
"kok malu, gak lah, kami adalah orang tua mu kok, yaa, anggap kami lebih dari itu" kata ibu Namjoon
"sudah lah, kami mampu menggantikan mereka jadi ayah ibumu nak" kata ayahnya
Yuhan memeluk ayah ibu Namjoon, Namjoon terharu karna pacarnya bisa dekat dengan pacar yang jadi tunangan nya itu
selama ini, Namjoon tidak pernah ada yang mau, selama belum jadi idol, bahkan sampai jadi idol, ia tidak pernah mendapatkan gadis yang bisa ia ajak sejauh ini serius
dan dengan Yuhan lah ia bisa merasakan semua apa yang ia inginkan
sorenya, ayah ibu Namjoon harus pergi, karna mereka datang juga mau pamitan kalau ada acara keluar negri
"oh jadi mama sama papa berdua saja keluar negri?" tanya Namjoon
"iya, adik adikmu kan ada kegiatan masing masing" kata ibunya
"eh Namjoon, titip Yuhan loh" kata ayah Namjoon
"paa.. biasanya papa titipkan aku ke Yuhan, bukan titipkan Yuhan kepadaku"
"iya gantian lah, sekarang beda udah, sekarang mama titip Yuhan kepadamu" jawab ibunya
"haha makasih ma, pa" jawab Yuhan
jadi yang niatnya pamitan sekalian mau titipkan Namjoon pada Yuhan malah jadi terbalik menitipkan Yuhan pada Namjoon
waktu berlalu..
malamnya, Yuhan ketiduran didepan televisi, Namjoon yang baru selesai dari kerjaannya di laptop pun melihat Yuhan di depan televisi tertidur ia ingin sekali memindahkannya
Namjoon memerhatikan Yuhan tidur sambil berpikir, bagaimana cara ia angkat badan Yuhan dan pindahkan ke ranjang tidur
ia takut Yuhan terbangun, karna ia tidak akan bisa mengangkatnya, jadi Namjoon hanya inisiatif membetulkan posisi tidur Yuhan saja dari yang tidur duduk sambil kepalanya di atas meja menidurkannya dengan posisi terlentang
tapi Namjoon tidak tega kalau membiarkan Yuhan tidur disana sendirian, jadi Namjoon ambil bantal lagi untuk ia tidur disamping Yuhan
Namjoon pun mulai tidur sambil memeluk Yuhan di selimut yang sama di lantai dekat dengan meja depan televisi itu, hanya saja mejanya di pinggirkan biar tempatnya lebih luas saja
seperti biasa Yuhan bangun lebih awal, ia melihat masih didepan televisi tapi ia melihat ada Namjoon disampingnya, Yuhan antara terharu tapi menahan tawa gelinya
bagaimana tidak, ia tau apa yang dilakukan Namjoon sehingga memilih tidur bersama nya di lantai bawa sofa depan televisi itu karna tidak kuat mengangkat tubuh Yuhan
karna itulah jadi Yuhan yang memindahkan Namjoon kekasur karna kasian kalau tidur di bawah takutnya masuk angin, tapi Namjoon terbangun..
"sayang.. kenapa?" Namjoon
"aku pindahkan kekamar ya Nam"
Yuhan diangkat Yuhan dengan mudahnya di pundak Yuhan, hanya bisa memeluk Yuhan ketika Yuhan memindahkan tidurnya
setelah sampai dikasurnya, Namjoon memeluk perut Yuhan dengan posisi Yuhan berdiri sementara Namjoon duduk di kasurnya
"kamu kok bisa kuat sih angkat berat badanku Han?" tanya Namjoon dalam pelukan Yuhan
"aku biasa mengangkat Bobe dan Nickly, sayang" kata Yuhan
"oh iya juga sih, aku jadi kangen sama mereka, lama gak ketemu mereka ya"
"kamu mau ketemu?"
"iya mau, ayolah kesana"
"iya kapan?"
"hari ini ya"
"yaudah, kamu berapa hari sih di apartemen?"
"empat hari saja baru balik dorm lagi"
"lah ini hari keempat kan sudah?"
"iyaa makanya, kita pakai buat kerumahmu yuk, biar sekalian lepas rinduku"
"yaudah boleh"
mereka pun bersiap siap, Namjoon tidak jadi tidur padahal Yuhan sudah menggendongnya
mereka jadi siap siap pergi, saat keluar, mereka ternyata satu lift dengan Moonjang
"Moonjang?" sapa Namjoon
"ahh, hai pak Namjoon, nuna Yuhan" sapanya
"hai Moonjang, gimana kabarmu?" sapa Yuhan
"iya ini mau kerumah Yuhan, sudah lama Yuhan tidak balik rumahnya" kata Namjoon
"ahh, berhati hati, diluar takutnya banyak sasaeng" kata Moonjang
Namjoon seketika melirik arah Yuhan dan menahan tawanya, dalam hati Namjoon berkata tidak tau saja Moonjang siapa Yuhan
"memangnya kalau kita sekarang kira kira terlihat tidak seperti Namjoon bangtan dengan pacarnya?" tanya Yuhan
"tidak sih, selama kalian memakai baju tertutup gini aman" jawab Moonjang
Namjoon Yuhan menahan tawa dengan jawaban kepolosan dari Moonjang disana
"oh ya Moonjang, saya minta ya kamu untuk rahasiakan soal hubungan kami" kata Namjoon
"oh siap pak, tapi staff lain kan tau?"
"tidak, saya dan Yuhan selalu mengatakan jika saya dan Yuhan adik kakak sepupu"
"ahh siap pak"
"bahkan hanya kamu staff disini yang tau nama saya" kata Yuhan
"oh beneran? waah saya spesial haha"
"haha betul" jawab Namjoon
"saya minta mau siapapun tanya soal saya, siapapun itu ya" kata Yuhan
"siap itu nuna"
sembari menunggu lift, karna dalam lift hanya ada Yuhan dan Namjoon dengan Moonjang, Namjoon membahas tentang Moonjang yang mengira Yuhan adalah anak masih sekolah
Moonjang malu dan meminta maaf disana
"iyakah? waaah terlaluan" kata Yuhan
"haha, nuna, maafkan aku, aku benar tidak bermaksud nuna" kata Moonjang
"ahh santai saja lah, dia memang terlalu memiliki badan kecil makanya diluar banyak kok berpikiran sama denganmu" kata Namjoon
"haha iya iya, santai kok Moonjang" jawab Yuhan
"waah makasih ya pak, nuna, aku berdoa semoga kalian langgeng sampai tua ya" kata Moonjang
lift pun terbuka di lantai utama, Yuhan Namjoon pergi kearah lobi, Moonjang ke arah belakang bagian ruangan untuk staff
Yuhan Namjoon pergi kerumah Yuhan dengan mobil dimilik Yuhan dari Namjoon karna mobil Namjoon dibawa oleh Hyunsoon
"kemana mobilmu Nam?" tanya Yuhan
"dibawa lah sama Hyun"
"ahh, berarti naik mobilku"
"iya"
"yaudah ayo"
mereka masuk kedalam mobilnya, dan Yuhan mulai keluar dari parkiran apartemen itu
"baru naik pertama ini aku Han" kata Namjoon
"oh iya ya, waah gimana Nam? asik?"
"asik lah, keren ini sih"
"hehe kan dari kamu sayang.. makasih ya"
"iya sayang, sama sama" jawab Namjoon tersenyum lebar
Yuhan adalah gadis paling bahagia karna mendapatkan hati Namjoon, karna Namjoon bukan tipe yang pelit dan hitung hitung kalau sudah sayang banget sama seseorang
selama perjalanan, Namjoon tidak melepaskan tangannya dari paha Yuhan, Yuhan tidak masalah karna tidak mengganggu nya menyetir
setelah sampai dirumah Yuhan, Yuhan turun, membukakan gerbangnya, dan masuk lagi ke mobilnya untuk memasukkan mobilnya ke dalam latar rumah Yuhan
baru sampai, mereka turun dan Namjoon melihat betapa rindunya ia tidak bertemu dengan hewan peliharaan Yuhan disana
karna Namjoon sama dengan mantan pacar Yuhan sebelumnya, bukan dari penyuka hewan buas tapi jadi suka karna terbiasa
bahkan hampir semua mantan Yuhan sampai sekarang ada yang masih menyukai hewan buas bahkan sampai memeliharanya