You Should Be Me

You Should Be Me
56



lalu apa hubungan Yuhan dengan Namjoon, dan apa tujuan Yuhan datang kepada mereka


tak lama Hyunsoon dengan Seokjin dan Namjoon datang jadi lima member lainnya berhenti membahasnya


"waaah pada sibuk saja? bahas apa?" sapa Seokjin


"tidak ada bahas apa apa hyung" jawab Taehyung


"aku tau kalian" jawab Seokjin


"kami hanya membahas permainan online kami" kata Jungkook


"ahh permainan, aku paham dan mau ikut bahas tapi aku mau makan dulu saja" kata Seokjin


"ini pesanan kalian semua dalam satu kantong belanjaan" kata Namjoon


"makasih hyung" jawab Jimin senang


mereka makan bersama jajanan yang sudah dibeli dan melupakan pembahasan lima member tadi


kembali pada Yuhan yang balik bersama Boseo


"gimana nuna, disana?" tanya Boseo


"yaaa gitu lah, aku nunggu gaji pertama turun lalu pindahan ke dorm disana"


"eh iya dorm nya mana?"


mereka sengaja balik lewat depan dorm bangtan agar Boseo tau alamat tempat dorm Yuhan tinggal nanti


"eh itu tadi siapa? Jin, Seokjin, member bangtan yang kamu sering bilang kan? kamu sukai itu" kata Boseo


"ahh iya, tapi jangan lah bicara terang terangan seperti tadi itu"


"ohh, kenapa? gak boleh kah?"


"bukan gak boleh, aku nya yang malu"


"ahhh okeh haha, sorry nuna, eh tapi bener sih, handsome"


"ya kan? ganteng ya"


"emm, aroma nya dia bukan orang sembarangan" ucap Boseo yakin


"sembarangan gimana, kan dia memang member bangtan"


"bukan, itu tau, meskipun Nam pun bukan orang sembarangan sekarang, leader loh dia kan"


"emm, lalu maksudnya?"


"ya dia kayak bukan dari yang sembarangan, entahlah, pertemanan diluar bangtan kali apa keluarganya gitu"


Boseo seperti yakin Seokjin tanpa menjadi bangtan juga ia akan begitu berwibawa karna memang aura nya berbeda


Yuhan baru ingat memang betul saja Boseo mengatakan itu karna Yuhan tau siapa keluarga Seokjin dan bagaimana kaya nya mereka


Yuhan menjelaskan lah kepada Boseo siapa keluarga Seokjin


"ahh apa iya?" tanya Boseo kaget


"emm, pantas saja kamu bilang begitu aku setuju lah"


"ahh, keren dia, pantas kau suka, bukan main main selain dari bangtan ya haha"


"iya dong, mana pernah pilihanku salah?" jawab Yuhan membanggakan diri


Yuhan tidak pernah salah dalam selera apalagi soal pria


seolah Yuhan tau betul masa depan yang cerah yang bagaimana dalam kehidupannya terbukti semua mantan nya tidak ada yang dibawa rata rata


"memangnya dia usia diatasmu kah?" tanya Boseo


"dia masih dibawahku sayangnya"


"ahh apa iya? berapa? sama aku tua siapa?"


"yaa, masih tua dia lah, sama kamu tua dia dua tahun tapi sama aku tua aku dua tahun"


"ahh iya kah? kupikir lebih muda dari itu malah haha"


"emm dia diatas Nam dua tahun kok malah, Nam nya sama denganmu kan"


"oh ya? berapa? kelahiran 1994?"


"emm, itu Nam 1994, kalau Jin 1992"


"ahh, tapi member lainnya?"


"Jin paling tua, membernya itu 1992, 1993, 1994 ada dua termasuk Nam, 1995 juga ada dua dan 1997"


"ahh, masih seumuran kita, gak jauh jauh lah dari ku juga" kata Boseo


"hem, itu sayangnya sih kurangnya mereka di usia, kamu tau selera ku usia bagaimana"


"tapi gak masalah kan nuna, toh mereka tajir melintir semuanya"


"iya sih"


"emm ya lah"


"kalau Jin suka juga?"


"ahh jangan, malu akunya"


yaa layaknya fans lain, Yuhan juga malu jika sampai rasa suka nya di balas oleh Seokjin, jangan kan dibalas, sampai diketahui Seokjin saja kalau ia suka, ia akan begitu malu makanya ia menahan ketika Boseo menjelaskan bahwa Yuhan suka pada Seokjin saat tadi berkenalan


"tapi antara semuanya sepertinya aku lihatnya kamu dekat dengan Nam kan"


"iya sih"


"kalau antara mereka berdua suka bagaimana?" tanya Boseo


"ah apa sih Bo"


"ya misalkan saja lah, tapi ada lah kemungkinan mereka suka"


"kemungkinan apaan?"


"yaa kemungkinan, buktinya mereka berdua sampai mengantarkanmu"


"ahh mengantarkan ku bukan bukti suka, berlebihan kamu ini, masih kurang dewasa pemikirannya ya"


"haha iya juga sih, tapi jawab deh, kamu suka kan sama Jin, aku tanya nyaman nya, nyaman pas dengan siapa?"


"emm ya Nam sih, nyaman banget sih sama dia"


Boseo tersenyum seperti sedikit meledek dan malu malu kepada Yuhan


"apa kau ketawa bah?" ucap Yuhan


"tidak ada, memang gak boleh?"


"boleh sih, kayak orang gila aja, untung sama aku disini, kalau diluar kau begitu disangka orang gila lah"


"dimana ada orang gila setampan aku nuna?"


"dih mulai"


"haha habisan"


bukan tanpa alasan, Boseo tersenyum ketika Yuhan menjawab dirinya jauh sangat nyaman dengan Namjoon, ia sudah bisa menebak kedepannya Yuhan akan berpacaran bahkan lebih serius dengan Namjoon


pasalnya Boseo selama kenal Yuhan bahkan sejak ia lahir dari dunia, hingga di detik ini, ini pertama kalinya seorang Yuhan mengatakan sebuah kenyamanan


"apasih, kenapa senyum begitu tanpa berhenti Bo?" ucap Yuhan kesal merasa di tertawakan


"sekarang aku tanya kamu, kamu kalau pacaran pilih Jin atau Nam?" tanya Boseo


"pacaran? ya pilih Jin"


"kenapa Jin?"


"yaa tau lah, dia se-kaya apa, setidaknya soal usia, dia paling tua dibandingkan member lainnya"


"tapi nyaman ketika sama Jin?"


"hemm ya gak sih"


"sama siapa ketika nyaman nya?"


"Nam"


"ya kan? sama Nam kan? ya sama Nam lah harusnya kamu berpacaran"


"tapi Nam bukan tipe ku"


"bukan tipemu tapi nyaman kan?"


"ya iya"


"nuna, nih yaa.. nyaman itu mencakup banyak hal, artinya kamu sama Nam cocok, bahas makanan, bahas hewan, bahas pekerjaan, bahas hal pribadi, bahas segala nya dengan Nam lebih nyaman kan, lebih lega aja mau bahas kan dibandingkan pada Jin"


"emm dari mana kamu tau?"


"karna itu nyaman, aku tau nyaman bagaimana nuna, aku sudah dewasa dan bukan lagi adik mu yang bayi tapi kamu selalu menganggap ku tetap anak kecil"


"ahh kamu" kata Yuhan


"serius, ini nuna, aku aku kan memang sudah dewasa, kamu saja menganggap ku selalu masih kecil"


"yaa kan memang masih kecil dibanding denganku"


"iya sih, tapi aku mau bilang padamu deh nuna"


"apa?"


"coba sekarang kamu berubah, jangan pikir pacaran karna usia matang, karna harta berlimpah, atau wajah tampan dan segala hal yang perfect"


"lalu apa? bukannya dilihat oleh mata ya itu semua? kurasa semua berawal dari mata"


"iyaa, tapi coba mulai berubah untuk percintaan yang buat nyaman, pasti lama dalam hubungan, coba lihat aku bagaimana aku berpengalaman cinta tapi tidak banyak mantan"