si ceetah peliharaan Yuhan yang ada sejak kepergian Bobe dan Nickly
cukup lama bermain juga gantian, ia pun masuk ke dalam rumahnya, terlihat rumah nya sepi meskipun besar dan luas bahkan lebih dari rumah nya sebelum sebelumnya
karna sudah tidak ada siapapun dirumah itu, baik Misilia, Jazlyn atau Nania semua tinggal dirumah lain